Kemenhaj Ingatkan Lagi Larangan Bawa Air Zamzam saat Pemulangan Haji 2026, Koper Bisa Dibongkar
- account_circle Muhammad Fadli
- calendar_month Ming, 7 Jun 2026
- visibility 14

Sejumlah air zam-zam dalam kemasan botol yang terpaksa disiita dari jemaah haji karena dimasukkan dalam koper.
HAMRANEWS.ID – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI kembali menegaskan larangan membawa air zamzam di dalam koper bagasi maupun koper kabin selama proses pemulangan jemaah haji Indonesia dari Arab Saudi ke Tanah Air.
Imbauan itu disampaikan seiring berlangsungnya fase pemulangan jemaah haji yang hingga Sabtu (6/6/2026) telah memberangkatkan 75 kelompok terbang (kloter) dengan total 29.644 jemaah dan petugas menuju Indonesia.
Data Kemenhaj mencatat, sebanyak 72 kloter atau 28.536 jemaah dan petugas telah tiba di berbagai debarkasi di Indonesia. Selain itu, 8.579 jemaah dan petugas haji khusus juga telah kembali ke Tanah Air.
Juru Bicara Kemenhaj Maria Assegaf mengatakan pihaknya memahami masih adanya penyesuaian jadwal penerbangan dan keterlambatan pada masa puncak pemulangan jemaah.
“Kami menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh jemaah dan keluarga atas ketidaknyamanan yang terjadi. Bersama otoritas Arab Saudi, maskapai penerbangan, dan seluruh petugas di lapangan, kami terus melakukan langkah-langkah percepatan dan koordinasi agar proses pemulangan dapat berlangsung seaman, senyaman, dan seefisien mungkin,” ujar Maria.
Di tengah proses pemulangan tersebut, Kemenhaj kembali mengingatkan jemaah agar mematuhi ketentuan barang bawaan, terutama terkait larangan membawa air zamzam dalam koper.
“Jangan memasukkan air zamzam ke dalam koper, baik koper kabin maupun koper bagasi. Temuan zamzam saat pemeriksaan keamanan dapat menyebabkan koper harus dibongkar, memperlambat distribusi bagasi, dan berpotensi mengganggu kelancaran proses pemulangan jemaah secara keseluruhan,” tegas Maria.
Menurutnya, aturan tersebut diterapkan untuk memastikan proses layanan kepulangan berjalan lebih tertib, cepat, dan nyaman bagi seluruh jemaah.
“Kami memahami keinginan jemaah untuk membawa zamzam. Namun, pemerintah telah menyiapkan distribusi zamzam resmi bagi seluruh jemaah haji Indonesia. Setiap jemaah akan menerima satu galon zamzam berisi lima liter di debarkasi setelah tiba di Tanah Air, sehingga tidak perlu membawa zamzam di dalam koper,” katanya.
Sementara itu, mulai Minggu (7/6/2026), jemaah haji gelombang kedua dijadwalkan bergerak dari Makkah menuju Madinah sebagai bagian dari tahapan akhir penyelenggaraan ibadah haji tahun ini.
Kemenhaj mengimbau jemaah untuk mempersiapkan diri dengan baik, menjaga kondisi kesehatan, serta menghindari membawa barang bawaan secara berlebihan guna mendukung kelancaran mobilisasi dan pelayanan.
“Kami mengajak seluruh jemaah untuk tetap menjaga kesehatan, mematuhi arahan petugas, serta saling membantu hingga seluruh rangkaian pelayanan haji berakhir dan seluruh jemaah kembali ke Tanah Air dengan selamat,” pungkas Maria.
- Penulis: Muhammad Fadli
- Editor: Fitriani Heli



