Berita Terkini
light_mode
Trending Tags
Beranda » Lainnya » NEOM Sky Stadium, Lapangan Bola di Ketinggian 350 Meter di Saudi Akan Dibangun

NEOM Sky Stadium, Lapangan Bola di Ketinggian 350 Meter di Saudi Akan Dibangun

  • account_circle Muhammad Fadli
  • calendar_month Jumat, 31 Okt 2025
  • visibility 528
  • print Cetak

SAUDI – Arab Saudi kembali membuat gebrakan. Setelah resmi menjadi tuan rumah Piala Dunia FIFA 2034, kerajaan itu kini tengah menyiapkan proyek stadion paling ambisius di dunia: NEOM Sky Stadium, sebuah arena sepak bola yang akan dibangun 350 meter di atas gurun pasir dalam kawasan futuristik The Line.

Stadion berkapasitas 46.000 kursi ini dijuluki sebagai “sky stadium” pertama di dunia. Menurut rencana, konstruksinya dimulai pada 2027 dan selesai pada 2032, dua tahun sebelum perhelatan Piala Dunia dimulai.

Proyek bernilai 1 miliar dolar AS ini akan sepenuhnya ditenagai oleh energi terbarukan dari sumber matahari dan angin —sesuai komitmen keberlanjutan yang tertuang dalam dokumen resmi penawaran Piala Dunia 2034 Arab Saudi.

“Saudi Arabia plans to build Neom Stadium, a 350-meter-high, renewable-powered arena in The Line. Set to open around 2032, it will host 2034 World Cup matches up to the quarterfinals,” tulis akun X (Twitter) @Rainmaker1973 yang unggahannya viral di media sosial.

Stadion Masa Depan: Tinggi, Hijau, dan Pintar

Dilansir dari Construction Review dan Saudi Giga Projects Report, NEOM Sky Stadium akan menjadi landmark futuristik bagi penggemar sepak bola dunia.

Arena ini dirancang menggunakan material ramah lingkungan, dilengkapi sistem pendingin canggih, pencahayaan pintar, serta pengalaman digital imersif bagi penonton.

Setelah Piala Dunia, stadion ini akan menjadi markas klub profesional di wilayah NEOM dan berfungsi juga sebagai pusat hiburan serbaguna untuk konser, festival budaya, dan ajang olahraga lain.

Proyek ini menjadi bagian dari megaproyek NEOM City, yang merupakan kota pintar linier sepanjang 170 kilometer di utara Arab Saudi.

Stadion akan berdiri di dalam zona Health and Well-Being District, berdekatan dengan universitas dan pusat kebugaran, membentuk “kawasan olahraga masa depan” yang terintegrasi.

15 Stadion untuk Piala Dunia 2034

Media Arab News sebelumnya mencatat bahwa Arab Saudi tengah menjalankan transformasi besar-besaran di sektor infrastruktur olahraga, termasuk pembangunan 15 stadion baru menjelang Piala Dunia 2034.

Di antaranya, King Salman International Stadium di Riyadh yang akan menjadi stadion terbesar di Kerajaan dengan kapasitas 92.760 penonton, dijadwalkan rampung pada 2029.

Meski demikian, NEOM Sky Stadium menjadi proyek yang paling menarik perhatian karena sifatnya yang eksperimental dan menantang secara teknis. Menurut laporan Construction Review, stadion ini akan “digantung di udara” setinggi 350 meter dari permukaan tanah —menjadikannya stadion tertinggi di dunia.

Didukung Energi Terbarukan dan Visi 2030

Selain menjadi simbol kebanggaan olahraga, proyek ini sejalan dengan Visi 2030 Arab Saudi — rencana besar kerajaan untuk mendiversifikasi ekonomi dari ketergantungan minyak menuju energi bersih dan pariwisata masa depan.

FIFA juga telah memberikan endorsement awal, menyebut stadion ini “berpotensi menetapkan standar baru bagi stadion ramah lingkungan dunia.”

Akan tetapi, proyek ini tidak tanpa tantangan. Ketinggian dan lokasi ekstrem di tengah gurun membuat rekayasa keamanan dan aksesibilitas menjadi aspek yang sangat rumit.

Meskipun pembangunan kawasan NEOM sempat mengalami keterlambatan dari target awal 2039, prioritas proyek Sky Stadium tetap difokuskan untuk penyelenggaraan Piala Dunia 2034.

Konsep “stadion di langit” ini menuai beragam reaksi di dunia maya. Sebagian warganet menyebutnya “langkah revolusioner bagi dunia olahraga global,” sementara sebagian lain skeptis terhadap keamanan struktural bangunan setinggi itu.

Apapun tanggapannya, proyek NEOM Sky Stadium menandai ambisi besar Arab Saudi untuk tampil sebagai kekuatan baru olahraga dunia — di mana sepak bola, teknologi, dan keberlanjutan bertemu di langit gurun pasir.

