Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Haji » 3.911 Ton Beras untuk Jemaah Haji RI Diupayakan dari Tanah Air

3.911 Ton Beras untuk Jemaah Haji RI Diupayakan dari Tanah Air

  • account_circle Muhammad Fadli
  • calendar_month Kam, 5 Feb 2026
  • visibility 93

HAMRANEWS – Pemerintah mengupayakan pemenuhan kebutuhan beras bagi jemaah haji Indonesia dari dalam negeri. Sebanyak 3.911 ton beras ditargetkan dapat dikirim langsung dari Tanah Air ke Arab Saudi untuk konsumsi jemaah pada musim haji 1447 H/2026 M.

Upaya tersebut dibahas Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) melalui Direktorat Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah (PE2HU) bersama Perum Bulog dalam kunjungan dan rapat koordinasi, Selasa (3/2/2026).

Pemerintah ingin memastikan jemaah Indonesia tetap mengonsumsi beras yang sesuai dengan kebiasaan dan standar gizi mereka selama menjalankan ibadah haji.

Direktur Jenderal PE2HU, Jaenal Effendi, menegaskan bahwa beras lokal memiliki peran penting bagi kesehatan jemaah. Menurutnya, perbedaan jenis dan karakter beras di Arab Saudi kerap membuat jemaah kesulitan menyesuaikan pola makan.

“Jemaah kita tidak terbiasa dengan beras yang beredar di sana. Jika asupan makan terganggu, ini bisa berdampak pada kondisi kesehatan mereka selama ibadah,” ujar Jaenal.

Pada musim haji 2026, jumlah jemaah Indonesia beserta petugas diperkirakan mencapai 205.420 orang. Kebutuhan beras untuk melayani mereka diproyeksikan sekitar 3.911 ton, yang akan didistribusikan ke 75 dapur katering di Makkah dan Madinah.

Meski demikian, upaya ekspor beras Indonesia masih menghadapi tantangan, terutama dari sisi harga yang belum kompetitif. Jaenal menyebut, beras premium dari Vietnam saat ini dipasarkan sekitar USD 482 per metrik ton, sementara beras Indonesia dengan kualitas setara bisa mencapai USD 850 per metrik ton, belum termasuk biaya logistik.

“Kondisi ini perlu intervensi dan dukungan pemerintah agar beras Indonesia bisa bersaing, mengingat penggunaannya khusus untuk kepentingan jemaah haji,” katanya.

Saat ini, terdapat empat importir di Arab Saudi yang menyatakan kesiapan menerima beras asal Indonesia, yakni SBTC, Mauladawilah, Tamayiz Asia, dan Muhammad Bawazier Trading, dengan catatan harga dan kualitas sesuai standar yang ditetapkan.

Sementara itu, Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, memastikan Bulog siap mendukung ekspor beras haji tersebut. Ia menegaskan, seluruh proses akan memenuhi ketentuan perizinan, sertifikasi halal, serta standar Saudi Food and Drug Authority (SFDA), termasuk uji mutu dan keamanan pangan.

Pengiriman beras dari Tanah Air untuk jemaah haji tidak hanya ditujukan menjaga kesehatan dan kenyamanan jemaah, tetapi juga menjadi langkah strategis memperkuat ekspor pangan nasional serta memperluas peran produk lokal dalam ekosistem haji dan umrah Indonesia.

Bagikan Berita:
  • Penulis: Muhammad Fadli
  • Editor: Fitriani Heli

Rekomendasi Untuk Anda

  • Cerita Maman Suherman Naik Haji dan Ditepuk Ayahnya yang Sudah Meninggal

    Cerita Maman Suherman Naik Haji dan Ditepuk Ayahnya yang Sudah Meninggal

    • calendar_month Sen, 13 Okt 2025
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 399
    • 0Komentar

    JAKARTA – Seleb dan komedian, Maman Suherman, punya kisah spiritual yang tak akan pernah dia lupakan, saat dia berangkat menunaikan Ibadah Haji. Maman, yang dikenal luas sebagai Mamang Minta Duit dalam tayangan Indonesia Lawak Klub, mengaku pernah bertemu kembali dengan ayahnya yang telah meninggal saat beribadah di Arafah. Lewat tayangan video kompas TV, Maman menceritakan […]

