Berita Terkini
light_mode
Trending Tags
Beranda » Haji » Waktu Persiapan Haji 2026 Makin Mepet, Visa Ditutup 20 Maret 2026

Waktu Persiapan Haji 2026 Makin Mepet, Visa Ditutup 20 Maret 2026

  • account_circle Muhammad Fadli
  • calendar_month Minggu, 11 Jan 2026
  • visibility 403
  • print Cetak

HAMRANEWS – Pemerintah Arab Saudi sebelumnya telah menetapkan jadwal pelaksanaan ibadah haji 1447 Hijriah/2026 M. Jadwal ini lebih cepat dari sebelum-sebelumnya. Waktu persiapan haji pun makin mepet, mengingat batas akhir penerbitan visa haji yakni 20 Maret 2026 atau bertepatan dengan 1 Syawal 1447 H.

Dengan kalender yang terus bergerak maju, seluruh tahapan penyelenggaraan haji, mulai dari administrasi, kesiapan jemaah, hingga koordinasi lintas negara, dituntut berjalan lebih cepat dan lebih disiplin dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Percepatan jadwal ini bukan sekadar wacana. Pemerintah Arab Saudi telah menegaskan bahwa tidak ada toleransi bagi pengurusan visa yang melewati tenggat waktu yang telah ditentukan.

“Seluruh proses harus selesai lebih awal, termasuk pengunggahan data jemaah dan penerbitan visa. Keterlambatan akan berisiko pada tidak terlayani-nya jemaah,” demikian pernyataan resmi Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi.

Memasuki awal 2026, sejumlah tahapan penting menjadi sorotan karena tenggat waktunya semakin dekat:

Batas Akhir Visa Haji: 20 Maret 2026 (1 Syawal 1447 H). Setelah tanggal ini, sistem visa haji akan ditutup.

Pengunggahan Data Jemaah: Paling lambat 8 Februari 2026 (20 Syaban 1447 H) melalui sistem resmi Arab Saudi.

Percepatan Seluruh Tahapan: Seluruh rangkaian haji 2026 dimajukan, mulai dari administrasi hingga kedatangan jemaah.

Kesiapan Dokumen dan Kesehatan: Paspor, identitas, serta syarat kesehatan dan vaksinasi wajib dipastikan sejak dini.

Dengan sisa waktu yang relatif singkat, keterlambatan sekecil apa pun berpotensi berdampak besar terhadap keberangkatan jemaah.

Tantangan Serius bagi Indonesia

Bagi Indonesia, percepatan jadwal ini menjadi tantangan besar. Dengan jumlah jemaah terbanyak di dunia dan sistem antrean yang panjang, kesiapan dokumen dan ketepatan waktu menjadi kunci utama keberhasilan penyelenggaraan haji 2026.

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama sebelumnya telah mengingatkan bahwa ketidaklengkapan dokumen atau keterlambatan input data dapat berakibat fatal, termasuk gagal terbitnya visa haji.

Selain aspek administrasi, faktor kesehatan juga menjadi perhatian utama. Arab Saudi tetap menerapkan standar kesehatan ketat, termasuk kewajiban vaksinasi tertentu sebagai syarat masuk wilayah haji.

Jemaah Diminta Tidak Menunda

Dengan tenggat yang semakin dekat, calon jemaah haji diimbau tidak menunda pengurusan dokumen perjalanan dan pemeriksaan kesehatan. Percepatan jadwal haji 2026 menuntut kesiapan sejak jauh hari, bukan mendekati waktu keberangkatan.

Kebijakan ini sekaligus menjadi penegasan bahwa era penyelenggaraan haji kini bergerak menuju sistem yang lebih terjadwal, terukur, dan tanpa kompromi terhadap waktu. Kesiapan sejak sekarang menjadi penentu utama kelancaran ibadah haji tahun 2026.

Bagikan Berita:
  • Penulis: Muhammad Fadli
  • Editor: Fitriani Heli

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pembelaan Yaqut di Praperadilan: Kuota Haji Terikat dengan Kebijakan Saudi, Ada MoU

    Pembelaan Yaqut di Praperadilan: Kuota Haji Terikat dengan Kebijakan Saudi, Ada MoU

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 303
    • 0Komentar

    HAMRANEWS – Eks Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menegaskan lagi bahwa kebijakan kuota haji 50 persen ke non-reguler yang membuatnya jadi tersangka, adalah kebijakan yang terikat dengan Arab Saudi. Ada MoU terkait itu. Hal itu dia jelaskan saat mengambil langkah ke praperadilan yang diajukannya atas penetapan tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Yaqut sebelumnya ditetapkan […]

