Ini Jadwal Pasti Penutupan Umrah Musim 2025-2026, Diumumkan Pemerintah Saudi
- account_circle Muhammad Fadli
- calendar_month Sel, 6 Jan 2026
- visibility 16

HAMRANEWS – Pemerintah Arab Saudi secara resmi mengumumkan jadwal penutupan layanan Umrah tahun 2026 (1447 H) sebagai bagian dari persiapan penyelenggaraan ibadah Haji.
Penutupan Umrah setiap tahun dilakukan menjelang musim Haji untuk memastikan kelancaran, kenyamanan, dan keamanan jutaan jemaah yang akan melaksanakan rukun Islam kelima tersebut.
Penutupan ini bukan sekadar penghentian sementara, melainkan masa krusial untuk penataan besar-besaran infrastruktur, akomodasi, dan sistem transportasi di Makkah dan Madinah.
Oleh karena itu, calon jemaah Umrah diimbau untuk segera melakukan pemesanan paket Umrah sebelum proses visa melambat dan ketersediaan hotel semakin terbatas.
Dengan diumumkannya jadwal penutupan Umrah jauh hari sebelumnya, penyelenggara perjalanan Umrah maupun jemaah dapat merencanakan ibadah mereka secara lebih matang dan terukur.
Jadwal Resmi Penutupan Umrah 2026
Berdasarkan kalender Hijriah 1447 H, pemerintah Arab Saudi menetapkan beberapa tanggal penting sebagai berikut:
19 Maret 2026: Hari terakhir penerbitan visa Umrah
2 April 2026: Batas akhir kedatangan jemaah Umrah internasional ke Arab Saudi
18 April 2026: Batas akhir kepulangan seluruh jemaah Umrah dari Arab Saudi
Seluruh jemaah Umrah wajib meninggalkan wilayah Arab Saudi sebelum 18 April 2026. Setelah tanggal tersebut, Arab Saudi sepenuhnya beralih ke fase persiapan Haji.
Meski bagi sebagian calon jemaah jadwal ini terbilang lebih awal, kebijakan tersebut dinilai penting untuk mengantisipasi lonjakan besar jemaah Haji yang datang dari seluruh dunia.
Penataan Kapasitas dan Realokasi Akomodasi
Ibadah Haji merupakan salah satu pertemuan umat manusia terbesar di dunia, yang melibatkan jutaan Muslim dari berbagai negara. Kondisi ini menuntut perubahan besar pada sistem akomodasi di Makkah dan Madinah.
Sepanjang tahun, hotel-hotel di dua kota suci tersebut melayani jemaah Umrah dengan model menginap singkat. Namun, menjelang Haji, hotel-hotel harus mengosongkan kamar dari tamu Umrah dan bersiap menerima rombongan Haji yang menginap dalam jangka panjang, umumnya antara 20 hingga 40 hari.
Masa kosong inilah yang dimanfaatkan untuk pembersihan menyeluruh, perbaikan gedung, peningkatan infrastruktur jalan, serta perawatan fasilitas vital seperti lift dan sistem pendingin udara (HVAC) yang akan digunakan secara masif oleh jutaan jemaah Haji secara bersamaan.
Imbauan bagi Calon Jemaah Umrah
Bagi umat Muslim yang berencana melaksanakan Umrah sebelum musim Haji, terutama pada bulan Ramadan atau setelahnya, disarankan untuk memastikan pemesanan paket Umrah 2026 dilakukan sebelum tanggal penutupan. Penetapan batas waktu ini menegaskan bahwa jemaah tidak dapat memperpanjang masa tinggal karena fleksibilitas logistik semakin terbatas seiring mendekatnya musim Haji.
Rincian Tahapan Penutupan Umrah
19 Maret 2026: Hari Terakhir Penerbitan Visa Umrah
Tanggal ini menjadi batas akhir pengajuan visa Umrah. Setelahnya, tidak ada lagi permohonan visa Umrah yang akan diproses, tanpa pengecualian, terlepas dari kewarganegaraan, jenis paket, atau status pemesanan.
2 April 2026: Batas Akhir Kedatangan Jemaah Umrah
Mulai tanggal ini, jemaah Umrah tidak diperkenankan memasuki Arab Saudi. Bahkan jika masih memiliki visa aktif, sistem imigrasi dan maskapai penerbangan akan menolak kedatangan untuk tujuan Umrah.
18 April 2026: Batas Akhir Kepulangan Jemaah Umrah
Tanggal ini menandai berakhirnya seluruh aktivitas Umrah dan menjadi fase transisi penuh menuju persiapan Haji skala besar di Makkah dan Madinah.
Alasan Arab Saudi Menutup Umrah Sebelum Haji
Periode antara Umrah Ramadan dan musim Haji merupakan masa paling krusial bagi Kementerian Haji dan Umrah, Kementerian Transportasi, serta otoritas lokal. Penutupan Umrah lebih awal memungkinkan pemerintah menata ulang kapasitas kota, membuka ruang logistik tambahan, serta meningkatkan kesiapan layanan bagi jemaah Haji.
Penyesuaian Akomodasi dan Transportasi
Hotel-hotel di sekitar Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, yang memiliki tingkat okupansi tertinggi, beralih dari pola inap singkat ke layanan jangka panjang untuk jemaah Haji. Sementara itu, sistem transportasi—mulai dari bus, shuttle, kendaraan bandara, hingga bus mewah—mengalami penyesuaian rute dan peningkatan fasilitas.
Persiapan Lokasi-Lokasi Haji
Lokasi utama ibadah Haji seperti Arafah, Muzdalifah, dan Mina (termasuk area Jamarat) menjalani perawatan dan pengaturan intensif. Tenda-tenda Mina, sistem pendingin, jalur pejalan kaki, fasilitas kesehatan, ambulans, hingga pos darurat diperiksa berulang kali, diperbaiki, bahkan ditingkatkan untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan jutaan jemaah.
Sebagai penyelenggaraan ibadah terbesar di dunia, Haji menuntut pengelolaan kerumunan, pergerakan, dan layanan secara simultan dalam skala masif. Hal ini hanya dapat dilakukan dengan menghentikan sementara Umrah demi menghadirkan pelayanan terbaik bagi para tamu Allah.
Pengendalian Arus Jemaah
Ramadan menjadi periode tersibuk kedua setelah Haji, dengan jutaan Muslim memadati Makkah dan Madinah. Penutupan akses Umrah pada awal April 2026 bertujuan memastikan seluruh keramaian pasca-Ramadan dapat dikendalikan sepenuhnya sebelum gelombang besar jemaah Haji tiba.
Dengan langkah ini, Arab Saudi berharap dapat menghadirkan penyelenggaraan Haji yang lebih aman, tertib, dan nyaman bagi seluruh jemaah dari berbagai penjuru dunia.
- Penulis: Muhammad Fadli
- Editor: Fitriani Heli



