Berita Terkini
light_mode
Trending Tags
Beranda » Haji » Pelayanan Haji 2025 Didesak Dievaluasi karena Sistem Syarikah, Ada Apa?

Pelayanan Haji 2025 Didesak Dievaluasi karena Sistem Syarikah, Ada Apa?

  • account_circle REDAKSI
  • calendar_month Minggu, 18 Mei 2025
  • visibility 645
  • print Cetak

MAKASSAR – Mulai tahun 2025, pemerintah melalui Kementerian Agama, memberlakukan aturan baru tata pelaksanaan Ibadah Haji. Jika sebelumnya, urusan pelayanan jemaah haji di Arab Saudi khususnya di Armuzna (Arafah, Muzdalifah dan Mina) ditangani oleh lembaga khusus yakni Mashariq, kini ditangani oleh beberapa syarikah atau perusahaan swasta.

Namun, sistem terbaru ini rupanya memicu persoalan baru. Sejumlah jemaah haji dilaporkan mengeluhkan berbagai masalah, seperti jemaah lansia yang terpisah dari keluarganya atau pendampingnya yang berangkat karena beda rombongan dan beda syarikah (beda perusahaan yang melayani).

Ada juga pasangan suami istri yang terpisah, beda tempat karena beda syarikah hingga pembimbing haji yang terpisah dari jemaahnya karena beda Syarikah. Diketahui, pada tahun ini, ada 8 Syarikah yang beroperasi melayani jemaah di Armuzna.

Kekacauan penempatan dan jadwal pemberangkatan para jemaah haji Indonesia ini, membuat anggota Komisi VIII dari Maman Imanul Haq, meminta Kementerian Agama melakukan evaluasi, termasuk melakukan negosiasi ke Arab Saudi.

Dia menekankan, salah satu pemicu kekisruhan ini, karena ada lebih dari satu Syarikah yang menangani jemaah dari satu daerah.

“Jangan seperti kondisi saat ini di mana lebih dari satu syarikah menangani jemaah dari satu daerah. Hal ini membingungkan jemaah dan juga Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU).

Bayangkan saja, ada jemaah yang belum siap berangkat namun tiba-tiba harus berangkat keesokan harinya, atau sebaliknya, jemaah yang seharusnya berangkat beberapa pekan lagi di kloter lain, mendadak harus segera berangkat. Sistem seperti apa ini jika hasilnya justru menimbulkan kekacauan?” tegas Politisi Fraksi PKB ini.

Kementerian Agama pun diminta untuk segera melakukan negosiasi dengan pihak berwenang di Arab Saudi guna mencari solusi atas permasalahan ini.

Menurutnya Indonesia saat ini membutuhkan negosiator yang andal dan mampu menyampaikan keluhan serta mencari solusi konstruktif atas kekacauan dalam pelaksanaan ibadah haji 2024 ini.

“Kami memberikan kesempatan kepada Kemenag dan Dirjen Penyelenggara Haji dan Umrah untuk bertindak cepat menangani masalah ini. Kami tidak dapat menerima jika penggunaan delapan syarikah ini justru menyengsarakan jemaah haji Indonesia,” imbuh Kiai Maman.

Pria yang akrab disapai Kiai Maman ini, mengusulkan agar jika Kemenag tetap menggunakan delapan syarikah, pembagian tanggung jawab hendaknya didasarkan pada wilayah di Indonesia.

Misalnya, Syarikah A bertanggung jawab atas jemaah dari wilayah tertentu di Jawa Barat, Syarikah B untuk kota tertentu di Jawa Timur, dan seterusnya.

Bagikan Berita:
  • Penulis: REDAKSI

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bahagia Bisa Umrah, Ruben Onsu Akhirnya Berangkat ke Tanah Suci

    Bahagia Bisa Umrah, Ruben Onsu Akhirnya Berangkat ke Tanah Suci

    • calendar_month Sabtu, 30 Agt 2025
    • account_circle REDAKSI
    • visibility 424
    • 0Komentar

    JAKARTA – Presenter Ruben Onsu akhirnya menapakkan kaki di Tanah Suci. Bagi mualaf ini, umrah jadi pengalaman spiritual pertamanya di Mekkah. Sebelumnya, Ruben sempat gagal berangkat haji pada Juni 2025 karena terkendala visa. Kini, ia merasa lega sekaligus gugup saat keberangkatan. “Nggak nyangka bisa beneran berangkat. Pas liat visa sama paspor lengkap, gue sampai bolak-balik […]

