Berita Terkini
light_mode
Trending Tags
Beranda » Haji » Titik Rumah Khadijah di Masjidil Haram, Saksi Turunnya Wahyu dan Awal Peristiwa Isra Mi’raj

Titik Rumah Khadijah di Masjidil Haram, Saksi Turunnya Wahyu dan Awal Peristiwa Isra Mi’raj

  • account_circle Muhammad Fadli
  • calendar_month Senin, 29 Jun 2026
  • visibility 145
  • print Cetak

HAMRANEWS.ID – Di tengah kompleks Masjidil Haram, tepatnya di kawasan dekat pintu keluar Marwah, terdapat sebuah lokasi yang diyakini sebagai bekas rumah Rasulullah SAW bersama istri beliau, Siti Khadijah RA. Meski kini hanya ditandai dengan ubin marmer bercorak berbeda, tempat ini menyimpan jejak penting perjalanan dakwah Islam.

Penerjemah resmi khutbah Masjidil Haram asal Indonesia, Ahmad Musyaddad, menjelaskan sebagian sejarawan meyakini rumah tersebut berada di lokasi yang kini diberi penanda khusus di lantai pelataran Masjidil Haram.

“Di tempat yang di-blok ini, di sinilah dahulu rumah Nabi SAW bersama istri beliau tercinta Siti Khadijah RA. Oleh karena rumah ini dihadiahkan oleh Siti Khadijah, maka dia populer dengan sebutan Rumah Khadijah,” ujar Musyaddad saat memandu tur jejak sirah di kawasan Masjidil Haram.

Rumah itu menjadi tempat Rasulullah SAW tinggal bersama Khadijah selama sekitar 28 tahun sebelum hijrah ke Madinah. Di sanalah Malaikat Jibril berulang kali menyampaikan wahyu kepada Rasulullah SAW, dan seluruh putra-putri beliau dari Khadijah dilahirkan.

Rumah tersebut juga menjadi tempat Rasulullah SAW kembali setelah menerima wahyu pertama di Gua Hira. Dalam keadaan menggigil, beliau disambut dan ditenangkan oleh Khadijah yang terus mendampingi perjuangan dakwah sejak awal.

“Di sinilah Rasulullah SAW diselimuti oleh sang istri tercinta saat beliau pulang dari Gua Hira. Di sinilah Rasulullah SAW membangun keluarga yang paling bahagia dalam sejarah kehidupan manusia,” kata Musyaddad.

Menurut Musyaddad, kemuliaan rumah itu juga diakui para ulama. Imam Al-Muhibbuddin Ath-Thabari bahkan menyebut Rumah Khadijah sebagai tempat paling mulia di Kota Makkah setelah Masjidil Haram.

Selain menjadi tempat turunnya wahyu, rumah tersebut juga menjadi saksi pengorbanan luar biasa Siti Khadijah RA. Ia tidak hanya mendampingi Rasulullah SAW sebagai istri, tetapi juga mengorbankan harta dan seluruh kemampuannya demi mendukung dakwah Islam.

Kemuliaan Khadijah bahkan mendapat penghormatan langsung dari Allah SWT. Dalam sebuah riwayat, Malaikat Jibril meminta Rasulullah SAW menyampaikan salam dari Allah kepada Khadijah sebagai bentuk penghargaan atas keimanan dan pengorbanannya.

Namun, rumah itu juga menyimpan kisah paling menyedihkan dalam kehidupan Rasulullah SAW. Pada tahun ke-10 kenabian, Khadijah wafat. Tidak lama kemudian, Abu Thalib yang selama ini melindungi Rasulullah SAW juga meninggal dunia. Periode itu dikenal sebagai ‘Amul Huzni atau Tahun Kesedihan.

Setelah mengalami berbagai cobaan, Rasulullah SAW berdakwah ke Thaif, tetapi justru mendapat penolakan dan perlakuan kasar. Saat kembali ke Makkah, beliau memasuki rumah yang selama ini menjadi tempat berbagi suka dan duka bersama Khadijah.

“Ketika beliau sampai di rumah ini, beliau masuk. Dan sudah tidak ada lagi Khadijah. Sudah tidak ada lagi sang istri tercinta yang biasa menyambut beliau dalam suka dan duka,” tutur Musyaddad.

Di tengah masa penuh ujian itulah Allah SWT menghibur Rasulullah SAW melalui peristiwa Isra Mi’raj. Dari Masjidil Haram, beliau diperjalankan menuju Masjidil Aqsa hingga Sidratul Muntaha dan menerima perintah salat lima waktu.

Musyaddad mengatakan, peristiwa itu mengajarkan bahwa setelah ujian yang berat, Allah memberikan jalan penguatan melalui ibadah salat.

“Di sinilah kita mengerti bahwa seberat apa pun masalah kita di dalam kehidupan dunia ini jawabannya adalah salat,” ujarnya.

