Berita Terkini
light_mode
Trending Tags
Beranda » Haji » Cerita Maman Suherman Naik Haji dan Ditepuk Ayahnya yang Sudah Meninggal

Cerita Maman Suherman Naik Haji dan Ditepuk Ayahnya yang Sudah Meninggal

  • account_circle Muhammad Fadli
  • calendar_month Senin, 13 Okt 2025
  • visibility 614
  • print Cetak

JAKARTA – Seleb dan komedian, Maman Suherman, punya kisah spiritual yang tak akan pernah dia lupakan, saat dia berangkat menunaikan Ibadah Haji. Maman, yang dikenal luas sebagai Mamang Minta Duit dalam tayangan Indonesia Lawak Klub, mengaku pernah bertemu kembali dengan ayahnya yang telah meninggal saat beribadah di Arafah.

Lewat tayangan video kompas TV, Maman menceritakan hidupnya yang tumbuh di keluarga sederhana di Makassar. Ayahnya, seorang sersan tentara, tidak mampu membelikan televisi untuk anak-anaknya.

Setiap sore, Maman kecil rela berdiri berjam-jam di depan rumah orang kaya hanya untuk menonton siaran TV dari jendela. Sering kehujanan, dan digigit nyauk. Hingga suatu malam, aktivitas itu membuatnya jatuh sakit.

Bahkan, sakit itu berujung membuat dia mati suri. Dinyatakan meninggal, lalu hidup lagi.

“Saya waktu itu kelas 3 SD. Setiap pulang sekolah baru makan dan salat zuhur, kan televisi tuh jam 5 jam 6 (mulai aktif siaran sore) TVRI.

Waktu itu karena hujan, saya kena tipes berat sampai dinyatakan meninggal. Sudah dibawa ke kamar mayat,” kenangnya.

Saat itu, cerita Maman, ayahnya sangat menyesali ketidakmampuannya membelikan televisi untuk anaknya. Ayahnya lalu bilang, andaikan anaknya itu hidup, dia akan berjuang untuk membelikan televisi.

“Setelah itu, tiba-tiba saya bangun,” ceritanya.

Beberapa bulan kemudian, sang ayah akhirnya membelikan televisi itu, dengan cara mencicil hingga tiga tahun. Sayangnya, belum lama setelah lunas, sang ayah wafat.

“Baru setelah beliau meninggal saya tahu, televisi itu dibeli dengan uang pinjaman rentenir,” ucap Maman.

Dia kemudian membagikan pesan sang ayah sebelum wafat. “Pesannya, Jangan Balas Dendam, Jadi Orang Ya, Man.

“Kalau Bapak meninggal, jangan mewahkan makam Bapakmu. Tapi mewahkan hatimu dan ibumu. Dan tunaikan cita-cita Bapakmu. Terperangah di Mekkah. Haji…” cerita Maman mengungkap pesan ayahnya.

Wasiat itu kemudian melekat sepanjang hidup Maman. Termasuk ketika ia memutuskan menulis untuk bertahan hidup di Jakarta saat kuliah di UI. Dari tulisan-tulisan itulah jalan rezekinya terbuka dan mengantarkannya hingga ke Tanah Suci.

Rezeki Tak Terduga dari Kantor untuk Naik Haji

Tahun 1991, Maman yang saat itu menjadi salah satu pimpinan media di kelompok Kompas Gramedia mendapat pertanyaan dari pendirinya, Jakob Oetama:

“Apa yang kamu inginkan, anak muda?”

Sebelum sempat menjawab, seorang kolega bercanda, “Orang Makassar mah, pasti cita-citanya naik haji.”

Tanpa disangka, Pak Jakob langsung berkata,

“Ya sudah, kamu berangkat haji. Kantor yang biayai.”

Maman pun berangkat berhaji atas biaya dinas, sekaligus ditugaskan meliput kegiatan haji. Ia tak pernah menyangka, impian masa kecil yang dulu hanya ia lihat di pelabuhan -mengantar para jemaah yang disambut bak raja, akhirnya jadi nyata.

