Operator Siskohat Kemenhaj Ikut Jadi Korban Jiwa Kebakaran di Wamena Papua
- account_circle Muhammad Fadli
- calendar_month Rab, 1 Apr 2026
- visibility 21

HAMRANEWS – Tragedi kebakaran hebat yang melanda Wamena pada Selasa (31/3/2026) dini hari tidak hanya menimbulkan duka bagi masyarakat setempat, tetapi juga bagi jajaran Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia.
Salah satu korban jiwa dalam peristiwa tersebut diketahui merupakan operator Siskohat Kemenhaj di Kabupaten Jayawijaya.
Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia melalui akun resminya menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya M. Faisal, S.E., yang bertugas sebagai operator Siskohat Kemenhaj Jayawijaya. Dalam musibah tragis itu, Faisal tidak sendiri—ia berpulang bersama istri dan keempat anaknya.
“Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah almarhum dan almarhumah, mengampuni segala dosa-dosanya, serta menempatkan mereka di tempat terbaik di sisi-Nya,” demikian pernyataan resmi kementerian.
Doa juga dipanjatkan agar keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan, ketabahan, dan keikhlasan menghadapi ujian berat ini.
Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 01.00 WIT itu melalap empat unit rumah toko (ruko) di Jalan Sulawesi. Api dengan cepat membesar dan menjalar ke bangunan lain yang berdempetan, membuat para penghuni tidak sempat menyelamatkan diri.
Sebanyak 11 orang dilaporkan meninggal dunia dalam peristiwa tersebut. Mayoritas korban tewas akibat terjebak di dalam bangunan dan menghirup asap tebal beracun, sementara beberapa lainnya mengalami luka bakar serius dan kini masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit setempat.
Kapolres Jayawijaya, Anak Agung Made Satriya Bimantara, mengungkapkan bahwa dugaan sementara penyebab kebakaran adalah korsleting listrik.
“Dari hasil olah TKP dan rekaman CCTV, api diduga berasal dari korsleting listrik,” ujarnya.
Material yang mudah terbakar seperti pakaian dan kasur disebut turut mempercepat penyebaran api, sehingga menyulitkan petugas dalam proses pemadaman. Tim gabungan dari TNI, Polri, dan pemadam kebakaran pun harus berjibaku dalam evakuasi yang berlangsung dramatis.
Selain korban jiwa, kebakaran ini juga menyebabkan kerugian materi yang tidak sedikit. Empat unit ruko dilaporkan hangus terbakar dengan estimasi kerugian mencapai Rp5 hingga Rp6 miliar.
Selain M Faisal (41) korban kain yang teridentifikasi antara lain: Aji Arman (50), Aqila Almira (7), Aji Hasma (40), Saldi (29), Mirnawati (36), Haji Semma (60), Amira (15), Khaerani (10), Malika (7), dan Najiha (2).
Tragedi ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat akan bahaya korsleting listrik, khususnya di kawasan padat penduduk.
- Penulis: Muhammad Fadli
- Editor: Fitriani Heli



