Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Umrah » Lebih Prioritas ke Mekkah atau Madinah Dulu Saat Umrah? Ini Pertimbangannya

Lebih Prioritas ke Mekkah atau Madinah Dulu Saat Umrah? Ini Pertimbangannya

  • account_circle Muhammad Fadli
  • calendar_month Sen, 29 Des 2025
  • visibility 28

HAMRANEWS – Pertanyaan klasik yang hampir selalu muncul menjelang keberangkatan umrah adalah: lebih baik ke Mekkah dulu atau Madinah dulu? Tidak sedikit calon jemaah yang kebingungan menentukan pilihan, apalagi masing-masing travel menawarkan skema perjalanan berbeda.

Influencer dan pemerhati perjalanan umrah, Ahmad Alimuddin, membagikan pandangannya berdasarkan pengalaman pribadi yang baru saja ia rasakan. Menurutnya, urutan perjalanan umrah bukan sekadar soal teknis, tetapi sangat berkaitan dengan manajemen tenaga, fokus ibadah, dan kesiapan fisik.

Madinah: Tenang, Damai, tapi Menguras Energi Tanpa Disadari

Ahmad mengawali pengalamannya dengan meluruskan persepsi umum tentang Madinah. Kota Nabi ini dikenal sebagai tempat yang tenang, damai, dan penuh kerinduan kepada Rasulullah SAW. Shalat di Masjid Nabawi, ziarah Raudhah, memperbanyak zikir, hingga duduk lama untuk berdoa, semuanya merupakan ibadah bernilai tinggi.

Namun, justru karena suasananya yang nyaman, banyak jemaah—tanpa sadar—menguras tenaga secara perlahan. Aktivitas ibadah yang tampak ringan ternyata berdampak besar pada fisik dan emosi.

“Saya ngalamin sendiri, tanpa sadar tenaga saya terkuras di Madinah. Padahal ibadah puncak itu ada di Mekkah,” ujar Ahmad.

Ibadah di Mekkah Lebih Berat Secara Fisik dan Mental

Berbeda dengan Madinah, ibadah di Mekkah menuntut kesiapan fisik dan mental yang jauh lebih besar. Tawaf, sa’i, berjalan kaki jarak jauh, berdesakan di area Masjidil Haram, panas terik, hingga menjaga fokus saat beribadah di tengah keramaian, semuanya membutuhkan kondisi tubuh yang prima.

Tak jarang, jemaah yang datang ke Mekkah setelah beberapa hari di Madinah justru jatuh sakit. Menurut Ahmad, hal ini bukan karena Mekkahnya, melainkan karena tenaga sudah terkuras lebih dulu.

Pandangan ini juga sejalan dengan banyak pembimbing ibadah umrah yang menekankan bahwa rukun umrah—tawaf, sa’i, dan tahalul—adalah inti ibadah yang tidak boleh terganggu oleh kondisi fisik yang drop.

Prioritas Tujuan Umrah: Fokus pada Rukun

Secara syariat, tujuan utama umrah adalah pelaksanaan rukun-rukun di Mekkah. Jika kondisi fisik tidak optimal, maka kualitas ibadah pun berpotensi menurun. Karena itu, Ahmad menilai lebih rasional untuk menyelesaikan ibadah paling berat terlebih dahulu saat tenaga masih penuh.

Setelah rangkaian umrah selesai, barulah Madinah menjadi tempat yang ideal untuk menenangkan diri, memperdalam zikir, memperbanyak shalawat, dan refleksi spiritual tanpa tekanan ibadah fisik yang berat.

Madinah sebagai Penutup yang Menenangkan

Menurut Ahmad, Madinah sangat cocok dijadikan penutup perjalanan umrah. Datang ke Masjid Nabawi dengan hati yang lebih lapang, tanpa target ibadah berat, justru membuat pengalaman spiritual terasa lebih dalam dan khusyuk.

Pendekatan ini juga banyak digunakan dalam manasik umrah modern, terutama bagi jemaah lanjut usia atau yang memiliki keterbatasan fisik. Beberapa biro perjalanan bahkan merekomendasikan skema Mekkah dulu demi menjaga stamina jemaah.

Bukan Soal Benar atau Salah

Meski demikian, Ahmad menegaskan bahwa pilihan Mekkah dulu atau Madinah dulu bukan soal benar atau salah. Setiap jemaah memiliki kondisi fisik, usia, dan preferensi yang berbeda. Ada pula faktor teknis penerbangan dan kebijakan imigrasi yang memengaruhi rute perjalanan.

Namun, dari pengalamannya, ia menyimpulkan bahwa Mekkah dulu lebih rasional karena:

Tenaga masih kuat saat menjalani rukun umrah

Fokus ibadah utama lebih terjaga

Madinah menjadi tempat pemulihan dan ketenangan, bukan kelelahan

Pada akhirnya, keputusan kembali kepada jemaah masing-masing. Yang terpenting adalah memahami prioritas ibadah dan mempersiapkan diri sebaik mungkin agar umrah dapat dijalani dengan sehat, khusyuk, dan bermakna.

