Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Haji » 3.911 Ton Beras untuk Jemaah Haji RI Diupayakan dari Tanah Air

3.911 Ton Beras untuk Jemaah Haji RI Diupayakan dari Tanah Air

  • account_circle Muhammad Fadli
  • calendar_month 20 jam yang lalu
  • visibility 6

HAMRANEWS – Pemerintah mengupayakan pemenuhan kebutuhan beras bagi jemaah haji Indonesia dari dalam negeri. Sebanyak 3.911 ton beras ditargetkan dapat dikirim langsung dari Tanah Air ke Arab Saudi untuk konsumsi jemaah pada musim haji 1447 H/2026 M.

Upaya tersebut dibahas Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) melalui Direktorat Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah (PE2HU) bersama Perum Bulog dalam kunjungan dan rapat koordinasi, Selasa (3/2/2026).

Pemerintah ingin memastikan jemaah Indonesia tetap mengonsumsi beras yang sesuai dengan kebiasaan dan standar gizi mereka selama menjalankan ibadah haji.

Direktur Jenderal PE2HU, Jaenal Effendi, menegaskan bahwa beras lokal memiliki peran penting bagi kesehatan jemaah. Menurutnya, perbedaan jenis dan karakter beras di Arab Saudi kerap membuat jemaah kesulitan menyesuaikan pola makan.

“Jemaah kita tidak terbiasa dengan beras yang beredar di sana. Jika asupan makan terganggu, ini bisa berdampak pada kondisi kesehatan mereka selama ibadah,” ujar Jaenal.

Pada musim haji 2026, jumlah jemaah Indonesia beserta petugas diperkirakan mencapai 205.420 orang. Kebutuhan beras untuk melayani mereka diproyeksikan sekitar 3.911 ton, yang akan didistribusikan ke 75 dapur katering di Makkah dan Madinah.

Meski demikian, upaya ekspor beras Indonesia masih menghadapi tantangan, terutama dari sisi harga yang belum kompetitif. Jaenal menyebut, beras premium dari Vietnam saat ini dipasarkan sekitar USD 482 per metrik ton, sementara beras Indonesia dengan kualitas setara bisa mencapai USD 850 per metrik ton, belum termasuk biaya logistik.

“Kondisi ini perlu intervensi dan dukungan pemerintah agar beras Indonesia bisa bersaing, mengingat penggunaannya khusus untuk kepentingan jemaah haji,” katanya.

Saat ini, terdapat empat importir di Arab Saudi yang menyatakan kesiapan menerima beras asal Indonesia, yakni SBTC, Mauladawilah, Tamayiz Asia, dan Muhammad Bawazier Trading, dengan catatan harga dan kualitas sesuai standar yang ditetapkan.

Sementara itu, Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, memastikan Bulog siap mendukung ekspor beras haji tersebut. Ia menegaskan, seluruh proses akan memenuhi ketentuan perizinan, sertifikasi halal, serta standar Saudi Food and Drug Authority (SFDA), termasuk uji mutu dan keamanan pangan.

Pengiriman beras dari Tanah Air untuk jemaah haji tidak hanya ditujukan menjaga kesehatan dan kenyamanan jemaah, tetapi juga menjadi langkah strategis memperkuat ekspor pangan nasional serta memperluas peran produk lokal dalam ekosistem haji dan umrah Indonesia.

Bagikan Berita:
  • Penulis: Muhammad Fadli
  • Editor: Fitriani Heli

Rekomendasi Untuk Anda

  • Terungkap, Masalah Keterlambatan PK Haji Khusus adalah Input Data BPJS Kesehatan

    Terungkap, Masalah Keterlambatan PK Haji Khusus adalah Input Data BPJS Kesehatan

    • calendar_month Jum, 23 Jan 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 24
    • 0Komentar

    HAMRANEWS — Asbab keterlambatan Pengembalian Keuangan (PK) jemaah Haji Khusus diungkap pemerintah. Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia (Kemenhaj) mengungkap bahwa hambatan utama selama ini bersumber dari proses verifikasi dan input data kepesertaan BPJS Kesehatan. Melalui unggahan di akun Instagram resminya pada Jumat (23/1/2026), Kemenhaj menjelaskan bahwa tahapan verifikasi BPJS Kesehatan menjadi titik krusial yang […]

