Momen Hangat Megawati Soekarnoputri di Depan Kabah Usai Terima Gelar Doktor HC PNU
- account_circle Muhammad Fadli
- calendar_month Rab, 11 Feb 2026
- visibility 27

HAMRANEWS – Presiden ke-5 Republik Indonesia, Megawati Soekarnoputri, menjalani momen spiritual penuh khidmat saat beribadah di depan Ka’bah, Masjidil Haram, usai menerima gelar Doktor Kehormatan (Honoris Causa) dari Princess Nourah bint Abdulrahman University (PNU), Riyadh, Arab Saudi.
Momen tersebut menjadi penutup yang sarat makna dari rangkaian kunjungan Megawati di Arab Saudi.
Usai agenda resmi penganugerahan gelar kehormatan, Megawati terlihat memakai mukena bersama Puan Maharani di depan Kabah.
Sebelumnya, Megawati dianugerahi gelar Doktor Honoris Causa oleh Fakultas Hukum PNU pada Senin (9/2/2026).
Penghargaan ini menjadikannya tokoh pertama di dunia di luar warga Arab Saudi yang menerima gelar kehormatan dari universitas perempuan terbesar di dunia tersebut.
Putri Megawati, Puan Maharani, menyampaikan ucapan selamat dan kebanggaannya atas pencapaian sang ibu.
“Selamat atas penganugerahan gelar Doktor Kehormatan dari Fakultas Hukum Princess Nourah bint Abdulrahman University kepada Dr. (H.C.) Megawati Soekarnoputri di Riyadh, Arab Saudi, hari ini,” tulis Puan dalam pernyataannya.
Menurut Puan, penganugerahan tersebut merupakan pengakuan dunia internasional atas dedikasi Megawati dalam memperjuangkan demokrasi, nilai-nilai kemanusiaan, serta pemberdayaan perempuan.
Pelaksana Tugas Rektor PNU, Fawziyah bint Suliman Al Amro, menyebut Megawati sebagai tokoh global dan pelopor kepemimpinan perempuan di kancah politik dunia. Ia menegaskan bahwa jarak geografis tidak menjadi penghalang bagi persatuan visi antara Indonesia dan Arab Saudi.
“Meskipun ribuan kilometer memisahkan Riyadh dan Jakarta, ilmu pengetahuan menjembatani jarak dan visi bersama menyatukan bangsa-bangsa,” ujarnya.
Penganugerahan gelar ini sejalan dengan semangat Visi Saudi 2030 yang menempatkan pemberdayaan perempuan sebagai salah satu pilar utama pembangunan.
Gelar dari PNU tersebut menjadi Doktor Honoris Causa ke-11 yang diterima Megawati, sekaligus menambah daftar Guru Besar Kehormatan ke-3 dalam perjalanan akademik dan pengabdiannya.
Dalam pidato pengukuhannya, Megawati menegaskan bahwa penghargaan tersebut bukan hanya ditujukan bagi dirinya secara personal, melainkan sebagai pengakuan atas peran strategis perempuan dalam membangun peradaban.
“Penghargaan ini adalah pengakuan bahwa perempuan memiliki tempat yang terhormat dalam membangun negara dan peradaban,” kata Megawati.
Ia menekankan bahwa negara tidak boleh dipahami semata sebagai struktur administratif, melainkan sebagai peradaban hidup yang bertumpu pada nilai, sejarah, dan tanggung jawab moral.
Menurut Megawati, sejarah membuktikan bahwa peradaban yang menyingkirkan perempuan dari proses pengambilan keputusan akan kehilangan keseimbangan.
“Negara yang kuat adalah negara yang tidak membiarkan separuh dari kekuatan sosialnya berada di pinggir sejarah,” tuturnya.
Momen spiritual Megawati di depan Ka’bah pun menjadi simbol keseimbangan antara capaian intelektual, kepemimpinan, dan perenungan batin.
Di tengah pengakuan dunia atas kiprahnya, Megawati menutup perjalanannya di Tanah Suci dengan doa dan ibadah, mencerminkan ketundukan seorang negarawan pada nilai-nilai spiritual yang ia yakini.
- Penulis: Muhammad Fadli
- Editor: Fitriani Heli



