Jemaah Pulang Beli Tiket Pakai Uang Sendiri, Travel Kena Sanksi Dilarang Beroperasi Sementara
- account_circle Muhammad Fadli
- calendar_month 18 menit yang lalu
- visibility 2
- print Cetak

Illustrasi jemaah umrah di Bandara
HAMRANEWS.ID – Masalah kepulangan jemaah umrah dari Arab Saudi berujung sanksi bagi sebuah travel asal Tebet, Jakarta Selatan. Sejumlah jemaah terpaksa membeli tiket pesawat menggunakan uang sendiri setelah tiket kepulangan mereka tidak kunjung tersedia.
Salah seorang jemaah bahkan mengaku harus berutang Rp9,4 juta untuk membeli tiket agar bisa kembali ke Indonesia. Pihak travel berjanji mengganti biaya tersebut sekitar Rp8 juta lebih dalam waktu maksimal 45 hari sesuai kesepakatan.
Kuasa hukum pemilik travel As Syifa, Azman, mengatakan persoalan bermula dari meningkatnya biaya perjalanan. Kenaikan harga avtur dan tiket pesawat disebut membuat biaya operasional membengkak.
Sebelumnya, travel tersebut menawarkan paket promo umrah pada Maret 2026. Paket awal mencakup kunjungan ke Dubai, kemudian diubah menjadi Turki hingga akhirnya destinasi tambahan tersebut ditiadakan.
Masalah juga muncul pada akomodasi. Hotel yang telah disiapkan dibatalkan sehingga pihak travel harus mencari penginapan pengganti dalam kondisi mendadak. Jemaah kemudian disebut beberapa kali berpindah hotel.
Kondisi semakin rumit ketika tiket kepulangan belum tersedia hingga mendekati jadwal pulang. Travel akhirnya meminta jemaah membeli tiket sendiri dan menjanjikan penggantian setelah tiba di Indonesia.
Salah satu jemaah, Jihan, mengatakan dirinya terpaksa meminjam uang untuk membeli tiket Rp9,4 juta. Ia telah kembali ke Indonesia pada Selasa (6/10/2026) malam dan masih menunggu penggantian biaya dari travel.
Kasus tersebut kemudian mendapat perhatian Kementerian Haji dan Umrah. Pihak travel dipanggil untuk memberikan penjelasan dan dikenai sanksi dilarang beroperasi sementara sampai persoalan diselesaikan.
Sanksi itu berdampak pada calon jemaah yang telah dijadwalkan berangkat. Untuk keberangkatan 20 Oktober, travel menawarkan pilihan pengembalian dana atau penjadwalan ulang.
Sementara untuk calon jemaah yang dijadwalkan berangkat pada 7 November, pihak travel masih berupaya agar perjalanan tetap terlaksana.
Kasus ini sebelumnya ramai setelah muncul informasi jemaah yang kesulitan pulang dari Arab Saudi. Di tengah persoalan tersebut, kantor travel di Tebet juga sempat didatangi sejumlah orang yang disebut menagih utang.
Pihak travel menyatakan penyelesaian masih diupayakan, termasuk memastikan penggantian biaya tiket yang terlebih dahulu dikeluarkan jemaah.
- Penulis: Muhammad Fadli
- Editor: Fitriani Heli
