Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Haji » Cerita Abdullah bin Mubarak dan Haji sebagai Atap Bangunan Keislaman

Cerita Abdullah bin Mubarak dan Haji sebagai Atap Bangunan Keislaman

  • account_circle Imam Dzulkifli
  • calendar_month Rab, 27 Mei 2026
  • visibility 39

HAMRANEWS.ID – Bulan Zulhijah bukan sekadar bulan penutup dalam kalender Hijriah, melainkan puncak dari perjalanan spiritual seorang Muslim. Bersama bulan Syawal dan Zulkaidah, Zulhijah termasuk dalam asyhur maklumat atau bulan-bulan yang ditentukan untuk ibadah haji.

Prof. Dr. H. Muammar Bakry, Lc., MA, dalam tausiah terkait Bulan Zulhijjah di Kantor Travel Haji dan Umrah Tazkiyah Tour, menyampaikan haji yang dianggap sebagai atap, dalam Dalam Filosofi Bangunan Islam.

“Dalam perspektif rukun Islam, ibadah di bulan Zulhijah memiliki posisi yang sangat unik. Jika diibaratkan sebuah bangunan,” ungkap Muhammad Bakry, 20 Mei 2026 lalu.

Syahadat adalah pondasinya. Tanpa syahadat yang kuat, amalan lain seperti salat, zakat, dan haji akan bermasalah karena pondasi yang rusak.

Salat adalah tiang agamanya. Puasa berfungsi sebagai dinding yang melindungi bangunan tersebut.

Zakat adalah finishing atau pembersih yang membuat bangunan layak huni.

Haji (Zulhijah) digambarkan sebagai atap yang menyempurnakan dan melindungi seluruh bangunan keislaman tersebut.

Kewajiban Berniat dan Berusaha

Muammad Bakry menjelaskan, banyak umat Muslim merasa belum berkewajiban karena merasa tidak mampu secara finansial. Namun, ditekankan bahwa setiap Muslim wajib memiliki niat untuk berhaji. Kata istata’ah dalam Al-Qur’an (mampu) memiliki akar kata yang berarti berusaha untuk menjadi mampu.

Niat yang tulus harus dibarengi dengan upaya nyata, seperti menyisihkan sebagian penghasilan. Jika seseorang sudah berniat dan berusaha namun ajal menjemput sebelum sempat berangkat, Allah SWT telah menghitungnya sebagai ibadah haji yang sempurna.

Kisah Abdullah bin Mubarak menjadi contoh nyata bagaimana niat membantu orang yang kesulitan lebih dicintai Allah daripada ritual fisik haji itu sendiri, bahkan Allah menggantikan posisinya dengan jasad yang mirip saat pelaksanaan haji.

“Abdullah bin Mubarak ini seorang ulama dari Syam, dia kumpulkan uangnya untuk pergi haji. Saat dia berangkat haji, tiba-tiba di tengah jalan dia temukan gubuk ada aroma tidak sedap, dia cium rasa muntah,” cerita Muhammad Bakry.

Sebuah pemandangan yang miris. Abdullah Mubarak melihat seorang ibu memasak bangkai dan di sampingnya ada anak-anak yang lapar menunggu masakan itu.

“Menangis meneteskan air mata Abdullah bin Mubarak lalu dia ubah niatnya. Uang yang dia kumpulkan pergi haji dia setorkan ke ibu itu. Makan saja. Tidak pantas baginya pergi haji dengan melihat pemandangan itu.

Maka pulanglah Abdullah bin Mubarak. Tapi dia tidak langsung pulang. Dia mampir ceramah. Ternyata, di kampungnya ada warga yang (pulang berhaji) mengaku melihat Abdullah bin Mubarak tawaf di Kakbah dan melihatnya berada ada di Arafah.

“Jadi ada jasad yang dimiripkan Abdullah bin Mubarak. Lalu ada warga di kampungnya diberi mimpi, bahwa di antara yang paling mabrur hajinya itu Abdullah bin Mubarak. lalu sekampung itu menyambut Abdullah bin Mubarak,” cerita Muammar lagi.

Amalan dengan Pahala Setara Haji

Bagi mereka yang belum berkesempatan berangkat ke tanah suci, terdapat “jalan pintas” untuk mendapatkan pahala setara haji dan umrah yang sempurna, yaitu:

1. Salat Subuh berjamaah, kemudian duduk berzikir di masjid hingga masuk waktu Isyrak (pagi hari), lalu melaksanakan salat sunah dua rakaat sebelum keluar masjid,.
2. Bagi fakir miskin, keseriusan menghadiri salat Jumat secara fisik dan mental dianggap sebagai haji bagi mereka.

Makna Haji Mabrur: Grafik Kehidupan yang Meningkat
Zulhijah adalah bulan terakhir sebelum kembali ke bulan Muharram. Ini memberikan pesan bahwa grafik amalan seorang Muslim harus semakin meningkat (mabrur) seiring berkurangnya jatah umur.

Ciri-ciri haji yang mabrur dapat dilihat dari perubahan perilaku setelah pulang, seperti:

• Semakin rajin beribadah (misalnya lebih tekun salat sunah).
• Lebih sosial dan dermawan, seperti gemar mentraktir atau berbagi kepada sesama.
• Menjaga diri dari kemaksiatan, terutama dalam masa 40 hari setelah pulang di mana doa-doa orang yang berhaji masih sangat mustajab.

