3.911 Ton Beras untuk Jemaah Haji RI Diupayakan dari Tanah Air
- account_circle Muhammad Fadli
- calendar_month 22 jam yang lalu
- visibility 7

HAMRANEWS – Pemerintah mengupayakan pemenuhan kebutuhan beras bagi jemaah haji Indonesia dari dalam negeri. Sebanyak 3.911 ton beras ditargetkan dapat dikirim langsung dari Tanah Air ke Arab Saudi untuk konsumsi jemaah pada musim haji 1447 H/2026 M.
Upaya tersebut dibahas Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) melalui Direktorat Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah (PE2HU) bersama Perum Bulog dalam kunjungan dan rapat koordinasi, Selasa (3/2/2026).
Pemerintah ingin memastikan jemaah Indonesia tetap mengonsumsi beras yang sesuai dengan kebiasaan dan standar gizi mereka selama menjalankan ibadah haji.
Direktur Jenderal PE2HU, Jaenal Effendi, menegaskan bahwa beras lokal memiliki peran penting bagi kesehatan jemaah. Menurutnya, perbedaan jenis dan karakter beras di Arab Saudi kerap membuat jemaah kesulitan menyesuaikan pola makan.
“Jemaah kita tidak terbiasa dengan beras yang beredar di sana. Jika asupan makan terganggu, ini bisa berdampak pada kondisi kesehatan mereka selama ibadah,” ujar Jaenal.
Pada musim haji 2026, jumlah jemaah Indonesia beserta petugas diperkirakan mencapai 205.420 orang. Kebutuhan beras untuk melayani mereka diproyeksikan sekitar 3.911 ton, yang akan didistribusikan ke 75 dapur katering di Makkah dan Madinah.
Meski demikian, upaya ekspor beras Indonesia masih menghadapi tantangan, terutama dari sisi harga yang belum kompetitif. Jaenal menyebut, beras premium dari Vietnam saat ini dipasarkan sekitar USD 482 per metrik ton, sementara beras Indonesia dengan kualitas setara bisa mencapai USD 850 per metrik ton, belum termasuk biaya logistik.
“Kondisi ini perlu intervensi dan dukungan pemerintah agar beras Indonesia bisa bersaing, mengingat penggunaannya khusus untuk kepentingan jemaah haji,” katanya.
Saat ini, terdapat empat importir di Arab Saudi yang menyatakan kesiapan menerima beras asal Indonesia, yakni SBTC, Mauladawilah, Tamayiz Asia, dan Muhammad Bawazier Trading, dengan catatan harga dan kualitas sesuai standar yang ditetapkan.
Sementara itu, Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, memastikan Bulog siap mendukung ekspor beras haji tersebut. Ia menegaskan, seluruh proses akan memenuhi ketentuan perizinan, sertifikasi halal, serta standar Saudi Food and Drug Authority (SFDA), termasuk uji mutu dan keamanan pangan.
Pengiriman beras dari Tanah Air untuk jemaah haji tidak hanya ditujukan menjaga kesehatan dan kenyamanan jemaah, tetapi juga menjadi langkah strategis memperkuat ekspor pangan nasional serta memperluas peran produk lokal dalam ekosistem haji dan umrah Indonesia.
- Penulis: Muhammad Fadli
- Editor: Fitriani Heli