    Bagikan Berita:
  • Bisa Merugikan Jemaah, Asosiasi Travel Tolak Pembatasan Kuota Maksimal 8 Persen dalam RUU Haji Umrah

    Bisa Merugikan Jemaah, Asosiasi Travel Tolak Pembatasan Kuota Maksimal 8 Persen dalam RUU Haji Umrah

    • calendar_month Kam, 14 Agu 2025
    • account_circle REDAKSI
    • visibility 386
    • 0Komentar

    JAKARTA – Belasan asosiasi penyelenggara perjalanan haji dan umrah tegas menolak ketentuan pembatasan kuota haji khusus maksimal 8 persen yang tercantum dalam draf Rancangan Undang-Undang (RUU) Haji dan Umrah. Para pelaku biro perjalanan umrah dan haji yang tergabung dalam 13 asosiasi, menganggap aturan kuota itu berpotensi merugikan jemaah dan mengganggu penjadwalan pemberangkatan, khususnya bagi yang […]

    Bagikan Berita:
  • Ini Jadwal Terbaru dan Pembagian Waktu  Laki-laki-Perempuan Salat di Hijr Ismail Kabah

    Ini Jadwal Terbaru dan Pembagian Waktu Laki-laki-Perempuan Salat di Hijr Ismail Kabah

    • calendar_month Rab, 22 Okt 2025
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 471
    • 0Komentar

    MAKKAH – Otoritas Masjidil Haram menetapkan jadwal terbaru salat di kawasan Hijir Ismail (The Hateem) bagi jamaah laki-laki dan perempuan. Aturan ini diterapkan untuk menjaga ketertiban sekaligus memberi kesempatan yang adil bagi semua peziarah untuk beribadah di salah satu lokasi paling suci di dunia Islam itu. Hijir Ismail atau The Hateem dalam istilah Ara, adalah […]

    Bagikan Berita:
  • Ditjen Kemenag Segera Bergeser ke Kementerian Haji dan Umrah

    Ditjen Kemenag Segera Bergeser ke Kementerian Haji dan Umrah

    • calendar_month Rab, 27 Agu 2025
    • account_circle REDAKSI
    • visibility 166
    • 0Komentar

    JAKARTA – Setelah DPR mengesahkan UU Haji dan Umrah, sejumlah perubahan besar bakal terjadi. Salah satunya, anggaran haji yang selama ini dikelola Kementerian Agama (Kemenag) akan beralih ke Kementerian Haji dan Umrah. Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Hilman Latief menegaskan, alokasi dana itu sudah masuk dalam skenario penganggaran. “Kan sudah disiapkan juga. Disampaikan juga […]

    Bagikan Berita:
  • Tips Belanja Murah di Tanah Suci, Bisa Hemat Sampai Ratusan Riyal!

    Tips Belanja Murah di Tanah Suci, Bisa Hemat Sampai Ratusan Riyal!

    • calendar_month Jum, 12 Sep 2025
    • account_circle REDAKSI
    • visibility 381
    • 0Komentar

    SAUDI – Belanja oleh-oleh di Tanah Suci selalu jadi aktivitas yang harus disempatkan oleh para jemaah haji. Yang biasanya dibeli oleh jemaah seperti wewangian, kurma, sajadah, tasbih, hingga pakaian haji/umrah. Barang-barang di Tanah Suci yang dijual para pedagang, harganya tidak seragam. Dengan strategi yang tepat, jemaah bisa menghemat ratusan riyal tanpa mengorbankan kualitas. Berikut panduan […]

    Bagikan Berita:
  • Barang Kecil tapi Penting Dibawa saat Umrah, Jangan Sampai Ketinggalan

    Barang Kecil tapi Penting Dibawa saat Umrah, Jangan Sampai Ketinggalan

    • calendar_month Sen, 8 Sep 2025
    • account_circle REDAKSI
    • visibility 163
    • 0Komentar

    MAKASSAR – Ketika anda bersiap untuk berangkat umrah, banyak barang-barang yang terkadang dianggap sepele padahal justru bikin panik karena ketinggalan saat sudah berada di Tanah Suci. Terkadang jemaah terlalu fokus pada barang-barang besar seperti gamis, sajadah, tas atau dokumen penting. Padahal, justru barang-barang kecil yang sering dianggap sepele bisa sangat membantu kelancaran ibadah di Tanah […]

    Bagikan Berita:
expand_less