UMKM di Sulsel Didorong Ambil Bagian Dalam Ekosistem Haji-umrah
- account_circle Muhammad Fadli
- calendar_month 9 menit yang lalu
- visibility 1
- print Cetak

Screenshot
HAMRANEWS.ID, GOWA – Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Sulawesi Selatan mengambil bagian dalam ekosistem ekonomi haji dan umrah.
Langkah ini diharapkan membuka peluang pasar yang lebih luas bagi produk lokal sekaligus menjaga perputaran uang jemaah tetap di Indonesia.
Dorongan tersebut disampaikan Irfan saat membuka Expo Haji dan Umrah di Taman Sultan Hasanuddin, Gowa, Sabtu (17/10/2026).
Ia menegaskan, penyelenggaraan ibadah haji tidak hanya berkaitan dengan pelayanan jemaah, tetapi juga menyimpan potensi ekonomi yang dapat dimanfaatkan pelaku usaha dalam negeri.
Menurutnya, sejalan dengan arahan Presiden, aktivitas ekonomi yang berkaitan dengan haji dan umrah perlu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta menciptakan efek berganda (multiplier effect) bagi perekonomian nasional.
Untuk mendukung upaya tersebut, Kementerian Haji telah memiliki direktorat jenderal yang secara khusus menangani suplai kebutuhan jemaah haji. Melalui kebijakan ini, UMKM diharapkan dapat terlibat dalam pemenuhan berbagai kebutuhan jemaah, mulai dari bahan makanan hingga bumbu-bumbu.
“Salah satu tujuannya adalah untuk bisa membantu para UMKM ini bisa menjadi bagian dari ekosistem. Awalnya mungkin dari penyediaan bahan makanan atau bumbu-bumbu,” ujar Irfan.
Peluang lainnya terbuka dari tingginya belanja jemaah untuk membeli suvenir dan oleh-oleh. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirujuk Menhaj, jemaah haji Indonesia menghabiskan sekitar Rp4 triliun untuk membeli oleh-oleh pada tahun lalu.
Ironisnya, sejumlah produk yang dibeli di Arab Saudi, seperti pakaian dan mainan bernuansa unta, justru merupakan barang produksi Indonesia, termasuk yang berasal dari Sidoarjo.
Kondisi tersebut dinilai sebagai peluang bagi UMKM untuk memperluas pasar sekaligus memperpendek rantai distribusi. Produk dalam negeri diharapkan bisa dipasarkan langsung kepada jemaah sebelum keberangkatan, sehingga mereka tidak perlu membeli barang serupa di Arab Saudi.
Menhaj memperkirakan jemaah asal Sulawesi Selatan menyumbang sekitar Rp1 triliun hingga Rp1,5 triliun dari total belanja oleh-oleh jemaah haji Indonesia yang mencapai Rp4 triliun.
“Kita berupaya bagaimana barang-barang ini tidak perlu dikirim ke sana. Jemaah cukup beli di sini, sehingga perputaran uangnya tetap di Tanah Air,” jelasnya.
Untuk mempertemukan peluang pasar tersebut dengan pelaku usaha, Kementerian Haji menggelar Expo Haji dan Umrah secara bertahap di sejumlah daerah, mulai dari Madiun, Denpasar, Makassar, Yogyakarta, Kudus, Padang, hingga Medan.
Khusus untuk pameran di Gowa, Menhaj menargetkan nilai transaksi ekonomi dapat mencapai sekitar Rp10 miliar, menyamai capaian di wilayah lain.
Melalui kegiatan ini, pemerintah berharap UMKM lokal tidak sekadar menjadi peserta pameran, tetapi juga mampu menjadi bagian dari rantai pasok kebutuhan haji dan umrah, sehingga manfaat ekonomi dari penyelenggaraan ibadah tersebut dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
- Penulis: Muhammad Fadli
- Editor: Fitriani Heli