Bagi umat Islam, lokasi bekas Rumah Khadijah bukan sekadar penanda sejarah. Tempat itu menjadi saksi perjalanan dakwah Rasulullah SAW, mulai dari turunnya wahyu pertama, lahirnya keluarga teladan, pengorbanan Siti Khadijah RA, masa-masa penuh kesedihan, hingga menjelang peristiwa Isra Mi’raj yang menguatkan perjuangan Rasulullah SAW dalam menyebarkan Islam.

Bagikan Berita:
  • Penulis: Muhammad Fadli
  • Editor: Fitriani Heli

Rekomendasi Untuk Anda

  • Lomba Hafal Quran Raja Salman Berhadiah Hingga Rp40 Miliar

    Lomba Hafal Quran Raja Salman Berhadiah Hingga Rp40 Miliar

    • calendar_month Senin, 23 Feb 2026
    • account_circle Imam Dzulkifli
    • visibility 351
    • 0Komentar

    Bagikan Berita:

    Bagikan Berita:
  • Perjuangan Hasnah Bahar Tabung Uang Hasil Pelihara Bebek untuk Berhaji

    Perjuangan Hasnah Bahar Tabung Uang Hasil Pelihara Bebek untuk Berhaji

    • calendar_month Sabtu, 17 Mei 2025
    • account_circle Imam Dzulkifli
    • visibility 638
    • 0Komentar

    MAKASSAR – Mengumpulkan uang untuk berhaji dari hasil usaha ternak bebek, adalah upaya yang tidak mudah bagi Hasnah Daeng Haya Bahar (62). Puluhan tahun lamanya, wanita asal Maros ini memelihara bebek di kolong rumahnya. Dia mendaftar haji pada 2011 silam dan baru pada tahun ini dia bisa berangkat. Itupun, sebenarnya dia masuk daftar cadangan untuk […]

    Bagikan Berita:
  • Total Sembilan Calon Haji Indonesia Wafat Hingga Minggu 3 Mei 2026

    Total Sembilan Calon Haji Indonesia Wafat Hingga Minggu 3 Mei 2026

    • calendar_month Senin, 4 Mei 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 233
    • 0Komentar

    HAMRANEWS – Kementerian Haji dan Umrah mencatat, total sudah sembilan jemaah haji RI yang wafat selama proses perjalanan Ibadah 2026. Terbaru pada Minggu 3 Mei 2026, Kemenhaj mengumumkan berita duka dua orang jemaah haji wafat di Madinah, pada Minggu 3 Mei 2026. “Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un. Ahad 3 Mei 2026 terdapat dua jemaah […]

    Bagikan Berita:
  • Berbeda dengan Muhammadiyah, MUI Tolak Keras Penyembelihan Hewan Dam Haji di Indonesia

    Berbeda dengan Muhammadiyah, MUI Tolak Keras Penyembelihan Hewan Dam Haji di Indonesia

    • calendar_month Rabu, 13 Mei 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 214
    • 0Komentar

    HAMRANEWS – Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyampaikan siakp keras soal anjuran pelaksanaan dam bagi jemaah haji Indonesia. Berbeda dengan kebijakan Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) yang membuka opsi pembayaran dam di Tanah Air, MUI menegaskan penyembelihan hewan dam untuk haji tamattu’ dan qiran harus tetap dilakukan di Tanah Haram. Sikap tersebut dituangkan secara resmi melalui […]

    Bagikan Berita:
  • Wamenhaj Saudi dan RI Diskusi Soal Dampak Kenaikan Bahan Bakar ke Tiket Pesawat

    Wamenhaj Saudi dan RI Diskusi Soal Dampak Kenaikan Bahan Bakar ke Tiket Pesawat

    • calendar_month Senin, 30 Mar 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 285
    • 0Komentar

    HAMRANEWS – Pemerintah Arab Saudi melalui Wakil Menteri Haji dan Umrah Kerajaan Saudi Arabia (KSA), Dr Abdul Fatah Mushat, mengingatkan Indonesia untuk mengantisipasi dampak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) global terhadap biaya penerbangan haji. Kenaikan ini dinilai berpotensi memengaruhi harga tiket pesawat bagi jemaah. Hal tersebut disampaikan dalam pertemuan bilateral bersama Wakil Menteri Haji […]

    Bagikan Berita:
  • Rumah Jemaah Haji Asal Soppeng Terbakar saat Sedang Melontar Jumrah

    Rumah Jemaah Haji Asal Soppeng Terbakar saat Sedang Melontar Jumrah

    • calendar_month Senin, 16 Jun 2025
    • account_circle REDAKSI
    • visibility 542
    • 0Komentar

    MAKASSAR – Perjalanan haji selalu tak luput dari cobaan. Itu dirasakan betul Anisah Naharuddin, jemaah asal Kabupaten Soppeng yang tergabung dalam Kloter 6 Embarkasi Ujung Pandang. Ibadah Haji Anisah, benar-benar menguji ketabahan dan keikhlasannya. Saat akan menjalankan lontar jumrah di Mina, salah satu ritual penting dalam ibadah haji, Anisah menerima kabar bahwa rumahnya di kampung […]

    Bagikan Berita:
expand_less