Isak Tangis Sambut Kepulangan Jemaah yang Gagal Umrah di Jambi, Sempat Terkatung-katung di Bandara
- account_circle Muhammad Fadli
- calendar_month 2 menit yang lalu
- visibility 3
- print Cetak

HAMRANEWS.ID– Isak tangis keluarga pecah saat menyambut kepulangan puluhan calon jemaah umrah asal Jambi yang gagal berangkat ke Tanah Suci.
Para jemaah sebelumnya sempat tertahan di Medan setelah rencana keberangkatan pada 18 Agustus 2026 tidak terlaksana. Setelah beberapa hari menunggu kepastian, mereka akhirnya dipulangkan ke Mandailing Natal.
Setibanya di daerah asal, para jemaah langsung menuju Polres Mandailing Natal (Madina) untuk menempuh jalur hukum terkait dugaan penipuan yang mereka alami.
Tangis keluarga pecah ketika melihat para jemaah pulang tanpa bisa melanjutkan perjalanan umrah. Sebagian keluarga mengaku kecewa dan terpukul karena perjalanan ke Tanah Suci telah dipersiapkan dengan penuh harapan, namun berakhir dengan kegagalan.
Kasus ini diduga berkaitan dengan penawaran paket umrah murah yang ditawarkan PT Gema Talbia.
Pendamping jemaah, Ahmad Abdul Malik, mengungkap sejumlah kejanggalan yang dialaminya bersama puluhan calon jemaah sejak proses keberangkatan.
Tergiur Promo Umrah Rp20 Juta
Kasus tersebut bermula dari penawaran paket umrah seharga Rp20 juta per orang.
Menurut Malik, pemilik travel berinisial O menawarkan paket tersebut sebagai promo khusus dengan alasan mendapat subsidi dari paket reguler.
“Dia bilang ini promo milad Rp20 juta, berasal dari subsidi harga reguler. Karena kebodohan dan keawaman saya soal ini, saya melihatnya masuk akal,” ujar Malik, dikutip dari program Saksi Kata Tribun Jambi di YouTube, Rabu (19/8/2026).
Namun, persoalan mulai muncul ketika proses pengurusan dokumen perjalanan dilakukan.
Visa para jemaah tak kunjung terbit meski uang pelunasan telah ditransfer. Kondisi tersebut membuat calon jemaah mulai mempertanyakan kepastian keberangkatan mereka.
Malik bahkan mengungkap adanya dugaan penggunaan nomor visa milik orang lain.
“Jadi tanggal 2 pagi saya pulang dari kantor karena visa itu enggak keluar juga. Ternyata Sisco Patuh ini juga bisa keluar pakai nomor visa orang lain. Banyak kebohongan-kebohongan yang dilakukan oleh pihak owner,” katanya.
Boarding Pass Sempat Ditahan
Kejanggalan kembali terjadi ketika rombongan berada di Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
Boarding pass jemaah disebut sempat ditahan oleh pihak vendor karena travel belum menyelesaikan pembayaran tiket.
Tak hanya itu, para jemaah juga disebut berangkat tanpa mengantongi tiket kepulangan yang semestinya sudah tersedia sebelum perjalanan dimulai.
“Tiket PP itu harusnya sudah ada di tangan. Ini belum dipegang, tiket kepulangan itu enggak ada. Agar bisa kami tembus ke Saudi saja ada tiketnya,” ungkap Malik.
Kondisi tersebut membuat perjalanan para jemaah semakin tidak pasti.
Harapan untuk menjalankan ibadah umrah pun akhirnya pupus setelah rangkaian persoalan yang mereka hadapi berujung pada gagalnya keberangkatan.
Pulang dengan Kekecewaan
Setelah sempat terkatung-katung dan menunggu kepastian, para jemaah akhirnya dipulangkan.
Kepulangan mereka disambut keluarga dengan tangis. Bukan karena bahagia menyambut kepulangan, melainkan karena perjalanan yang seharusnya menjadi momen ibadah justru berakhir dengan kekecewaan.
Para jemaah kemudian memilih menempuh jalur hukum dengan mendatangi Polres Mandailing Natal.
Kasus tersebut kini menjadi perhatian karena menyangkut dugaan penipuan berkedok promo perjalanan umrah murah.
Para jemaah berharap laporan mereka dapat ditindaklanjuti dan pihak yang bertanggung jawab atas gagalnya keberangkatan serta dana yang telah mereka setorkan dapat dimintai pertanggungjawaban.
Kasus ini sekaligus menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih berhati-hati ketika menerima tawaran paket umrah dengan harga jauh di bawah harga normal, termasuk memastikan legalitas travel, kejelasan visa, tiket pergi-pulang, serta seluruh dokumen perjalanan sebelum melakukan pelunasan.
- Penulis: Muhammad Fadli
- Editor: Fitriani Heli