    Bagikan Berita:
  • Daftar Tunggu Haji Se-Indonesia Disamaratakan, Sulsel 40 Tahun Bisa Turun Jadi 26,4 Tahun

    Daftar Tunggu Haji Se-Indonesia Disamaratakan, Sulsel 40 Tahun Bisa Turun Jadi 26,4 Tahun

    • calendar_month Senin, 6 Okt 2025
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 692
    • 0Komentar

    JAKARTA – Antrean keberangkatan haji di Indonesia ditargetkan rata-rata 26,4 tahun, dan Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf punya alasan kuat di balik kebijakan itu. Menurutnya, sistem antrean tersebut dibuat bukan tanpa pertimbangan, melainkan demi pemerataan dan rasa keadilan bagi calon jemaah dari seluruh provinsi. “Untuk pembagian kuota per provinsi seusai antrean, dengan begitu […]

    Bagikan Berita:
  • Ketua IDI Makassar Berpulang saat Umrah, Dokter Aziz Dikenal sebagai Pejuang Dakwah dan Kemanusiaan

    Ketua IDI Makassar Berpulang saat Umrah, Dokter Aziz Dikenal sebagai Pejuang Dakwah dan Kemanusiaan

    • calendar_month Selasa, 4 Nov 2025
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 474
    • 0Komentar

    HAMRANEWS – Kabar duka menyelimuti dunia medis dan komunitas kemanusiaan di Kota Makassar. Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Makassar sekaligus Ketua Yayasan Masyarakat Hijrah Tanpa Nama (Mahtan), dr Abdul Azis SpU, meninggal dunia di Mekkah, Arab Saudi, saat menjalankan ibadah Umrah, Minggu 2 November 2025. Kabar kepergian dokter yang dikenal dermawan dan berjiwa sosial […]

    Bagikan Berita:
  • DPR RI Kebut Pembahasan Revisi UU Haji, Target Disahkan Agustus 2025

    DPR RI Kebut Pembahasan Revisi UU Haji, Target Disahkan Agustus 2025

    • calendar_month Jumat, 25 Jul 2025
    • account_circle REDAKSI
    • visibility 419
    • 0Komentar

    JAKARTA — DPR RI sedang menyelesaikan revisi Undang-Undang (UU) tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji, dengan target pengesahan pada Agustus 2025. Revisi UU Haji dilakukan demi memperbaiki sistem pelayanan haji nasional, termasuk membuka peluang pembentukan Kementerian Haji guna memperkuat tata kelola dan efisiensi penyelenggaraan ibadah haji. Ketua Tim Kunjungan Kerja Reses Komisi VIII DPR RI, Singgih Januratmoko, […]

    Bagikan Berita:
  • Arab Saudi Terus Tingkatkan Fasilitas Miqat, Waktu Tunggu Semakin Singkat

    Arab Saudi Terus Tingkatkan Fasilitas Miqat, Waktu Tunggu Semakin Singkat

    • calendar_month Kamis, 11 Sep 2025
    • account_circle REDAKSI
    • visibility 591
    • 0Komentar

    SAUDI – Pemerintah Arab Saudi terus melakukan penguatan layanan haji dan umrah melalui pengembangan besar-besaran di area miqat, titik awal jamaah memulai ihram sebelum melaksanakan ibadah. Proyek strategis tersebut dipimpin langsung oleh Royal Commission for Makkah City and Holy Sites dengan tujuan meningkatkan efisiensi, kapasitas, serta kualitas pengalaman jamaah. Pada musim haji terakhir, rencana operasional […]

    Bagikan Berita:
  • Lebih dari 300 WNI Ditolak di Tanah Suci karena Gunakan Visa Non-Haji: Uang Hilang, Haji Melayang

    Lebih dari 300 WNI Ditolak di Tanah Suci karena Gunakan Visa Non-Haji: Uang Hilang, Haji Melayang

    • calendar_month Senin, 19 Mei 2025
    • account_circle REDAKSI
    • visibility 758
    • 0Komentar

    SAUDI – Fenomena keberangkatan warga negara Indonesia (WNI) untuk berhaji secara non-prosedural masih saja terjadi. Hingga pertengahan Mei 2025, tercatat lebih dari 300 WNI ditolak masuk ke Arab Saudi karena kedapatan menggunakan visa yang tidak diperuntukkan bagi ibadah haji. Padahal, konsekuensi dan risiko menggunakan visa non-haji ada di depan mata. Tidak sedikit di antaranya yang […]

    Bagikan Berita:
expand_less