Berita Terkini
light_mode
Trending Tags
Beranda » Haji » Calon Jemaah Haji Soppeng Gagal Berangkat Usai Diketahui Hamil 10 Minggu

Calon Jemaah Haji Soppeng Gagal Berangkat Usai Diketahui Hamil 10 Minggu

  • account_circle Muhammad Fadli
  • calendar_month Rabu, 22 Apr 2026
  • visibility 217
  • print Cetak

HAMRANEWS – Harapan seorang calon jemaah haji (CJH) asal Kabupaten Soppeng untuk menunaikan ibadah ke Tanah Suci pada musim haji 1447 Hijriah/2026 Masehi, harus pupus. Jemaah tersebut dinyatakan tidak memenuhi syarat kesehatan setelah diketahui tengah mengandung 10 minggu saat pemeriksaan akhir.

Kepastian itu diperoleh usai pemeriksaan kesehatan yang dilakukan di Asrama Haji Sudiang, Makassar, sebagai tahapan wajib sebelum keberangkatan ke Arab Saudi.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulawesi Selatan, H Ikbal, mengonfirmasi pembatalan tersebut. Ia menyebut keputusan diambil demi keselamatan jemaah dan janin yang dikandungnya.

“Benar, ada satu jemaah asal Soppeng yang tidak diberangkatkan karena kondisi kehamilan. Ini bagian dari standar keselamatan yang harus dipatuhi,” ujarnya, Selasa 21 April 2026.

Menurutnya, meski batal tahun ini, jemaah tersebut tetap memiliki kesempatan untuk berangkat pada musim haji berikutnya setelah dinyatakan sehat dan memenuhi syarat.

Di sisi lain, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Soppeng, Dr. H. Musriadi, menjelaskan bahwa kehamilan termasuk kategori risiko tinggi dalam pelaksanaan ibadah haji. Aktivitas fisik syang padat serta kondisi cuaca ekstrem di Tanah Suci menjadi pertimbangan utama.

“Dengan usia kehamilan 10 minggu, sangat berisiko jika tetap dipaksakan berangkat. Ini demi menjaga keselamatan ibu dan calon bayi,” jelasnya.

Pihak Kementerian Agama memastikan seluruh proses pembatalan telah dilakukan sesuai prosedur, dan jemaah yang bersangkutan menerima keputusan tersebut dengan baik. Ia juga telah kembali ke rumahnya setelah dijemput oleh pihak keluarga.

Kasus ini menjadi pengingat pentingnya pemeriksaan kesehatan menyeluruh bagi seluruh calon jemaah haji, guna memastikan ibadah dapat dijalankan dengan aman dan lancar.

Bagikan Berita:
  • Penulis: Muhammad Fadli
  • Editor: Fitriani Heli

Rekomendasi Untuk Anda

  • Langkah Ekstrem, Pemerintah Akan Tetapkan Antrean Haji Seluruh Daerah Seragam 26 Tahun

    Langkah Ekstrem, Pemerintah Akan Tetapkan Antrean Haji Seluruh Daerah Seragam 26 Tahun

    • calendar_month Selasa, 30 Sep 2025
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 385
    • 0Komentar

    JAKARTA – Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf mengungkapkan, ada perbedaan dalam pembagian kuota haji ke setiap daerah. Antrean berangkat haji di Indonesia akan dibuat sama menjadi 26,4 tahun. “(Pembagian kuota haji) salah satunya dengan menggunakan dasar antrean calon jemaah haji. Dengan menggunakan antrean itu, maka akan terjadi keadilan yang merata baik dari Aceh […]

    Bagikan Berita:
  • KPK Duga Ribuan Kuota Haji Tambahan Diperjualbelikan ke Jamaah Baru yang Mau Langsung Berangkat

    KPK Duga Ribuan Kuota Haji Tambahan Diperjualbelikan ke Jamaah Baru yang Mau Langsung Berangkat

    • calendar_month Jumat, 5 Sep 2025
    • account_circle REDAKSI
    • visibility 483
    • 0Komentar

