Berita Terkini
light_mode
Trending Tags
Beranda » Haji » Dua Syarikah yang Melayani Jemaah Haji 2026, Intip Rekam Jejaknya

Dua Syarikah yang Melayani Jemaah Haji 2026, Intip Rekam Jejaknya

  • account_circle Muhammad Fadli
  • calendar_month Sabtu, 4 Okt 2025
  • visibility 735
  • print Cetak

JAKARTA – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) telah menetapkan pada tahun 2026, cuma dua syarikah atau perusahaan yang akan melayani jemaah haji Indonesia. Keputusan tersebut setelah proses lelang ketat yang diikuti lebih dari 150 perusahaan di Arab Saudi.

“Syarikah itu yang ikut seleksi ada lebih dari 150 syarikah. Dalam proses lelang dan segala macam terpilih awalnya ada tinggal 50. Kemudian ada tinggal sekitar 20. Kemudian terakhir itu ada tinggal 4 dan terakhir nanti akan dipilih 2 syarikah,” ujar Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, saat ditemui di kantornya, Kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa 30 September 2025.

Dia menyebutkan, dua syarikah Itu juga telah diumumkan oleh kantor urusan haji Saudi Arabia.

Kedua syarikah yang terpilih adalah Rakeen Mashariq Al Mutamayizah Company For Pilgrim Service dan Albait Guest. Keduanya bukan nama baru, karena pernah terlibat dalam penyelenggaraan haji Indonesia di tahun sebelumnya.

Dahnil menjelaskan penetapan dua syarikah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk penyelenggaraan haji yang lebih baik. Di samping itu, penetapan ini juga untuk menghindari adanya kebocoran anggaran yang selama ini menjadi temuan.

Bagaimana rekam jejak dua syarikah tersebut dalam melayani jemaah haji?

Rakeen Mashariq Al Mutamayizah Company For Pilgrim Service

Syarikah pertama, Rakeen Mashariq Al Mutamayizah Company For Pilgrim Service, ditunjuk langsung oleh Kementerian Haji dan Umrah RI setelah proses lelang ketat yang melibatkan lebih dari 150 syarikah.

Ini bukan kali pertama Rakeen Mashariq melayani jemaah haji Indonesia.

Pada tahun 2025, Rakeen Mashariq melayani 35.090 jemaah haji Indonesia.

Rakeen Mashariq bekerja sama dengan Kementerian Agama Republik Indonesia dan pemerintah Arab Saudi untuk memastikan kelancaran ibadah haji.

Melansir dari kantorhatsushaji, Rakeen merupakan anak perusahaan Mashariq yang merupakan jelmaan Muassasah (lembaga pemerintah) yang ditunjuk melayani Tamu Allah dari negara-negara Asia Tenggara.

Namun sejak tahun 2023, ketika sistem swastanisasi diberlakukan oleh Pemerintah Arab Saudi, maka setiap negara bebas memilih syarikah manapun.

Di era swastanisasi, Muassasah berubah menjadi perusahaan partikelir (syarikah). Maka Muassasah Asia Tenggara berubah menjadi Syarikah Mashariq.

Kini melalui perusahaannya Rakeen Masshariq resmi menjadi pelayan dhuyufurrahman (tamu Allah) Tanah Air.

Al Bait Guests

Al Bait Guests atau Dhuyuf Al Bait bersama Mashariq ikut melayani jemaah haji Indonesia tahun 2026 mendatang.

Al Bait Guests merupakan perusahaan layanan haji dan perhotelan yang didirikan di Arab Saudi pada tahun 2022, dengan pusat di Makkah.

Perusahaan tersebut menyediakan layanan lengkap untuk para peziarah, termasuk akomodasi, transportasi, makanan, bimbingan spiritual, dan kegiatan rekreasi lainnya, serta telah melayani sekitar 600.000 jamaah dari Asia Selatan dan menjalin kemitraan dengan Indonesia untuk melayani jamaah haji reguler.

Sama halnya dengan Rakeen Mashariq, syarikah Al Bait Guests pertama kali melayani jemaah haji reguler Indonesia pada 1446 H/2025 M.

