Penerbangan Direct RI-Saudi Tidak Terdampak Konflik Iran vs Israel, Ini Daftar Maskapai yang Reschedule
- account_circle Muhammad Fadli
- calendar_month 18 jam yang lalu
- visibility 11

HAMRANEWS – Konflik yang memanas di kawasan Timur Tengah akibat eskalasi Iran–Israel berdampak pada sejumlah rute penerbangan internasional.
Akan tetapi, penerbangan langsung (direct flight) dari Indonesia menuju Arab Saudi dipastikan sejauh ini masih berjalan normal tanpa pengumuman pembatalan maupun perubahan jadwal.
Maskapai yang Terdampak dan Ubah Jadwal
Beberapa maskapai internasional mengumumkan perubahan jadwal (reschedule) maupun pembatalan penerbangan akibat penutupan ruang udara di sejumlah negara Timur Tengah. Maskapai tersebut antara lain:
- Malaysia Airlines
- Qatar Airways
- Emirates
- Scoot
- Etihad Airways
Rute yang terdampak umumnya merupakan penerbangan yang melintasi wilayah udara Abu Dhabi, Qatar, Kuwait, dan Iran.
Direct Flight CGK–JED & MED Masih Normal
Sementara itu, penerbangan langsung dari Bandara Soekarno-Hatta (CGK) menuju Jeddah (JED) dan Madinah (MED), maupun sebaliknya, masih beroperasi normal. Maskapai yang melayani rute tersebut antara lain:
- Garuda Indonesia
- Saudia
- Lion Air
Belum ada pengumuman resmi terkait pembatalan ataupun perubahan jadwal untuk rute direct Indonesia–Arab Saudi tersebut.
Pemantauan Ketat dan Penyesuaian Rute
Maskapai Saudia dilaporkan masih melakukan pemantauan terhadap beberapa kota tujuan di Timur Tengah. Sementara itu, Ethiopian Airlines tetap beroperasi normal, namun untuk sementara tidak mengoperasikan penerbangan menuju Amman (Yordania) dan Tel Aviv (Israel).
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyampaikan bahwa dua maskapai nasional yang melintasi ruang udara Timur Tengah, yakni Garuda Indonesia dan Lion Air, hingga kini belum terdampak langsung konflik tersebut untuk rute menuju Jeddah.
Namun, penerbangan Garuda Indonesia menuju Amsterdam dilakukan penyesuaian rute (re-route) melalui Kairo, Mesir, demi menghindari wilayah udara yang dinilai berisiko.
Sejumlah Negara Tutup Ruang Udara
Penutupan ruang udara di beberapa negara menjadi salah satu faktor utama perubahan jadwal penerbangan global. Negara-negara yang menutup ruang udara untuk seluruh kedatangan dan keberangkatan—baik penerbangan komersial maupun pribadi—antara lain:
Qatar
Uni Emirat Arab
Bahrain
Kuwait
Irak
Suriah
Kementerian Perhubungan berkoordinasi dengan AirNav Indonesia, maskapai penerbangan, pengelola bandara, serta otoritas asing untuk memperbarui informasi keamanan wilayah Timur Tengah dan memastikan operasional penerbangan tetap aman dan lancar.
Keselamatan Jadi Prioritas Utama
Pemerintah menegaskan bahwa aspek keselamatan dan keamanan penerbangan menjadi prioritas utama. Maskapai diminta terus memantau perkembangan situasi dan segera menyampaikan informasi terbaru kepada penumpang.
Selain itu, maskapai dan pengelola bandara juga diminta memberikan penanganan maksimal terhadap penumpang yang terdampak, termasuk proses pembatalan dokumen perjalanan di area imigrasi, pengaturan akomodasi, serta penjadwalan ulang penerbangan.
Masyarakat, khususnya calon jemaah umrah dan haji, diimbau untuk aktif memantau informasi resmi dari maskapai masing-masing sebelum berangkat ke bandara.
Hingga saat ini, operasional penerbangan di seluruh bandara Indonesia, khususnya untuk rute internasional, dipastikan tetap berjalan aman, lancar, dan optimal baik untuk keberangkatan maupun kedatangan penumpang.
- Penulis: Muhammad Fadli
- Editor: Fitriani Heli



