Hari Ini 35 Santri SPIDI Terbang ke Makkah, Mulai Petualangan Belajar 2,5 Bulan
- account_circle Muhammad Fadli
- calendar_month 16 menit yang lalu
- visibility 5
- print Cetak

Rombongan santri SPIDI di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar, Selasa, 13 Oktober 2026.
MAKASSAR — Hanya berselang tiga hari setelah peluncuran meriahnya di Kota Makassar, langkah nyata program Living and Learning in Saudi Arabia (SPIDI Makkah) resmi dimulai. Sebanyak 35 santri SPIDI bersama lima orang pendamping yang terdiri atas unsur guru dan pimpinan diberangkatkan menuju Makkah pada hari ini, Selasa, 13 Oktober 2026.
Pemberangkatan rombongan angkatan pertama ini menggunakan maskapai Garuda Indonesia dari Makassar. Keberangkatan ini menandai dimulainya petualangan akademik dan spiritual para santri yang akan menetap dan menimba ilmu langsung di tanah suci selama 2,5 bulan ke depan.
Direktur SPIDI, Mukhlisah Arif mengungkapkan, pemilihan Makkah sebagai pusat pembelajaran bukan sekadar destinasi kunjungan singkat, melainkan kesempatan bagi anak-anak Indonesia untuk hidup dan bertumbuh dalam suasana spiritual tanah haram.
”Mengapa Makkah? Karena Makkah bukan sekadar tempat belajar. Ia adalah tanah haram, tanah wahyu, tempat Ka‘bah berdiri dan kiblat kaum Muslimin. Kita ingin anak-anak kita bukan hanya berkunjung ke Makkah, tetapi hidup, belajar, beribadah, dan bertumbuh dalam suasana spiritual tanah suci,” ungkap Mukhlisah.
Program yang dikerjasamakan dengan Jam‘iyyah Al-Balad Al-Amin Al-‘Ilmiyyah Makkah bersama Syaikh Prof Ali Salih Al-Mihmadi ini bertumpu pada tiga pilar utama; pendalaman Al-Qur’an bersama para syaikh dan syaikhah, penguatan bahasa Arab bersama penutur asli (native speaker), serta pembentukan karakter kepemimpinan (leadership). Fasilitas asrama dan pusat kegiatan dipusatkan di kawasan Ar-Rajhi, An-Nasim, Kota Makkah.
Direktur SPIDI Makkah, Muthahhir Arif, menambahkan, pengalaman di tanah suci dirancang agar meninggalkan bekas yang panjang bagi para santri sepulangnya ke tanah air.
”Harapan kami, ketika mereka kembali nanti, mereka tidak hanya membawa kenangan dari Makkah, tetapi membawa Makkah di dalam hati mereka; Bahasa Arab yang lebih hidup, hubungan dengan Al-Qur’an yang lebih kuat, dan karakter kepemimpinan yang lebih matang,” tutur Muthahhir.
Pemberangkatan ini menyusul suksesnya gelaran SPIDI Islamic Edufest & Grand Launching di Balai Prajurit Jenderal M Yusuf (Gedung Manunggal) pada Sabtu, 10 Oktober 2026 lalu, yang dihadiri ribuan orang tua santri serta sejumlah tokoh penting seperti Bupati Maros Chaidir Syam dan Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham. (*)
- Penulis: Muhammad Fadli
- Editor: Fitriani Hel
