Berita Terkini
light_mode
Trending Tags
Beranda » Umrah » Isak Tangis Sambut Kepulangan Jemaah yang Gagal Umrah di Jambi, Sempat Terkatung-katung di Bandara

Isak Tangis Sambut Kepulangan Jemaah yang Gagal Umrah di Jambi, Sempat Terkatung-katung di Bandara

  • account_circle Muhammad Fadli
  • calendar_month Senin, 24 Agt 2026
  • visibility 21
  • print Cetak

HAMRANEWS.ID– Isak tangis keluarga pecah saat menyambut kepulangan puluhan calon jemaah umrah asal Jambi yang gagal berangkat ke Tanah Suci.

Para jemaah sebelumnya sempat tertahan di Medan setelah rencana keberangkatan pada 18 Agustus 2026 tidak terlaksana. Setelah beberapa hari menunggu kepastian, mereka akhirnya dipulangkan ke Mandailing Natal.

Setibanya di daerah asal, para jemaah langsung menuju Polres Mandailing Natal (Madina) untuk menempuh jalur hukum terkait dugaan penipuan yang mereka alami.

Tangis keluarga pecah ketika melihat para jemaah pulang tanpa bisa melanjutkan perjalanan umrah. Sebagian keluarga mengaku kecewa dan terpukul karena perjalanan ke Tanah Suci telah dipersiapkan dengan penuh harapan, namun berakhir dengan kegagalan.

Kasus ini diduga berkaitan dengan penawaran paket umrah murah yang ditawarkan PT Gema Talbia.

Pendamping jemaah, Ahmad Abdul Malik, mengungkap sejumlah kejanggalan yang dialaminya bersama puluhan calon jemaah sejak proses keberangkatan.

Tergiur Promo Umrah Rp20 Juta

Kasus tersebut bermula dari penawaran paket umrah seharga Rp20 juta per orang.

Menurut Malik, pemilik travel berinisial O menawarkan paket tersebut sebagai promo khusus dengan alasan mendapat subsidi dari paket reguler.

“Dia bilang ini promo milad Rp20 juta, berasal dari subsidi harga reguler. Karena kebodohan dan keawaman saya soal ini, saya melihatnya masuk akal,” ujar Malik, dikutip dari program Saksi Kata Tribun Jambi di YouTube, Rabu (19/8/2026).

Namun, persoalan mulai muncul ketika proses pengurusan dokumen perjalanan dilakukan.

Visa para jemaah tak kunjung terbit meski uang pelunasan telah ditransfer. Kondisi tersebut membuat calon jemaah mulai mempertanyakan kepastian keberangkatan mereka.

Malik bahkan mengungkap adanya dugaan penggunaan nomor visa milik orang lain.

“Jadi tanggal 2 pagi saya pulang dari kantor karena visa itu enggak keluar juga. Ternyata Sisco Patuh ini juga bisa keluar pakai nomor visa orang lain. Banyak kebohongan-kebohongan yang dilakukan oleh pihak owner,” katanya.

Boarding Pass Sempat Ditahan

Kejanggalan kembali terjadi ketika rombongan berada di Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Boarding pass jemaah disebut sempat ditahan oleh pihak vendor karena travel belum menyelesaikan pembayaran tiket.

Tak hanya itu, para jemaah juga disebut berangkat tanpa mengantongi tiket kepulangan yang semestinya sudah tersedia sebelum perjalanan dimulai.

“Tiket PP itu harusnya sudah ada di tangan. Ini belum dipegang, tiket kepulangan itu enggak ada. Agar bisa kami tembus ke Saudi saja ada tiketnya,” ungkap Malik.

Kondisi tersebut membuat perjalanan para jemaah semakin tidak pasti.

Harapan untuk menjalankan ibadah umrah pun akhirnya pupus setelah rangkaian persoalan yang mereka hadapi berujung pada gagalnya keberangkatan.

Pulang dengan Kekecewaan

Setelah sempat terkatung-katung dan menunggu kepastian, para jemaah akhirnya dipulangkan.

Kepulangan mereka disambut keluarga dengan tangis. Bukan karena bahagia menyambut kepulangan, melainkan karena perjalanan yang seharusnya menjadi momen ibadah justru berakhir dengan kekecewaan.

Para jemaah kemudian memilih menempuh jalur hukum dengan mendatangi Polres Mandailing Natal.

Kasus tersebut kini menjadi perhatian karena menyangkut dugaan penipuan berkedok promo perjalanan umrah murah.

Para jemaah berharap laporan mereka dapat ditindaklanjuti dan pihak yang bertanggung jawab atas gagalnya keberangkatan serta dana yang telah mereka setorkan dapat dimintai pertanggungjawaban.

Kasus ini sekaligus menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih berhati-hati ketika menerima tawaran paket umrah dengan harga jauh di bawah harga normal, termasuk memastikan legalitas travel, kejelasan visa, tiket pergi-pulang, serta seluruh dokumen perjalanan sebelum melakukan pelunasan.

