Cerita di Balik Lion Air Delay Dua Hari dan Bikin Ratusan Jamaah Umrah Terkatung-katung di Jeddah
- account_circle Muhammad Fadli
- calendar_month Sab, 27 Des 2025
- visibility 25

HAMRANEWES – Ratusan jemaah haji Indonesia tertahan di Bandara Jeddah lantaran penerbangan Lion Air bermasalah. Penerbangan dengan kode JT-111 rute Jeddah ke Jakarta mengalami delay hingga dua hari, membuat ratusan jamaah umrah tertahan di Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah tanpa kepastian jadwal keberangkatan yang jelas.
Corporate Communications Strategic Lion Group, Danang Mandala Prihantoro, menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami para jamaah umrah. Maskapai menegaskan penundaan dilakukan demi keselamatan dan keamanan penerbangan setelah pemeriksaan teknis rutin menemukan kebutuhan perbaikan komponen penting pada pesawat Airbus A330.
Awalnya, pesawat registrasi PK-LEH dijadwalkan berangkat pada 24 Desember 2025 pukul 20.00 AST (00.00 WIB). Namun pesawat memerlukan penanganan teknis lanjutan sehingga tidak dapat berangkat tepat waktu. Lion Air bahkan mengirim suku cadang dari Jakarta ke Jeddah untuk mempercepat proses perbaikan.
Maskapai kemudian menjadwalkan ulang keberangkatan ke 26 Desember 2025 pukul 08.00 AST setelah seluruh pemeriksaan selesai dan pesawat dinyatakan laik terbang. Danang menegaskan bahwa keselamatan dan kenyamanan jemaah tetap menjadi prioritas utama Lion Air selama masa penundaan.
Namun, keterlambatan ini telah membuat ratusan jamaah umrah terpaksa menunggu lebih dari 48 jam di Jeddah dengan fasilitas terbatas di terminal keberangkatan. Sejumlah jamaah mengaku frustrasi menunggu tanpa kepastian awal kapan jadwal benar-benar dimulai.
Sebagai bentuk tanggung jawab, Lion Air menyediakan akomodasi hotel dan konsumsi bagi para jamaah yang terdampak menunggu. Maskapai juga memastikan proses teknis perbaikan dilakukan secara menyeluruh sebelum penerbangan dilanjutkan.
Kasus ini bukan kali pertama Lion Air menghadapi kritik soal ketepatan jadwal. Maskapai kerap mendapat sorotan karena frekuensi delay yang lebih tinggi dibandingkan standar industri, terutama pada periode ramai atau rute panjang.
Sementara itu, para pakar penerbangan menilai bahwa penyebab umum keterlambatan melibatkan masalah teknis pesawat, cuaca buruk, jam operasional bandara, atau manajemen jadwal yang rapat, meskipun Lion Air menyatakan keselamatan tetap menjadi alasan utama setiap penundaan.
- Penulis: Muhammad Fadli
- Editor: Fitriani Heli