Saat itu Al Bait Guest melayani jemaah haji Indonesia terbanyak yaitu 35.977 jemaah haji Indonesia.

Sebelum sistem swastanisasi dalam penyelenggaraan ibadah haji diberlakukan, Al Bait Guests hanya melayani jemaah haji asal Asia Selatan, seperti India, Pakistan dan Bangladesh.

Di Indonesia, Himpunan Penyelenggara Umrah dan Haji (HIMPUH) menjadi asosiasi pertama yang menjalin kerja sama dengan Al Bait Guests.

Saat itu, mayoritas jemaah haji khusus Anggota HIMPUH dilayani oleh Al Bait Guests.

Kontrak Multiyears, Hingga Tiga Tahun

Untuk mencegah praktik manipulasi dan ‘feedback’ dalam pelelangan di Arab Saudi, Kemenhaj juga membuat terobosan baru. Kontrak kerja sama dengan kedua syarikah tersebut akan bersifat multi-year, langsung tiga tahun, bukan lagi tahunan.

Perubahan kebijakan ini juga bertujuan untuk meminimalkan jumlah syarikah yang terlibat. Jika sebelumnya ada delapan syarikah yang melayani jemaah Indonesia, kini hanya akan ada dua.

“Dan alhamdulillah biaya bisa kita tekan lebih dari 200 riyal (per-jemaah) yang tadinya biaya syarikah itu 2.300 (riyal). Tahun ini kita tekan tanpa ada pungli, tanpa ada manipulasi, itu menjadi 2.100 (riyal). Dan ke depan kita hanya menggunakan 2 syarikah, tidak lagi 8 syarikah,” tutur Dahnil.

Jika dihitung, Kementerian Haji dan Umrah telah melakukan penghematan sekitar Rp 180 miliar secara keseluruhan dari total anggaran Rp 17 triliun. Dahnil Simanjuntak pun berharap, efisiensi dari penekanan kebocoran ini bisa menurunkan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 2026. Hal ini sesuai dengan perintah Presiden Prabowo Subianto.

“Perintah Presiden begitu. Dari kebocoran-kebocoran itulah harapan kami nanti bisa menekan ongkos naik haji atau BPIH. Karena kalau kebocoran 20-30 persen dari Rp 17 triliun itu berarti per tahun terjadi kebocoran hampir Rp 5 triliun. Dan itulah yang hari ini ingin kami tekan semaksimal mungkin, bila perlu nol kebocoran,” ungkapnya.

Menurut Dahnil, pos biaya haji terbesar berada pada transportasi udara, yang nilainya hampir Rp 6 triliun. Disusul oleh syarikah dan hotel yang masing-masing mencapai hampir Rp 3 triliun.

“Kami simulasi dari Rp 17 triliun itu semuanya terdiri dari 10 proses pengadaan,” imbuhnya.

Meskipun biaya haji berhasil ditekan, Dahnil menekankan tantangan lain tetap ada, seperti nilai tukar dolar yang terus naik. Tahun lalu kurs dolar berada di Rp 16.000, sedangkan tahun ini sudah mencapai Rp 16.500.

“Kalau dihitung dari sisi finansial untuk menekan BPIH itu tidak mudah karena dolarnya naik. Tapi itu menjadi mudah kalau kebocoran-kebocoran ini bisa kita tekan. Kami fokus pada kebocoran untuk memastikan BPIH sesuai dengan perintah Presiden itu turun dan di situlah kami memohon bantuan dari Kejaksaan Agung untuk menekan kebocoran ini,” tandasnya.

Bagikan Berita:
  • Penulis: Muhammad Fadli
  • Editor: Fitriani Heli

Rekomendasi Untuk Anda

  • Penerbangan Umrah Terdampak Abu Vulkanik Anak Krakatau, Kemenhaj Imbau Jemaah Tetap Tenang

    Penerbangan Umrah Terdampak Abu Vulkanik Anak Krakatau, Kemenhaj Imbau Jemaah Tetap Tenang

    • calendar_month Senin, 7 Sep 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 21
    • 0Komentar