Bagikan Berita:
  • Penulis: Muhammad Fadli
  • Editor: Fitriani Heli

Rekomendasi Untuk Anda

  • Alasan Kemenhaj Akan Seragamkan Daftar Tunggu, Kuota Per Provinsi Melanggar Undang-undang

    Alasan Kemenhaj Akan Seragamkan Daftar Tunggu, Kuota Per Provinsi Melanggar Undang-undang

    • calendar_month Rabu, 1 Okt 2025
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 482
    • 0Komentar

    JAKARTA – Kementerian Haji dan Umrah sedang merombak penataan penyelenggaraan haji di Indonesia. Beberapa perombakan mencakup pembagian kuota haji setiap provinsi yang berdampak pada durasi antrean jemaah dan penghapusan multi syarikah yang berdampak pada biaya haji. Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf (Gus Irfan) mengatakan pembagian kuota haji akan merujuk pada undang-undang salah satunya […]

    Bagikan Berita:
  • Masa Tunggu Haji di Semua Daerah Kini Seragam 26,4 Tahun, Kemenhaj Jelaskan Formula Penghitungannya

    Masa Tunggu Haji di Semua Daerah Kini Seragam 26,4 Tahun, Kemenhaj Jelaskan Formula Penghitungannya

    • calendar_month Senin, 1 Des 2025
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 320
    • 0Komentar

    HAMRANEWS – Pemerintah menetapkan formula baru pembagian kuota haji 2026 yang membuat masa tunggu calon jamaah haji di seluruh Indonesia menjadi sama, yakni sekitar 26,4 tahun. Aturan ini sekaligus menghapus kesenjangan panjangnya antrean antardaerah yang selama bertahun-tahun dianggap tidak adil. Kebijakan tersebut diumumkan oleh Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) melalui Kepala Biro Humas Hasan Afandi […]

    Bagikan Berita:
  • Seleksi Petugas Haji Daerah 2026 Dimulai, di Bawah Pengawasan Ketat dan Tanpa Kompromi

    Seleksi Petugas Haji Daerah 2026 Dimulai, di Bawah Pengawasan Ketat dan Tanpa Kompromi

    • calendar_month Senin, 26 Jan 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 317
    • 0Komentar

    HAMRANEWS – Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia secara resmi membuka tahapan Seleksi Petugas Haji Daerah (PHD) untuk penyelenggaraan ibadah haji musim 1447 H/2026 M. Seleksi ini menjadi fondasi awal dalam memperkuat tata kelola pelayanan haji nasional yang profesional, disiplin, dan berintegritas. Menteri Haji dan Umrah RI, Mochamad Irfan Yusuf, menegaskan bahwa penyelenggaraan ibadah haji […]

    Bagikan Berita:
  • Luas Tempat Tidur Jemaah di Maktab Dinilai Sempit, Timwas DPR RI: Syarikah Tidak Manusiawi

    Luas Tempat Tidur Jemaah di Maktab Dinilai Sempit, Timwas DPR RI: Syarikah Tidak Manusiawi

    • calendar_month Rabu, 4 Jun 2025
    • account_circle REDAKSI
    • visibility 472
    • 0Komentar

    SAUDI – Masalah tempat tidur jemaah haji saat tiba di Armuzna menjadi sorotan Tim Pengawas (Timwas) DPR RI. Syarikah atau perusahaan yang mengatur perjalanan jemaah haji, dinilai memaksakan jumlah kasur di Maktab Armuzna sehingga melebihi kapasitas. Ketua Timwas Haji DPR sekaligus Wakil Ketua DPR Cucun Ahmad Syamsurijal mengungkapkan, masalah kasur pada Maktab di Armuzna sangat […]

    Bagikan Berita:
  • BMKG Saudi Kembali Peringatkan Angin Kencang di Makkah dan Madinah

    BMKG Saudi Kembali Peringatkan Angin Kencang di Makkah dan Madinah

    • calendar_month Minggu, 14 Des 2025
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 408
    • 0Komentar

    HAMRANEWS – Cuaca ekstrem kembali membayangi Arab Saudi. Badan Meteorologi Nasional (National Centre for Meteorology/NCM) memperingatkan bahwa badai petir disertai hujan lebat dan angin kencang diprediksi mengguyur sejumlah wilayah utama, termasuk Makkah dan Madinah. Ancaman banjir bandang pun ditekankan sebagai risiko terbesar dalam beberapa hari ke depan. Menurut prakiraan terbaru NCM sebagaimana dilaporkan gulfnews, hujan […]

    Bagikan Berita:
  • Heboh Unggahan Non-muslim Tawaf di Masjidilharam, Ini Dasar dan Alasan Larangan Keras Masuk di Tanah Suci

    Heboh Unggahan Non-muslim Tawaf di Masjidilharam, Ini Dasar dan Alasan Larangan Keras Masuk di Tanah Suci

    • calendar_month Kamis, 13 Nov 2025
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 566
    • 0Komentar

    HAMRANEWS – Warga non-muslim, menurut syariat dan aturan Pemerintah Arab Saudi dilarang keras memasuki Tanah Suci, atau dua kota suci: Mekkah dan Madinah. Karena itu, sebuah unggahan baru-baru ini menuai kecaman ribuan komentar dari warganet, karena menunjukkan aksi seorang warga Non-Muslim masuk ke Kawasan Masjidilharam dan ikut tawaf. Sebagian menilai tindakan itu sebagai bentuk ketidaktahuan, […]

    Bagikan Berita:
expand_less