Perjumpaan dengan Ayah di Padang Arafah

Puncak perjalanan itu terjadi di Arafah, tempat jutaan jemaah menumpahkan doa.

Maman, yang saat itu tengah mengaji di tenda, tiba-tiba teringat pesan Gus Dur, salah satu pembimbing hajinya:

“Kalau kamu tak percaya pada kekuatan doa, ya jangan berdoa di sana. Gitu aja kok repot.”

Ia pun memejamkan mata dan berdoa dari lubuk hatinya:

“Ya Allah, saya rindu Bapak saya. Mungkinkah Engkau pertemukan saya dengan beliau, entah lewat mimpi atau cara apa pun?”

Tak lama kemudian, seseorang bersorban putih datang menghampiri, menepuk kepalanya, dan berkata pelan:

“Nak, terima kasih kamu sudah mendoakan.”

Maman terperanjat. Wajah itu… wajah ayahnya.
Ia langsung jatuh pingsan.

Ketika sadar, orang-orang di sekitarnya kebingungan. Namun bagi Maman, ia tahu, doanya dijawab. Rindunya terbalas.

Hadiah untuk Ayah: ‘Haji Abu Bakar’

Setelah kembali ke Tanah Air, Maman menceritakan pengalamannya kepada Gus Dur.

Dengan senyum khasnya, Presiden keempat itu hanya berkata ringan:

“Tahun depan, hajikan bapakmu.”

Dan benar, setahun kemudian, berkat kebaikan yang sama dari kantornya, Maman kembali ke Tanah Suci untuk ‘membadalhajikan’ ayahnya, Abu Bakar, atas nama cinta seorang anak kepada orang tuanya.

Kini, puluhan tahun kemudian, Maman Suherman tetap merasa ayah dan ibunya belum pernah benar-benar pergi.

“Saya masih sering berdialog dengan mereka, lewat doa, lewat kenangan, lewat tulisan,” ujarnya.

Dari 60 buku yang ia tulis, 40 di antaranya terinspirasi oleh kisah hidup ayah dan ibunya.

Royalti dari buku-buku itulah yang kini membiayai pendidikan ketiga anaknya -di dalam dan luar negeri. Sebuah lingkaran kasih yang tak pernah putus.

“Kalau kata Rumi,” ujarnya lembut,

“Kematian hanya dirasakan oleh mereka yang melihat sesuatu hanya dari jasadnya. Padahal, tidak ada perpisahan bila kita terus menghidupkannya dalam doa.”

Bagikan Berita:
  • Penulis: Muhammad Fadli
  • Editor: Fitriani Heli

Rekomendasi Untuk Anda

  • Lepas 217 CJH, CEO Tazkiyah Tour Ingatkan Jemaah Agar Tidak Segan Komplain ke Pembimbing Haji

    Lepas 217 CJH, CEO Tazkiyah Tour Ingatkan Jemaah Agar Tidak Segan Komplain ke Pembimbing Haji

    • calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 174
    • 0Komentar

    HAMRANEWS.ID – Sebanyak 217 Calon Jemaah Haji Khusus diberangkatkan travel umrah Tazkiyah Tour pada 5 Mei 2026. Dalam ramah tamah dan pelepasan jemaah haji Tazkiyah yang berlangsung di Makassar, pada Senin 4 Mei 2026, ratusan jemaah mendapat banyak arahan dan dari pembimbing dan CEO Tazkiyah Tour, Ahmad Yani Fachruddin. Para calon jemaah haji khusus Tazkiyah […]

    Bagikan Berita:
  • Wamen Haji dan Umrah Disoroti karena Sindiran Kasar ke Tokoh Muhammadiyah Anwar Abbas

    Wamen Haji dan Umrah Disoroti karena Sindiran Kasar ke Tokoh Muhammadiyah Anwar Abbas

    • calendar_month Senin, 2 Feb 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 325
    • 0Komentar

