Berita Terkini
light_mode
Trending Tags
Beranda » Haji » Kemenhaj Tegaskan Tak Ada Toleransi Penyerobotan Antrean Haji, Sistem Kini Lebih Prudent

Kemenhaj Tegaskan Tak Ada Toleransi Penyerobotan Antrean Haji, Sistem Kini Lebih Prudent

  • account_circle Muhammad Fadli
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 5
  • print Cetak

HAMRANEWS.ID – Pemerintah menegaskan tidak akan memberikan toleransi terhadap praktik penyerobotan antrean dalam pemberangkatan jemaah haji.

Pengaturan kuota dan keberangkatan kini diarahkan semakin prudent dengan menjadikan waiting list atau daftar tunggu di masing-masing provinsi dengan formulasi terbaru.

Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Puji Raharjo, mengatakan perubahan mekanisme tersebut dilakukan agar pengelolaan antrean lebih terukur, dapat dipertanggungjawabkan, sekaligus memenuhi rasa keadilan masyarakat.

“Antrean itu berdasarkan waiting list di masing-masing provinsi,” kata Puji.

Menurut dia, penerapan skema tersebut memang membuat masa tunggu antardaerah dapat mengalami perubahan. Ada provinsi yang memperoleh peluang keberangkatan lebih cepat, sementara provinsi lain harus menunggu lebih lama.

Namun, dinamika itu merupakan konsekuensi dari sistem yang menghitung kuota berdasarkan jumlah pendaftar yang masuk dalam daftar tunggu.

“Model mekanisme pembagian kuota berdasarkan waiting list ini yang menyebabkan lebih prudent dan lebih bisa dipertanggungjawabkan dan bisa memenuhi rasa keadilan masyarakat,” ujar Puji.

Ia menegaskan, prinsip utama dalam sistem baru tersebut adalah menjaga urutan keberangkatan berdasarkan antrean resmi.

“Kita memutuskan haji melalui waiting list dan kita tidak akan ada mentolerir yang menyerobot,” tegasnya.

Kebijakan berbasis waiting list sebelumnya memang telah diterapkan dalam penentuan kuota haji 2026. Kementerian Agama menjelaskan bahwa kuota provinsi dihitung berdasarkan jumlah daftar tunggu, bukan lagi semata pembagian kuota kepada kabupaten/kota.

Mahkamah Konstitusi juga telah menolak permohonan yang mempersoalkan mekanisme pembagian kuota reguler berbasis proporsi waiting list provinsi.

Dengan sistem tersebut, pemerintah ingin memastikan kesempatan berangkat haji tetap mengikuti antrean resmi. Bagi calon jemaah, perubahan ini sekaligus menegaskan bahwa nomor porsi dan posisi dalam daftar tunggu menjadi bagian penting yang harus dijaga dan tidak boleh dilangkahi secara tidak sah.

Sementara itu, Puji menyebut capaian Indeks Kepuasan Jemaah Haji Indonesia sebesar 91,4 bukan sekadar angka untuk dibanggakan, melainkan menjadi standar minimum bagi pemerintah dalam terus memperbaiki penyelenggaraan haji.

Bagikan Berita:
  • Penulis: Muhammad Fadli
  • Editor: Fitriani Heli

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menteri Haji dan Umrah Ungkap Kebocoran Dana Berpotensi Tembus Rp5 T Per Tahun

    Menteri Haji dan Umrah Ungkap Kebocoran Dana Berpotensi Tembus Rp5 T Per Tahun

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 571
    • 0Komentar

    JAKARTA – Anggaran penyelenggaraan ibadah haji punya potensi kebocoran yang nilainya tidak main-main. Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf atau yang akrab disapa Gus Irfan, menjelaskan hitung-hitungannya terkait potensi kebocoran dana haji yang bisa mencapai Rp 5 triliun per tahun. Menurut Gus Irfan, angka tersebut bukan hasil dugaan sembarangan, melainkan berdasarkan kalkulasi para peneliti […]

    Bagikan Berita:
  • Evaluasi Mendesak Haji 2025, Timwas DPR Usulkan Bentuk Pansus

    Evaluasi Mendesak Haji 2025, Timwas DPR Usulkan Bentuk Pansus

    • calendar_month Selasa, 10 Jun 2025
    • account_circle REDAKSI
    • visibility 574
    • 0Komentar

