Hadapi Haji 2026, Kemenhaj Perketat Standar Layanan dan Disiplin Petugas di Arab Saudi
- account_circle Muhammad Fadli
- calendar_month 8 jam yang lalu
- visibility 4

HAMRANEWS – Kementerian Haji dan Umrah RI memperketat standar layanan ibadah haji 1447 H/2026 M dengan membekali calon Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi melalui pelatihan intensif selama satu bulan penuh.
Pelatihan tersebut digelar terpusat di Asrama Haji Pondok Gede dan dimulai sejak 10 Januari 2026.
Langkah ini dilakukan sebagai respons atas tingginya tuntutan pelayanan jemaah haji tahun 2026, terutama pada fase krusial puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Kemenhaj menargetkan petugas haji tidak hanya siap secara teknis, tetapi juga tangguh secara fisik dan mental di lapangan.
Inspektur Jenderal Kementerian Haji dan Umrah, Dendi Suryadi, menegaskan bahwa pelatihan PPIH kali ini dirancang lebih ketat dan terukur. Ada empat sasaran utama yang ditekankan, yakni ketahanan fisik, kekuatan mental, penguasaan tugas, serta soliditas antarpersonel.
“Petugas haji tahun 2026 harus memiliki service mindset yang kuat. Mereka adalah garda terdepan pelayanan jemaah, terutama di situasi darurat dan padat aktivitas,” ujar Dendi.
Untuk memperkuat disiplin dan ketahanan fisik, Kemenhaj menggandeng Markas Besar TNI dan Polri. Sebanyak 179 pelatih dari kedua institusi tersebut diterjunkan langsung untuk membina peserta pelatihan.
Pada tahap awal, peserta menjalani pelatihan Peraturan Baris Berbaris (PBB) guna membangun kedisiplinan, kepatuhan terhadap komando, serta ketepatan bertindak di lapangan. Memasuki minggu kedua, fokus pelatihan bergeser pada pendalaman tugas dan fungsi (tusi) masing-masing bidang, mulai dari layanan bandara, akomodasi, katering, kesehatan, hingga layanan media.
Kemenhaj juga menyiapkan kebijakan khusus saat puncak haji di Arafah. Petugas yang belum berhaji tetap diberi kesempatan menunaikan ibadah haji, namun diwajibkan mengenakan seragam dinas. Kebijakan ini bertujuan agar petugas tetap mudah dikenali jemaah dan siap memberikan pelayanan sewaktu-waktu, meski konsekuensinya petugas harus membayar dam.
Melalui pelatihan intensif dan penegakan disiplin ini, Kemenhaj optimistis kualitas layanan haji 2026 akan lebih tertib, responsif, dan berorientasi pada kenyamanan serta keselamatan jemaah Indonesia.
- Penulis: Muhammad Fadli
- Editor: Fitriani Heli