    JAKARTA – Kasus dugaan korupsi kuota haji 2024 terus ditindaklanjuti penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi. KPK menduga ribuan kuota haji tambahan tahun 2024 tersebut tidak didistribusikan sebagaimana mestinya, melainkan diperjualbelikan oleh sejumlah biro perjalanan haji dan umrah. Skema ini membuat calon jamaah baru bisa langsung berangkat ke Tanah Suci tanpa harus mengantre bertahun-tahun seperti jamaah reguler. […]

    Bagikan Berita:
  • Haji Khusus vs Furoda, Dua Jenis Haji yang Non-Reguler Tapi Beda Soal Kepastian Berangkat

    Haji Khusus vs Furoda, Dua Jenis Haji yang Non-Reguler Tapi Beda Soal Kepastian Berangkat

    • calendar_month Senin, 2 Jun 2025
    • account_circle REDAKSI
    • visibility 1.033
    • 0Komentar

    JAKARTA – Haji Furoda, alias haji dengan visa undangan langsung Arab Saudi (mujamalah) sedang ramai dibahas di media sosial belakangan ini, setelah hampir dipastikan pemerintah Arab Saudi tidak membuka kuota. Furoda banyak diminati masyarakat yang ingin langsung berangkat setelah mendaftar, dan rela mengeluarkan biaya yang jauh lebih besar dari haji reguler bahkan haji khusus. Peminatnya […]

    Bagikan Berita:
  • Kemenhaj Siapkan Tim Mobile Crisis Rescue di Kawasan Jamarat, Evakuasi Jemaah yang Kelelahan dan Sakit

    Kemenhaj Siapkan Tim Mobile Crisis Rescue di Kawasan Jamarat, Evakuasi Jemaah yang Kelelahan dan Sakit

    • calendar_month Kamis, 28 Mei 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 145
    • 0Komentar

    HAMRANEWS – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI menyiagakan Mobile Crisis Rescue (MCR) di kawasan Jamarat, Mina, selama puncak pelaksanaan ibadah haji. Tim khusus ini disiapkan untuk membantu evakuasi jemaah yang mengalami kelelahan, sakit, tersesat, hingga kondisi darurat saat prosesi lontar jumrah berlangsung. Juru Bicara Kemenhaj, Maria Assegaff, mengatakan keberadaan MCR menjadi bagian penting dari […]

    Bagikan Berita:
  • Tazkiyah Tour Siapkan Tim Dokter Ahli demi Kesehatan Jemaah Haji Khusus, Termasuk Psikiater hingga Lab

    Tazkiyah Tour Siapkan Tim Dokter Ahli demi Kesehatan Jemaah Haji Khusus, Termasuk Psikiater hingga Lab

    • calendar_month Minggu, 30 Nov 2025
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 336
    • 0Komentar

    HAMRANEWS – Tazkiyah Tour menegaskan komitmen untuk memberikan layanan haji khusus yang aman, nyaman, dan sesuai standar kesehatan terbaru. Dalam Podcast Haji Tazkiyah yang tayang di kanal YouTube Tazkiyah Tour pada 27 November 2025, dokter pendamping mengungkapkan keseriusan perusahaan untuk menjamin kesehatan Calon jemaah 2026 agar memenuhi kriteria sehat sesuai standar yang diberikan Arab Saudi. […]

    Bagikan Berita:
  • Dua Pekan Setelah Penutupan Haji 2025, 3 Jemaah Hilang Belum Juga Ditemukan

    Dua Pekan Setelah Penutupan Haji 2025, 3 Jemaah Hilang Belum Juga Ditemukan

    • calendar_month Minggu, 27 Jul 2025
    • account_circle REDAKSI
    • visibility 382
    • 0Komentar

    JAKARTA – Kementerian Agama Republik Indonesia menyampaikan bahwa proses pencarian tiga jemaah haji asal Indonesia yang masih hilang di Tanah Suci kini memasuki tahap baru. Setelah lebih dari dua bulan dilakukan pencarian secara manual, pola pencarian diubah menjadi metode ante mortem dan post mortem dengan pencocokan DNA. Pernyataan ini disampaikan oleh Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji […]

    Bagikan Berita:
expand_less