Haru Tukang Tambal Ban Berutang Demi Berhaji, Kini Utangnya Dilunasi Pemerintah dan UEA
- account_circle Muhammad Fadli
- calendar_month 5 menit yang lalu
- visibility 1

HAMRANEWS.ID – Perjuangan Sulaji, seorang tukang tambal ban asal Kota Semarang, dalam mewujudkan impian menunaikan ibadah haji mengundang perhatian banyak pihak.
Demi bisa berangkat ke Tanah Suci pada musim haji 1447 Hijriah/2026 Masehi, Sulaji bahkan rela berutang untuk menutupi kekurangan biaya pelunasan haji.
Kisah mengharukan itu sampai ke telinga Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak. Pada Rabu 24 Juni 2026, Dahnil mendatangi langsung lapak tambal ban milik Sulaji di Semarang dan membawa kabar menggembirakan.
Pemerintah Indonesia bersama Pemerintah Persatuan Emirat Arab (UEA) memutuskan untuk membantu melunasi seluruh sisa utang biaya haji Sulaji. Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas perjuangan dan keteguhan hati Sulaji dalam memenuhi panggilan Allah SWT.
Sulaji diketahui telah mendaftar haji sejak tahun 2014. Selama lebih dari satu dekade, ia menyisihkan sebagian penghasilannya dari pekerjaan menambal ban untuk mewujudkan cita-cita beribadah di Tanah Suci.
Tak hanya menabung, Sulaji juga mengikuti arisan sebagai upaya menambah biaya haji. Namun menjelang keberangkatan, dana yang terkumpul masih belum mencukupi. Demi menjaga harapannya tetap hidup, ia akhirnya memutuskan meminjam uang agar dapat melunasi biaya haji.
Dahnil mengatakan Kementerian Haji dan Umrah tengah mendata jemaah dengan kisah perjuangan inspiratif. Langkah tersebut merupakan bagian dari arahan Presiden Prabowo Subianto agar negara hadir bagi masyarakat yang menunjukkan kerja keras dan ketulusan dalam menjalankan ibadah.
Menurut Dahnil, Sulaji merupakan gambaran nyata semangat pantang menyerah masyarakat Indonesia. Selama bertahun-tahun ia menabung, berikhtiar melalui berbagai cara, hingga rela berutang demi bisa berhaji.
“Pak Haji Sulaji adalah potret ketulusan dan kerja keras masyarakat Indonesia. Alhamdulillah, melalui kolaborasi Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Persatuan Emirat Arab, kini beliau dapat menjalani kehidupan pascahaji dengan lebih tenang tanpa dibayangi utang,” ujar Dahnil.
Ia menambahkan, negara harus hadir secara nyata bagi masyarakat kecil yang memiliki tekad kuat dalam beribadah. Dahnil berharap kisah Sulaji dapat menjadi inspirasi sekaligus menguatkan semangat gotong royong dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
“Semoga kemabruran haji Pak Sulaji membawa keberkahan bagi beliau dan keluarganya. Kisah ini mengingatkan kita bahwa kerja keras, ketulusan, dan kepedulian sesama merupakan nilai luhur yang harus terus dijaga,” tutupnya.
- Penulis: Muhammad Fadli
- Editor: Fitriani Heli