Bagikan Berita:
  • Penulis: Muhammad Fadli
  • Editor: Fitriani Heli

Rekomendasi Untuk Anda

  • Skrining Kesehatan Harus Lebih Awal, Supaya Penyakit Kronis Cepat Terdeteksi dan Dikendalikan

    Skrining Kesehatan Harus Lebih Awal, Supaya Penyakit Kronis Cepat Terdeteksi dan Dikendalikan

    • calendar_month Sen, 28 Jul 2025
    • account_circle REDAKSI
    • visibility 312
    • 0Komentar

    SURABAYA – Kementerian Kesehatan menegaskan pentingnya skrining kesehatan sejak dini bagi calon jemaah haji khusus. Pemeriksaan kesehatan bukan sekadar formalitas, tetapi menjadi langkah strategis untuk menyiapkan jemaah berangkat dalam kondisi optimal dan siap menghadapi tantangan fisik di Tanah Suci. Penegasan ini disampaikan oleh Muhammad Imran Saleh Hamdani, Kepala Bidang Tim Kesehatan Haji Indonesia, dalam acara […]

    Bagikan Berita:
  • Arab Saudi Ubah Sampah Jadi Sumber Energi Listrik

    Arab Saudi Ubah Sampah Jadi Sumber Energi Listrik

    • calendar_month Sen, 13 Okt 2025
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 126
    • 0Komentar

    JAKARTA – Arab Saudi terus berinovasi dalam pelayanan ibadah haji dan umrah. Tak hanya soal manajemen jamaah, kini negeri itu juga menyulap sampah menjadi sumber energi listrik dan air bersih untuk memenuhi kebutuhan jutaan peziarah di Tanah Suci. Inovasi ini dipamerkan dalam Forum Riset Haji, Umrah, dan Kunjungan yang digelar di Madinah, Kamis 9 Oktober […]

    Bagikan Berita:
  • Untuk Perokok yang Umrah, Ini 13 Titik Area Bebas Rokok di Saudi

    Untuk Perokok yang Umrah, Ini 13 Titik Area Bebas Rokok di Saudi

    • calendar_month Ming, 7 Sep 2025
    • account_circle REDAKSI
    • visibility 215
    • 0Komentar

    SAUDI – Arab Saudi memberlakukan aturan ketat untuk merokok. Bagi jemaah haji maupun umrah, penting untuk tahu lokasi-lokasi yang masuk kawasan no smoking area. Jika kedapatan melanggar, dendanya tak main-main: 200 riyal atau sekitar Rp880 ribu. Larangan ini tertuang dalam UU Anti Merokok (Dekrit Kerajaan Nomor M/56, 28/07/1436 H) dan ditegakkan di area publik yang […]

    Bagikan Berita:
  • 13 Asosiasi Perjalanan Tolak Pemberlakuan Haji Mandiri, PKS Ikut Mengawal Penolakan

    13 Asosiasi Perjalanan Tolak Pemberlakuan Haji Mandiri, PKS Ikut Mengawal Penolakan

    • calendar_month Sen, 18 Agu 2025
    • account_circle REDAKSI
    • visibility 201
    • 0Komentar

    JAKARTA – Sebanyak 13 asosiasi penyelenggara haji dan umrah kompak menyuarakan penolakan terhadap wacana legalisasi haji/umrah mandiri yang tengah dibahas dalam Rancangan Undang-Undang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah (RUU PIHU). Aspirasi itu sampaikan 13 asosiasi tersebut langsung ke Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Senin 18 Agustus 2025 di Kantor DPP PKS, Jakarta. Dua poin utama yang […]

    Bagikan Berita:
  • BPKH Dorong Masyarakat Daftar Haji lewat Bank-bank Syariah, Pengelolaan Dana Makin Bermanfaat

    BPKH Dorong Masyarakat Daftar Haji lewat Bank-bank Syariah, Pengelolaan Dana Makin Bermanfaat

    • calendar_month Jum, 26 Sep 2025
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 260
    • 0Komentar

    JAKARTA – Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) menegaskan bahwa perbankan syariah memegang peran vital untuk membantu masyarakat menabung dan merencanakan biaya haji dengan lebih terjangkau. Dalam seminar “Perencanaan Finansial dan Spiritual Menuju Haji Mabrur” di Surabaya, Kamis 25 September 2025, anggota BPKH Bidang Investasi, Indra Gunawan, menyebut bank syariah bukan hanya tempat mendaftar haji, tetapi […]

    Bagikan Berita:
  • MUI Minta RUU Haji Dikebut, Pasal Terkait Kewenangan BPH Dibutuhkan

    MUI Minta RUU Haji Dikebut, Pasal Terkait Kewenangan BPH Dibutuhkan

    • calendar_month Ming, 10 Agu 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 140
    • 0Komentar

    JAKARTA – Sesuai arahan Presiden RI Prabowo Subianto, mulai tahun 2026 mendatang, penyelenggaraan ibadah haji tidak lagi berada di bawah Kementerian Agama. Tugas besar tersebut akan resmi dipegang Badan Penyelenggara Haji (BPH). Akan tetapi, sebelum transisi itu benar-benar berjalan, ada pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, yakni revisi Undang-Undang Haji. Proses pembahasannya masih berlangsung di Badan […]

    Bagikan Berita:
expand_less