Bagikan Berita:
  • Penulis: Muhammad Fadli
  • Editor: Fitriani Heli

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menhaj RI Sebut Asrama Haji Makassar Harus Jadi Model Layanan Haji Indonesia Timur

    Menhaj RI Sebut Asrama Haji Makassar Harus Jadi Model Layanan Haji Indonesia Timur

    • calendar_month Selasa, 16 Jun 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 77
    • 0Komentar

    HAMRANEWS.ID — Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Moch. Irfan Yusuf, menegaskan pentingnya penguatan kualitas layanan haji dari hulu hingga hilir dalam evaluasi penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M. Hal tersebut diungkapkan Gus Irfan, sapaan Moch Irfan Yusuf saat menghadiri Evaluasi Layanan Embarkasi dan Debarkasi Ujung Pandang (UPG) serta Pembinaan ASN Kementerian Haji dan Umrah […]

    Bagikan Berita:
  • BPH Sudah Transfer Rp2,7 Triliun ke Arab Saudi untuk Layanan Haji 2026

    BPH Sudah Transfer Rp2,7 Triliun ke Arab Saudi untuk Layanan Haji 2026

    • calendar_month Selasa, 2 Sep 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 521
    • 0Komentar

    JAKARTA – Badan Penyelenggara Haji (BP Haji) memastikan persiapan musim haji 2026 berjalan sesuai rencana. Lembaga baru ini sudah mentransfer dana awal layanan haji ke Arab Saudi senilai Rp2,7 triliun. “BP Haji sudah bekerja dan sudah mentransfer uang pangkal sebesar Rp2,7 triliun ke masyair,” ujar Wakil Kepala BP Haji Dahnil Anzar Simanjuntak dalam rapat koordinasi […]

    Bagikan Berita:
  • Ada Petugas Haji yang Cuma ‘Nebeng’, BP Haji dan DPR Desak Evaluasi Total Pelaksanaan Haji 2025

    Ada Petugas Haji yang Cuma ‘Nebeng’, BP Haji dan DPR Desak Evaluasi Total Pelaksanaan Haji 2025

    • calendar_month Jumat, 13 Jun 2025
    • account_circle REDAKSI
    • visibility 591
    • 0Komentar

    SAUDI — Penyelenggaraan ibadah haji tahun 2025 terus menyisakan catatan serius, terbaru adalah terkait keberadaan petugas haji daerah (PHD) yang dinilai banyak yang cuma ‘nebeng’ haji alias cuma fokus ibadah tanpa menjalankan tugas pelayanan terhadap jemaah. Badan Penyelenggara Haji (BP Haji) menyatakan akan mengevaluasi ketat proses rekrutmen dan pelatihan petugas haji ke depan. “Yang menjadi […]

    Bagikan Berita:
  • Masa Tinggal Jemaah Haji Bakal Dipangkas Jadi 30 Hari, Menhaj: Tekan Biaya dan Kurangi Kejenuhan

    Masa Tinggal Jemaah Haji Bakal Dipangkas Jadi 30 Hari, Menhaj: Tekan Biaya dan Kurangi Kejenuhan

    • calendar_month Selasa, 14 Jul 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 43
    • 0Komentar

    HAMRANEWS.ID – Pemerintah berencana memangkas masa tinggal jemaah haji Indonesia di Arab Saudi dari sekitar 40 hari menjadi 30 hari sebagai bagian dari upaya meningkatkan efisiensi penyelenggaraan ibadah haji. Menteri Haji dan Umrah, Muhammad Irfan Yusuf, mengatakan kebijakan tersebut diharapkan dapat menekan biaya haji yang terus meningkat akibat pelemahan nilai tukar rupiah, inflasi di Arab […]

    Bagikan Berita:
  • Haji Khusus vs Furoda, Dua Jenis Haji yang Non-Reguler Tapi Beda Soal Kepastian Berangkat

    Haji Khusus vs Furoda, Dua Jenis Haji yang Non-Reguler Tapi Beda Soal Kepastian Berangkat

    • calendar_month Senin, 2 Jun 2025
    • account_circle REDAKSI
    • visibility 984
    • 0Komentar

    JAKARTA – Haji Furoda, alias haji dengan visa undangan langsung Arab Saudi (mujamalah) sedang ramai dibahas di media sosial belakangan ini, setelah hampir dipastikan pemerintah Arab Saudi tidak membuka kuota. Furoda banyak diminati masyarakat yang ingin langsung berangkat setelah mendaftar, dan rela mengeluarkan biaya yang jauh lebih besar dari haji reguler bahkan haji khusus. Peminatnya […]

    Bagikan Berita:
  • Rekrutmen Petugas Haji 2026 Dibuka Mulai November, Peserta Akan Dibina di Barak

    Rekrutmen Petugas Haji 2026 Dibuka Mulai November, Peserta Akan Dibina di Barak

    • calendar_month Rabu, 1 Okt 2025
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 530
    • 0Komentar

    Terkini, Makassar – Persiapan penyelenggaraan haji 1447 H/2026 M segera berjalan. Pemerintah memastikan proses rekrutmen resmi petugas haji akan dimulai pada November 2025. Setelah dinyatakan lolos, para petugas tak langsung berangkat, melainkan wajib mengikuti pelatihan intensif selama sebulan penuh di barak. Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, menekankan seleksi dilakukan ketat agar hanya […]

    Bagikan Berita:
expand_less