    Bagikan Berita:
  • Malaysia Sudah Pakai Dana Haji Investasi Hotel di Saudi, RI Masih Andalkan Surat Berharga

    Malaysia Sudah Pakai Dana Haji Investasi Hotel di Saudi, RI Masih Andalkan Surat Berharga

    • calendar_month Sabtu, 25 Jul 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 83
    • 0Komentar

    HAMRANEWS.ID – Besarnya dana haji yang dikelola Indonesia belum diikuti dengan penguasaan ekosistem ekonomi haji di Arab Saudi. Padahal, Indonesia merupakan negara dengan jumlah jemaah haji dan umrah terbesar di dunia. Pengamat menilai Indonesia masih berperan sebagai pembeli layanan, sementara Malaysia telah melangkah lebih jauh dengan memiliki investasi properti di Tanah Suci. Pandangan tersebut disampaikan […]

    Bagikan Berita:
  • Distribusi Kartu Nusuk Harus di Embarkasih Bukan di Tanah Suci, Ini 14 Poin Desakan Komisi VIII ke Kemenhaj

    Distribusi Kartu Nusuk Harus di Embarkasih Bukan di Tanah Suci, Ini 14 Poin Desakan Komisi VIII ke Kemenhaj

    • calendar_month Rabu, 19 Nov 2025
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 357
    • 0Komentar

    HAMRANEWS — Komisi VIII DPR RI mendesak Kementerian Haji dan Umrah RI untuk segera menindaklanjuti berbagai arahan strategis guna memastikan pelayanan haji tahun 1447 H/2026 M berjalan lebih baik, transparan, dan mengutamakan kepentingan jemaah. Desakan ini muncul setelah Komisi VIII menerima sejumlah masukan terkait peningkatan kualitas layanan, efisiensi anggaran, serta perlindungan jemaah di Tanah Suci. […]

    Bagikan Berita:
  • Menteri Haji Umrah yang Akan Tentukan Kuota Haji Kabupaten, Bukan Lagi Pemda

    Menteri Haji Umrah yang Akan Tentukan Kuota Haji Kabupaten, Bukan Lagi Pemda

    • calendar_month Rabu, 27 Agt 2025
    • account_circle REDAKSI
    • visibility 428
    • 0Komentar

    JAKARTA – Undang-undang Haji dan Umrah remsi ditetapkan DPR RI. Ada beberapa poin penting dalam aturan tersebut, yang sebelumnya telah disepakati saat rapat pembahasan. Salah satu yang krusial adalah aturan pembagian kuota haji reguler kabupaten/kota kini ditetapkan langsung oleh Menteri Haji dan Umrah, bukan lagi oleh gubernur atau pemerintah daerah. Kesepakatan itu diambil dalam rapat […]

    Bagikan Berita:
  • Negara yang Tak Punya Kementerian atau Biro Haji, Calon Jemaah Bisa Daftar Via Nusuk di Sini untuk 2027: Bisa Coba Daftar

    Negara yang Tak Punya Kementerian atau Biro Haji, Calon Jemaah Bisa Daftar Via Nusuk di Sini untuk 2027: Bisa Coba Daftar

    • calendar_month Senin, 31 Agt 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 68
    • 0Komentar

    HAMRANEWS.ID – Persiapan penyelenggaraan ibadah Haji 2027 atau 1448 H mulai dilakukan Arab Saudi. Salah satu langkah yang telah dibuka adalah registrasi minat bagi calon jemaah haji internasional melalui platform resmi Nusuk Hajj. Fasilitas ini menjadi perhatian khusus bagi calon jemaah dari negara-negara yang tidak memiliki kementerian atau biro khusus yang mengatur penyelenggaraan perjalanan haji. […]

    Bagikan Berita:
  • 170 Jemaah Haji Khusus Tazkiyah Tour Siap Berangkat

    170 Jemaah Haji Khusus Tazkiyah Tour Siap Berangkat

    • calendar_month Selasa, 13 Mei 2025
    • account_circle REDAKSI
    • visibility 605
    • 0Komentar

    MAKASSAR — Sisa menghitung jam menuju keberangkatan. Tazkiyah Tour akan melakukan pelepasan 170 jemaah dari tiga embarkasi; Makassar, Surabaya, dan Jakarta, Rabu, 14 Mei 2025. Para jemaah sudah siap dan telah melalui serangkaian manasik dan pemeriksaan kesehatan. Termasuk calon jemaah haji termuda kali ini adalah Nabil Nahriawan Irfan, remaja berusia 18 tahun. Presiden Direktur Tazkiyah Group, […]

    Bagikan Berita:
expand_less