Kemenhaj Siapkan Tim Mobile Crisis Rescue di Kawasan Jamarat, Evakuasi Jemaah yang Kelelahan dan Sakit
- account_circle Muhammad Fadli
- calendar_month 14 jam yang lalu
- visibility 8

HAMRANEWS – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI menyiagakan Mobile Crisis Rescue (MCR) di kawasan Jamarat, Mina, selama puncak pelaksanaan ibadah haji.
Tim khusus ini disiapkan untuk membantu evakuasi jemaah yang mengalami kelelahan, sakit, tersesat, hingga kondisi darurat saat prosesi lontar jumrah berlangsung.
Juru Bicara Kemenhaj, Maria Assegaff, mengatakan keberadaan MCR menjadi bagian penting dari penguatan perlindungan jemaah di titik-titik rawan kepadatan, khususnya di area Jamarat dan jalur perlintasan menuju lokasi lontar jumrah.
“MCR atau Mobile Crisis Rescue adalah tim khusus dan posko dari Petugas Penyelenggara Ibadah Haji yang disiagakan di kawasan Jamarat, Mina. Tim ini bertugas memberikan pertolongan pertama, melakukan evakuasi darurat, dan membantu mengurai kepadatan jemaah selama puncak ibadah haji,” ujar Maria, Kamis (28/5/2026).
Tim MCR ditempatkan di sejumlah titik strategis di kawasan Jamarat agar petugas dapat bergerak cepat ketika menemukan jemaah yang pingsan, mengalami kelelahan ekstrem, kebingungan, atau terpisah dari rombongan. Petugas juga disiagakan untuk membantu jemaah lanjut usia, penyandang disabilitas, dan perempuan yang membutuhkan pendampingan.
Keberadaan mobil rescue dan posko darurat ini menjadi bagian dari upaya pemerintah menghadirkan layanan haji yang aman, tertib, serta ramah lansia dan disabilitas, terutama di tengah tingginya mobilitas jutaan jemaah saat fase Mina.
Selain menyiagakan MCR, Kemenhaj juga menerjunkan 1.356 Petugas Satgas Mina yang ditempatkan di berbagai titik pantau, jalur pergerakan jemaah, pos rute Jamarat, hingga pos koordinasi tanazul.
Mereka bertugas mengatur arus jemaah, mengantisipasi kepadatan, serta memastikan perjalanan menuju dan kembali dari Jamarat berlangsung aman.
Kemenhaj mengimbau jemaah agar mengikuti jadwal lontar jumrah sesuai kloter, tidak memaksakan diri, dan selalu bergerak bersama rombongan dengan pendampingan petugas.
Maria juga mengingatkan jemaah untuk menjaga kondisi fisik di tengah cuaca panas Mina. Jemaah diminta cukup makan, menggunakan pelindung kepala, memperbanyak minum air, dan segera melapor kepada petugas jika ada anggota rombongan yang terlihat sakit, kelelahan, atau terpisah.
“Keselamatan jemaah harus menjadi perhatian bersama. Jangan terburu-buru dan jangan memisahkan diri dari rombongan,” tegas Maria.
- Penulis: Muhammad Fadli
- Editor: Fitriani Heli



