Berita Terkini
light_mode
Trending Tags
Beranda » Haji » Tiga WNI yang Ditangkap di Saudi Rupanya Petugas Haji Tenaga Pendukung yang Direkrut di Jeddah

Tiga WNI yang Ditangkap di Saudi Rupanya Petugas Haji Tenaga Pendukung yang Direkrut di Jeddah

  • account_circle Muhammad Fadli
  • calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
  • visibility 276
  • print Cetak

HAMRANEWS – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menegaskan, tiga warga negara Indonesia (WNI) yang ditangkap aparat keamanan Arab Saudi di Makkah bukan merupakan petugas haji yang direkrut dari Indonesia.

Ketiganya diketahui berstatus sebagai tenaga pendukung yang direkrut Kantor Urusan Haji (KUH) di Jeddah.

Direktur Jenderal Pengendalian Haji dan Umrah Kemenhaj, Harun Al-Rasyid mengungkapkan, ketiga WNI tersebut saat ini masih menjalani pemeriksaan tertutup oleh otoritas Arab Saudi. Karena itu, Kemenhaj masih terus mendalami kasus tersebut.

Diperoleh informasi bahwa dia itu namanya tenaga pendukung. Tenaga pendukung ini, bukan dari Indonesia, tapi para mukimin yang sudah lama bermukim di Saudi,” ujar Harun saat ditemui usai udensi dengan Mabes Polri di Jakarta, Kamis 30 April 2026.

Menurut Harun, tenaga pendukung adalah warga Indonesia yang telah lama bermukim di Arab Saudi dan memiliki izin tinggal resmi atau iqamah.

Mereka biasanya direkrut secara lokal untuk membantu operasional layanan haji, seperti menjembatani komunikasi dengan pihak Saudi, pengelola hotel, katering, maupun penyedia transportasi.

“Nah itu mereka memang untuk membantu agar di sana itu kan mereka mungkin komunikasinya lebih luas dengan pihak Saudi, dengan pemilik hotel, dengan dapur, dengan transportasi,” ucap pria asal Madura ini.

Dia menegaskan, status sebagai tenaga pendukung berbeda dengan petugas haji resmi yang direkrut dan diberangkatkan langsung oleh pemerintah Indonesia. Karena itu, keberadaan mereka tidak dapat disamakan dengan petugas penyelenggara ibadah haji.

Terkait beredarnya video yang menunjukkan salah satu terduga mengenakan seragam petugas haji, Harun mengatakan penggunaan atribut tersebut tidak serta-merta membuktikan bahwa yang bersangkutan adalah petugas resmi.

“Ini kalau orang mau menggunakan seragam itu bisa saja. Gampang sekarang lihat di internet tahun ini pakaian orang haji itu petugas haji seperti apa. Atau bisa juga kalau ada saudaranya tinggal pesan jahit di sini,” katanya.

Ia menambahkan, seragam serupa juga bisa saja dibuat di Arab Saudi, mengingat operasional haji sudah berjalan dan berbagai kebutuhan pendukung dapat dipenuhi dengan mudah di sana.

Meski demikian, Harun menegaskan kasus ini akan menjadi bahan evaluasi serius bagi Kemenhaj, terutama dalam proses rekrutmen tenaga pendukung di Arab Saudi.

“Harus dievaluasi. Kalau ada kasus seperti ini, berarti sistem rekrutmen harus diperketat. Tidak mungkin seseorang bekerja sendiri, tentu perlu ditelusuri lebih lanjut pihak-pihak lain yang terlibat,” jelasnya.

Kasus ini juga diduga berkaitan dengan pembuatan berbagai dokumen, termasuk sertifikat badal haji. Namun, Harun menilai persoalan tersebut tidak semata-mata terkait badal haji, melainkan juga dugaan penipuan dan upaya memfasilitasi ibadah haji di luar prosedur resmi.

“Saya kira bukan hanya masalah badal haji ya, tapi pasti ada dokumen-dokumen lain yang terkait dengan masalah tadi unsur penipuan, upaya-upaya mengelabui, terus apa namanya, pemberian kesempatan haji tanpa melalui prosedur,” ujarnya.

Hingga saat ini, Kemenhaj belum menerima laporan dari masyarakat yang merasa menjadi korban dalam kasus tersebut.

Harun menambahkan, pemerintah Indonesia juga mendorong agar penanganan kasus ini tidak berhenti pada proses hukum di Arab Saudi semata. Menurut dia, jika pelaku hanya dikenai sanksi administratif atau denda, efek jera dikhawatirkan tidak akan tercapai.

“Ini yang kita minta ke teman-teman kepolisian, nanti melalui atase di sana, agar kita bisa menangani juga. Menangani juga agar ada efek jeranya,” kata eks “Raja OTT KPK” ini.