    HAMRANEWS.ID – Aktivitas vulkanik Anak Krakatau berdampak pada operasional penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta sejak Minggu, 6 September 2026. Kondisi tersebut turut memengaruhi perjalanan sejumlah jemaah umrah. Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI langsung mengambil langkah antisipasi untuk memastikan keselamatan sekaligus pelayanan dan perlindungan bagi jemaah yang terdampak. Kemenhaj meminta seluruh Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU), […]

    Bagikan Berita:
  • Rekrutmen Petugas Haji 2026 Dibuka Mulai November, Peserta Akan Dibina di Barak

    Rekrutmen Petugas Haji 2026 Dibuka Mulai November, Peserta Akan Dibina di Barak

    • calendar_month Rabu, 1 Okt 2025
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 573
    • 0Komentar

    Terkini, Makassar – Persiapan penyelenggaraan haji 1447 H/2026 M segera berjalan. Pemerintah memastikan proses rekrutmen resmi petugas haji akan dimulai pada November 2025. Setelah dinyatakan lolos, para petugas tak langsung berangkat, melainkan wajib mengikuti pelatihan intensif selama sebulan penuh di barak. Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, menekankan seleksi dilakukan ketat agar hanya […]

    Bagikan Berita:
  • Delay 2 Hari, 400 Jemaah Umrah Penumpang Lion Air Akhirnya Tiba di Tanah Air

    Delay 2 Hari, 400 Jemaah Umrah Penumpang Lion Air Akhirnya Tiba di Tanah Air

    • calendar_month Minggu, 28 Des 2025
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 342
    • 0Komentar

    HAMRANEWS – Penantian ratusan jamaah umrah yang sempat tertahan di Jeddah akhirnya berakhir. Sebanyak 400 jamaah umrah yang mengalami penundaan kepulangan berhasil diterbangkan kembali ke Indonesia menggunakan maskapai Lion Air (JT111). Rombongan jamaah tersebut diberangkatkan dari hotel tempat menginap pada Sabtu malam (27/12/2025) dan akhirnya lepas landas dari Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah, menuju Bandara […]

    Bagikan Berita:
  • Skema Umrah Putri Dakka Haram karena Mengandung Gharar dan Terindikasi Ponzi

    Skema Umrah Putri Dakka Haram karena Mengandung Gharar dan Terindikasi Ponzi

    • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 366
    • 0Komentar

    HAMRANEWS — Program umrah subsidi yang menyeret nama Putriana Hamda Dakka alias Putri Dakka kini terus berproses di kepolisian. Otoritas keagamaan dan asosiasi penyelenggara haji dan umrah menegaskan, skema yang digunakan mengandung unsur gharar dan skema ponzi, sehingga haram secara syariat dan terlarang menurut hukum negara. Kasus ini tengah bergulir di Polda Sulawesi Selatan, dengan […]

    Bagikan Berita:
  • Sayur-sayuran dari RI Siap Jadi Pasokan Kebutuhan Pangan Jemaah Haji dan Umrah

    Sayur-sayuran dari RI Siap Jadi Pasokan Kebutuhan Pangan Jemaah Haji dan Umrah

    • calendar_month Senin, 13 Okt 2025
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 404
    • 0Komentar

    JAKARTA – Pemerintah berupaya memperluas manfaat ekonomi dari penyelenggaraan ibadah haji dan umrah. Salah satunya dengan mendorong produk-produk pertanian dan peternakan nasional menjadi bagian dari rantai pasok kebutuhan jamaah haji dan umrah di Tanah Suci. Langkah ini disampaikan oleh Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono, usai menerima kunjungan Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar […]

    Bagikan Berita:
  • Kemenhaj Lempar Wacana Skema Naik Haji Jalur ‘War Tiket’

    Kemenhaj Lempar Wacana Skema Naik Haji Jalur ‘War Tiket’

    • calendar_month Kamis, 9 Apr 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 257
    • 0Komentar

    HAMRANEWS – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) melempar wacana naik haji dengan skema seperti sistem lama sebelum keberadaan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH). Wacana ini dilempar terkait dengan antrean keberangkatan haji yang kini mencapai 26 tahun. Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan menyebut, pemerintah tengah mengkaji berbagai opsi untuk mengatasi panjangnya daftar tunggu, termasuk skema baru […]

    Bagikan Berita:
expand_less