    JAKARTA – Tim Pengawas Haji DPR RI (Timwas Haji) mengusulkan pembentukan Panitia Khusus (Pansus) Haji guna melakukan evaluasi komprehensif terhadap pelaksanaan ibadah haji 2025. Usulan ini diajukan setelah Timwas Haji mencatat berbagai masalah di lapangan, khususnya pada saat puncak rangkaian ibadah haji. “Jika kita meninjau perjalanan dari Makkah ke Arafah, kemudian ke Muzdalifah, dan kembali […]

    Bagikan Berita:
  • Biaya Haji 2026 Turun Lagi? Kementerian Haji-Umrah Sedang Mengkaji Peluangnya

    Biaya Haji 2026 Turun Lagi? Kementerian Haji-Umrah Sedang Mengkaji Peluangnya

    • calendar_month Selasa, 23 Sep 2025
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 458
    • 0Komentar

    SAUDI – Kementerian Haji dan Umrah saat ini sedang mengkaji terkait dengan soal penurunan biaya haji, sesuai dengan yang diperintah oleh Presiden Prabowo Subianto. Seperti diketahui, pada 2025 lalu, biaya haji mengalami penurunan. “Kami sedang berusaha keras, sesuai perintah presiden berusaha mengurangi biaya haji,” kata Menteri Haji dan Umrah Indonesia Mochamad Irfan Yusuf saat di […]

    Bagikan Berita:
  • Konflik Arab Saudi-Houthi Makin Memanas, Operasi Militer ke Kawasan Sekitar Laut Merah Disiapkan

    Konflik Arab Saudi-Houthi Makin Memanas, Operasi Militer ke Kawasan Sekitar Laut Merah Disiapkan

    • calendar_month Sabtu, 3 Okt 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 50
    • 0Komentar

    HAMRANEWS.ID – Arab Saudi tengah menyiapkan opsi operasi militer besar-besaran terhadap kelompok Houthi di Yaman. Riyadh disebut ingin merebut kembali sejumlah wilayah strategis yang kini berada di bawah kendali kelompok yang didukung Iran tersebut, terutama kawasan sekitar jalur pelayaran Laut Merah. Rencana itu diungkap Reuters dengan mengutip sejumlah pejabat Teluk dan Yaman serta diplomat Barat. […]

    Bagikan Berita:
  • Indeks Kepuasan Haji Indonesia 2025: Sedikit Lebih Baik dari Tahun Lalu

    Indeks Kepuasan Haji Indonesia 2025: Sedikit Lebih Baik dari Tahun Lalu

    • calendar_month Rabu, 10 Sep 2025
    • account_circle REDAKSI
    • visibility 622
    • 0Komentar

    JAKARTA – Badan Pusat Statistik (BPS) baru-baru ini merilis Indeks Kepuasan Jemaah Haji Indonesia (IKJHI) 2025. Hasilnya mencapai 88,46 dan masuk dalam kategori sangat memuaskan. Angka ini sedikit lebih baik dari tahun lalu, atau meningkat 0,26 poin. “Indeks Kepuasan Jemaah Haji Indonesia (IKJHI) Tahun 2025 mencapai 88,46. Secara umum, jemaah haji Indonesia telah menerima semua […]

    Bagikan Berita:
  • Penyelenggara Haji Khusus Keluhkan Sejumlah Syarat Administratif yang Memperlambat Proses Pelunasan

    Penyelenggara Haji Khusus Keluhkan Sejumlah Syarat Administratif yang Memperlambat Proses Pelunasan

    • calendar_month Senin, 8 Des 2025
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 378
    • 0Komentar

    HAMRANEWS – Proses pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) Khusus Tahun 2026 menghadapi masalah administratif yang cukup membuat ribet calon jemaah. Penyelenggara travel haji khusus, sekaligus Sekjen Aliansi Pengusaha Haramain Seluruh Indonesia (ASPHIRASI), Retno Anugerah Andriyani mengungkapkan, berbagai kendala teknis hingga sederet syarat administratif menjadi penyebab belum optimalnya proses pelunasan ibadah haji khusus. “Sejak awal, […]

    Bagikan Berita:
expand_less