Bagikan Berita:
  • Penulis: Muhammad Fadli
  • Editor: Fitriani Heli

Rekomendasi Untuk Anda

  • KPK Duga Ribuan Kuota Haji Tambahan Diperjualbelikan ke Jamaah Baru yang Mau Langsung Berangkat

    KPK Duga Ribuan Kuota Haji Tambahan Diperjualbelikan ke Jamaah Baru yang Mau Langsung Berangkat

    • calendar_month Jumat, 5 Sep 2025
    • account_circle REDAKSI
    • visibility 544
    • 0Komentar

    JAKARTA – Kasus dugaan korupsi kuota haji 2024 terus ditindaklanjuti penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi. KPK menduga ribuan kuota haji tambahan tahun 2024 tersebut tidak didistribusikan sebagaimana mestinya, melainkan diperjualbelikan oleh sejumlah biro perjalanan haji dan umrah. Skema ini membuat calon jamaah baru bisa langsung berangkat ke Tanah Suci tanpa harus mengantre bertahun-tahun seperti jamaah reguler. […]

    Bagikan Berita:
  • Arab Saudi Terus Tingkatkan Fasilitas Miqat, Waktu Tunggu Semakin Singkat

    Arab Saudi Terus Tingkatkan Fasilitas Miqat, Waktu Tunggu Semakin Singkat

    • calendar_month Kamis, 11 Sep 2025
    • account_circle REDAKSI
    • visibility 648
    • 0Komentar

    SAUDI – Pemerintah Arab Saudi terus melakukan penguatan layanan haji dan umrah melalui pengembangan besar-besaran di area miqat, titik awal jamaah memulai ihram sebelum melaksanakan ibadah. Proyek strategis tersebut dipimpin langsung oleh Royal Commission for Makkah City and Holy Sites dengan tujuan meningkatkan efisiensi, kapasitas, serta kualitas pengalaman jamaah. Pada musim haji terakhir, rencana operasional […]

    Bagikan Berita:
  • Ketua IDI Makassar Berpulang saat Umrah, Dokter Aziz Dikenal sebagai Pejuang Dakwah dan Kemanusiaan

    Ketua IDI Makassar Berpulang saat Umrah, Dokter Aziz Dikenal sebagai Pejuang Dakwah dan Kemanusiaan

    • calendar_month Selasa, 4 Nov 2025
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 532
    • 0Komentar

    HAMRANEWS – Kabar duka menyelimuti dunia medis dan komunitas kemanusiaan di Kota Makassar. Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Makassar sekaligus Ketua Yayasan Masyarakat Hijrah Tanpa Nama (Mahtan), dr Abdul Azis SpU, meninggal dunia di Mekkah, Arab Saudi, saat menjalankan ibadah Umrah, Minggu 2 November 2025. Kabar kepergian dokter yang dikenal dermawan dan berjiwa sosial […]

    Bagikan Berita:
  • Kemenkes Keluarkan Peringatan Waspada Wabah MERS-CoV untuk Jemaah Haji 2025, Ada Apa?

    Kemenkes Keluarkan Peringatan Waspada Wabah MERS-CoV untuk Jemaah Haji 2025, Ada Apa?

    • calendar_month Jumat, 16 Mei 2025
    • account_circle REDAKSI
    • visibility 639
    • 0Komentar

    MAKKAH – Kementerian Kesehatan mengeluarkan peringatan kepada jemaah haji Indonesia yang telah berada di Tanah Suci, untuk menjaga kesehatan, dan menghindari bersentuhan dengan hewan ternak khususnya unta. Diketahui, penyakit Middle East Respiratory Syndrome Coronavirus (MERS-CoV) tersebar di Tanah Suci, dan Kementerian Kesehatan Arab Saudi telah melaporkan penemuan sembilan kasus terkonfirmasi positif MERS-CoV selama 1 Maret […]

    Bagikan Berita:
  • Rincian Biaya Haji 2026 yang Totalnya Mencapai Rp88 Juta

    Rincian Biaya Haji 2026 yang Totalnya Mencapai Rp88 Juta

    • calendar_month Selasa, 28 Okt 2025
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 608
    • 0Komentar

    JAKARTA – Pemerintah melalui Kementerian Haji (Kemenhaj) RI sudah menyampaikan usulan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) tahun 1447 H/2026 M kepada Komisi VIII DPR RI sebesar Rp 88.409.365 per jemaah. Dari BPIH sebesar Rp88.409.365, calon jemaah haji akan menanggung biaya perjalanan ibadah haji (Bipih) sebesar Rp54.924.000 atau 62 persen dari total biaya. Sementara sisanya, Rp33.485.365 […]

    Bagikan Berita:
  • Jemaah Haji yang Membawa Aset Senilai Lebih dari Rp250 Juta Wajib Lapor Bea Cukai Saudi

    Jemaah Haji yang Membawa Aset Senilai Lebih dari Rp250 Juta Wajib Lapor Bea Cukai Saudi

    • calendar_month Senin, 13 Apr 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 285
    • 0Komentar

    HAMRANEWS – Jemaah haji 2026 diimbau untuk memperhatikan aturan yang dikeluarkan pemerintah Arab Saudi terkait pembawaan uang tunai dan barang berharga ke Tanah Suci. Otoritas Zakat, Pajak, dan Bea Cukai Saudi mewajibkan siapa pun yang membawa lebih dari SAR 60.000 (sekitar Rp250 juta) atau setara dalam bentuk lain untuk mendeklarasikan kepemilikan tersebut saat tiba atau […]

    Bagikan Berita:
expand_less