Hukum Berkurban dan Prioritas Keluarga

Terkait ibadah kurban, amalan ini disunahkan bagi mereka yang memiliki kelonggaran (sa’atan). Artinya, kurban sebaiknya dilakukan setelah seluruh beban kewajiban keluarga (seperti biaya pendidikan anak, kebutuhan istri, dan cicilan) telah terpenuhi.
Seseorang dianggap belum memiliki kesanggupan jika tabungannya tidak mencukupi setelah dikurangi kebutuhan pokok bulanan tersebut.

Bagikan Berita:
  • Penulis: Imam Dzulkifli

Rekomendasi Untuk Anda

  • visa umrah, visa saudi,

    Kabar Gembira, Pemegang Visa Ziarah Bisa Buka Rekening Bank di Saudi

    • calendar_month Jum, 3 Okt 2025
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 371
    • 0Komentar

    SAUDI – Jamaah maupun wisatawan yang datang ke Arab Saudi dengan visa ziarah. Bank Sentral Saudi (SAMA) resmi mengumumkan bahwa pemegang dokumen Visit ID kini bisa membuka rekening bank di berbagai bank yang beroperasi di Kerajaan. Langkah ini menjadi bagian dari aturan perbankan terbaru yang bertujuan memperluas akses layanan finansial bagi pengunjung. Menurut SAMA, aturan […]

    Bagikan Berita:
  • Pemerintah Buka Opsi Perpanjangan Pelunasan Haji untuk CJH yang Terdampak Bencana di Sumatera-Aceh

    Pemerintah Buka Opsi Perpanjangan Pelunasan Haji untuk CJH yang Terdampak Bencana di Sumatera-Aceh

    • calendar_month Sab, 27 Des 2025
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 281
    • 0Komentar

    HAMRANEWS – Akhirnya, para calon jemaah haji asal Sumatera yang terdampak bencana alam, mendapat kelonggaran dari Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj). Direktur Jenderal Pelayanan Haji dan Umrah, Ian Heriyawan, mengungkapkan bahwa bencana alam berdampak langsung pada kesiapan jemaah di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, terutama dalam proses pelunasan tahap pertama. “Persentase pelunasan di Aceh […]

    Bagikan Berita:
  • Jemaah Umrah RI Tembus 2 Juta per Tahun, Alasan Pemerintah Mau Naikkan Status BPH Jadi Kementerian

    Jemaah Umrah RI Tembus 2 Juta per Tahun, Alasan Pemerintah Mau Naikkan Status BPH Jadi Kementerian

    • calendar_month Jum, 22 Agu 2025
    • account_circle REDAKSI
    • visibility 399
    • 0Komentar

    JAKARTA – Jumlah jemaah umrah Indonesia yang mencapai hampir 2 juta orang per tahun menjadi salah satu alasan utama pemerintah mendorong transformasi Badan Pengelola (BP) Haji menjadi Kementerian Haji dan Umrah. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengungkapkan, tingginya mobilitas umat Islam Indonesia ke Tanah Suci, baik untuk haji maupun umrah, menuntut kelembagaan yang lebih kuat. […]

    Bagikan Berita:
  • Mengenali Panggilan Salat Jenazah di Masjidil Haram, Jangan Sampai Salah

    Mengenali Panggilan Salat Jenazah di Masjidil Haram, Jangan Sampai Salah

    • calendar_month Ming, 12 Apr 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 117
    • 0Komentar

    HAMRANEWS – Bagi jamaah yang berada di Masjidil Haram, momen salat jenazah adalah salah satu pengalaman spiritual yang penting. Tidak sedikit jamaah yang awalnya kebingungan mengenali tanda-tanda dimulainya salat ini, karena berbeda dengan salat fardhu pada umumnya. Panggilan Khas Tanpa Adzan dan Iqamah Berbeda dari salat wajib, salat jenazah di Masjidil Haram tidak diawali dengan […]

    Bagikan Berita:
  • Video: Suasana Meriah Halal Bihalal Tazkiyah Group Bersama Dia Ekawati Play Button

    Video: Suasana Meriah Halal Bihalal Tazkiyah Group Bersama Dia Ekawati

    • calendar_month Jum, 16 Mei 2025
    • account_circle REDAKSI
    • visibility 444
    • 0Komentar

    Penyanyi legendaris Makassar, Dian Ekawati tampil sebagai host sekaligus penyanyi yang menghibur para jemaah dan keluarga Tazkiyah Tour, saat travel umrah pemegang ISO 9001:2015 itu menggelar Halal Bihalal di Hote MYKO Makassar, Minggu 4 Mei 2025 lalu. Bagikan Berita:

    Bagikan Berita:
  • Travel Haji Risma Belum Bayar Penginapan dan Tiket Pulang Belum Jelas, 44 Jemaaahnya Telantar di Hotel

    Travel Haji Risma Belum Bayar Penginapan dan Tiket Pulang Belum Jelas, 44 Jemaaahnya Telantar di Hotel

    • calendar_month Jum, 3 Apr 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 137
    • 0Komentar

    HAMRANEWS – Sebanyak 44 jemaah umrah asal Sulawesi Selatan (Sulsel) kini terkatung-katung di Makkah, Arab Saudi, tanpa kepastian kepulangan. Hingga kini, mereka belum mengantongi tiket pulang, sementara biaya hotel tempat mereka menginap juga belum dibayarkan oleh pihak travel. Kondisi ini membuat para jemaah berada dalam tekanan. Pihak hotel terus menagih pembayaran, bahkan sempat melakukan penyitaan […]

    Bagikan Berita:
expand_less