Konflik Arab Saudi-Houthi Makin Memanas, Operasi Militer ke Kawasan Sekitar Laut Merah Disiapkan
- account_circle Muhammad Fadli
- calendar_month Sabtu, 3 Okt 2026
- visibility 30
- print Cetak

Illustrasi Bendera Arab Saudi
HAMRANEWS.ID – Arab Saudi tengah menyiapkan opsi operasi militer besar-besaran terhadap kelompok Houthi di Yaman. Riyadh disebut ingin merebut kembali sejumlah wilayah strategis yang kini berada di bawah kendali kelompok yang didukung Iran tersebut, terutama kawasan sekitar jalur pelayaran Laut Merah.
Rencana itu diungkap Reuters dengan mengutip sejumlah pejabat Teluk dan Yaman serta diplomat Barat. Menurut laporan tersebut, lebih dari 100.000 personel pasukan pemerintah Yaman berpotensi dikerahkan, bergantung pada skala operasi yang dipilih.
Arab Saudi disebut akan memimpin operasi tersebut dan memberikan dukungan serangan udara. Sementara Amerika Serikat dan sejumlah negara Barat lainnya diperkirakan memberikan dukungan intelijen maupun material, tetapi tidak terlibat langsung dalam operasi tempur.
Riyadh kini disebut mempertimbangkan dua skenario.
Opsi pertama adalah operasi terbatas untuk merebut kembali kawasan pesisir di sekitar Selat Bab el-Mandeb, jalur strategis yang menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden dan Samudra Hindia.
Opsi kedua memiliki cakupan jauh lebih luas. Serangan akan dilakukan secara simultan di sejumlah front, termasuk Al-Bayda, Marib, Taiz, dan Al-Jawf.
Jika terealisasi, operasi tersebut berpotensi membuka kembali front perang besar di Yaman setelah intensitas pertempuran menurun drastis pascagencatan senjata yang dimediasi PBB pada 2022.
Arab Saudi sendiri pertama kali melakukan intervensi militer di Yaman pada 2015 untuk mendukung pemerintah yang diakui secara internasional setelah kelompok Houthi menguasai Sanaa pada 2014.
Namun, ketegangan kembali meningkat dalam beberapa waktu terakhir. Houthi dilaporkan telah merebut Pelabuhan Mokha dan Pulau Perim yang berada di kawasan strategis Bab el-Mandeb.
Kelompok Houthi juga mengklaim pasukan Saudi melancarkan 94 serangan di wilayah yang mereka kuasai dalam kurun 24 jam. Juru bicara pemerintah Houthi di Sanaa, Omar al-Bukhaiti, menuduh serangan tersebut menyasar fasilitas sipil, termasuk sekolah dan fasilitas kesehatan. Klaim tersebut merupakan pernyataan dari pihak Houthi dan belum dapat diverifikasi secara independen.
Sekutu Saudi Mulai Bergerak
Di tengah meningkatnya ketegangan, sejumlah negara disebut memperkuat dukungan terhadap Arab Saudi.
Inggris dilaporkan menyetujui penyediaan kemampuan pengisian bahan bakar udara-ke-udara bagi pesawat tempur Saudi. Prancis juga disebut mengirim pasukan, radar, serta sistem pertahanan udara untuk membantu melindungi kawasan pusat minyak Yanbu di pesisir Laut Merah.
Pakistan turut memperkuat pertahanan Saudi. Reuters melaporkan Islamabad telah mengerahkan sekitar 30.000 hingga 40.000 personel ke Arab Saudi untuk membantu menjaga perbatasan serta menghadapi ancaman rudal dan drone.
Pakistan juga disebut memasok sistem pertahanan udara, artileri, drone dan peralatan antidrone. Namun, Islamabad belum memutuskan untuk mengirim pasukan ke Yaman dalam misi tempur.
Eskalasi di Yaman berlangsung ketika konflik yang lebih luas di kawasan Timur Tengah juga memanas. Selat Hormuz masih menghadapi gangguan pelayaran, sementara upaya diplomatik untuk meredakan konflik AS-Iran dilaporkan belum menghasilkan kesepakatan.
Situasi tersebut membuat Bab el-Mandeb dan Laut Merah kembali menjadi titik strategis yang sangat sensitif. Jika operasi besar Saudi benar-benar dilancarkan, konflik Yaman berpotensi memasuki babak baru dengan konsekuensi terhadap keamanan kawasan dan jalur perdagangan internasional.
- Penulis: Muhammad Fadli
- Editor: Fitriani Heli