    Bagikan Berita:
  • Heboh, Pesawat yang Angkut Jemaah Haji Indonesia ke Tanah Air Dapat Teror Bom

    Heboh, Pesawat yang Angkut Jemaah Haji Indonesia ke Tanah Air Dapat Teror Bom

    • calendar_month Sel, 17 Jun 2025
    • account_circle REDAKSI
    • visibility 228
    • 0Komentar

    SAUDI – Pesawat Saudia Airlines SV-5276 yang membawa jemaah haji Indonesia sebanyak 442 orang mendapat ancaman bom dari pihak tak dikenal. Diketahui ancaman itu dikirim melalui surat elektronik (e-mail) dan langsung memicu prosedur keamanan darurat dengan langkah pertama, melakukan pendaratan darurat di Bandara Kualanamu, Medan. Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Lukman F Laisa, kepada wartawan […]

    Bagikan Berita:
  • Gantikan Ibunya yang Wafat, Anak Polisi Jadi Calon Haji Termuda Bone

    Gantikan Ibunya yang Wafat, Anak Polisi Jadi Calon Haji Termuda Bone

    • calendar_month Jum, 27 Feb 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 55
    • 0Komentar

    HAMRANEWS – Muhammad Fadhel Anugrah, remaja asal Kabupaten Bone, menjadi salah satu calon jemaah haji (CJH) termuda yang akan diberangkatkan tahun ini. Siswa MTs kelas II di MTs Watampone itu berangkat menunaikan ibadah haji menggantikan mendiang ibunya. Ayah Fadhel, Iptu Bahri, menceritakan bahwa dirinya bersama sang istri telah mendaftar haji sejak tahun 2011. Namun takdir […]

    Bagikan Berita:
  • visa umrah, visa saudi,

    Aturan Baru, Terbitkan Visa Umrah Kini Wajib Tunggu 48 Jam

    • calendar_month Rab, 3 Sep 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 220
    • 0Komentar

    SAUDI – Arab Saudi akan memberlakukan regulasi baru terkait penyelenggaraan umrah 1447 H/2025 M. Mulai 1 September 2025 atau 8 Rabiul Awal 1447 H, proses penerbitan visa umrah kini membutuhkan waktu 48 jam setelah mendapat persetujuan sistem. “Kami ingin menginformasikan bahwa aturan baru akan diterapkan terkait penerbitan visa. Aturan ini akan memberikan waktu pemrosesan 48 […]

    Bagikan Berita:
  • RI Akan Bayar Uang Muka Rp2,7 Triliun Biaya Haji 2026 untuk Pemesanan Tenda Armuzna, DPR Setuju

    RI Akan Bayar Uang Muka Rp2,7 Triliun Biaya Haji 2026 untuk Pemesanan Tenda Armuzna, DPR Setuju

    • calendar_month Jum, 22 Agu 2025
    • account_circle REDAKSI
    • visibility 357
    • 0Komentar

    JAKARTA – Pemerintah Indonesia bakal mengeluarkan uang muka sebesar Rp2,7 triliun untuk biaya pemesanan tenda di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), serta layanan Masyair bagi jemaah haji 2026 atau tahun depan. Penggunaan dana ini telah disetujui Komisi VIII DPR RI dalam rapat kerja bersama Kementerian Agama, Badan Penyelenggara Haji (BPH), dan Badan Pengelola Keuangan Haji […]

    Bagikan Berita:
  • Cara Penentuan Kerugian Negara KPK yang Berdasarkan Asumsi Disoroti Akademisi dalam Kasus Haji

    Cara Penentuan Kerugian Negara KPK yang Berdasarkan Asumsi Disoroti Akademisi dalam Kasus Haji

    • calendar_month Sab, 24 Jan 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 107
    • 0Komentar

    HAMRANEWS – Cara KPK dalam menetapkan status hukum kasus Kuota Haji tahun 2024 mendapat sorotan dari akademisi. Akademisi dan pengajar pendidikan antikorupsi Ulul Albab menegaskan bahwa isu kerugian negara dalam pengelolaan kuota haji harus ditempatkan secara proporsional dan berbasis hukum. Menurutnya, dalam hukum pidana korupsi Indonesia, kerugian negara tidak boleh diasumsikan, melainkan harus dibuktikan sebagai […]

    Bagikan Berita:
expand_less