    HAMRANEWS – Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, mendapat sorotan di media sosial karena dinilai menyindir tokoh sepuh Muhammadiyah, Anwar Abbas, dengan kata-kata kasar. Atas kata-kata Dahnil Anzar itu, Aktivis Muhammadiyah Jakarta, Farid Idris, secara terbuka mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk mencopot Pak Wamen. Dalam video yang tersebar luas, Dahnil menggunakan kata “cangkem” […]

    Bagikan Berita:
  • Momen Petugas Haji Dengarkan Curhat Jemaah Haji yang Istrinya Wafat di Mina

    Momen Petugas Haji Dengarkan Curhat Jemaah Haji yang Istrinya Wafat di Mina

    • calendar_month Jumat, 5 Jun 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 100
    • 0Komentar

    HAMRANEWS.ID – Potret kesedihan terpancar dari wajah Torani (63), seorang jemaah laki-laki dari Brebes, Jawa Tengah. Dia terlihat menatap dengan kosong. Sesekali, tepukan seorang petugas haji bernama Dita Prihastika disertai ucapan penghiburan menghampiri pundaknya. H Torani berangkat ke Tanah Suci bersama Istrinya, Turah Rawa (57). Tapi kini dia pulang sendirian. Sang istri wafat saat bermalam […]

    Bagikan Berita:
  • Subsidi Haji Makin Bengkak Bisa Menjadi Bom Waktu, Komnas Haji Ingatkan Keberlanjutan BPKH

    Subsidi Haji Makin Bengkak Bisa Menjadi Bom Waktu, Komnas Haji Ingatkan Keberlanjutan BPKH

    • calendar_month Jumat, 19 Sep 2025
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 465
    • 0Komentar

    JAKARTA – Untuk bisa berangkat haji, jamaah haji tahun ini mendapat subsidi jumbo yang berkisar Rp33 juta hingga Rp37 juta per orang. Dengan terus meningkatnya subsidi tanpa melihat inflasi yang meningkat, nilai tukar rupiah terhadap dolar, pajak di Arab Saudi dan faktor lain, subsisi membengkak ini bisa menjadi masalah di kemudian hari. Ironisnya, selain membayar […]

    Bagikan Berita:
  • Tazkiyah Tour Serahkan Asuransi ke Keluarga Jemaah Haji yang Wafat, Kemenhaj Apresiasi

    Tazkiyah Tour Serahkan Asuransi ke Keluarga Jemaah Haji yang Wafat, Kemenhaj Apresiasi

    • calendar_month Jumat, 10 Jul 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 54
    • 0Komentar

    HAMRANEWS.ID – Musim haji 1447 Hijriah telah selesai. Namun, Tazkiyah Tour masih terhubung dengan para alumni jemaah. Jumat, 10 Juli 2026, Tazkiyah Tour mengundang keluarga dari jemaah haji khusus, Jayadi Nonci Ambo Upe, yang wafat di tanah suci, beberapa waktu yang lalu. Undangan tersebut untuk penyerahan asuransi kepada keluarga almarhum. Ada dua jenis asuransi yang […]

    Bagikan Berita:
  • Gantikan Ibunya yang Wafat, Anak Polisi Jadi Calon Haji Termuda Bone

    Gantikan Ibunya yang Wafat, Anak Polisi Jadi Calon Haji Termuda Bone

    • calendar_month Jumat, 27 Feb 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 263
    • 0Komentar

    HAMRANEWS – Muhammad Fadhel Anugrah, remaja asal Kabupaten Bone, menjadi salah satu calon jemaah haji (CJH) termuda yang akan diberangkatkan tahun ini. Siswa MTs kelas II di MTs Watampone itu berangkat menunaikan ibadah haji menggantikan mendiang ibunya. Ayah Fadhel, Iptu Bahri, menceritakan bahwa dirinya bersama sang istri telah mendaftar haji sejak tahun 2011. Namun takdir […]

    Bagikan Berita:
expand_less