Menteri Agama Klaim Evaluasi Haji 2025 Berjalan Baik, Tak Ada Pemotongan Kuota Tahun Depan
- account_circle REDAKSI
- calendar_month Senin, 16 Jun 2025
- visibility 550
- print Cetak

JEDDAH – Menteri Agama Nasaruddin Umar menyatakan bahwa evaluasi pelaksanaan ibadah haji tahun 2025 bersama otoritas Arab Saudi berlangsung dengan baik. Bahkan, menurutnya, jemaah haji asal Indonesia mendapat pujian langsung dari pemerintah Arab Saudi karena dinilai sebagai jemaah paling tertib dan disiplin.
“Pelaksanaan ibadah haji kita tahun ini berlangsung normal, tidak ada hal yang istimewa juga. Keterlambatan makanan dan penerbangan memang terjadi, tapi itu hal yang setiap tahun terjadi dan sudah diantisipasi,” ujar Nasaruddin kepada wartawan di Bandara Jeddah, menjelang kepulangan kloter UPG 07 (Makassar) ke tanah air.
Nasaruddin menyampaikan dari sisi teknis pelaksanaan, angka kematian jemaah juga tercatat lebih rendah dibandingkan tahun lalu.
“Jumlah kematian dibandingkan dengan tahun lalu masih jauh lebih sedikit. Artinya, pelayanan kesehatan juga semakin membaik,” tuturnya.
Menteri Nasaruddin pun menyampaikan apresiasi kepada seluruh otoritas Arab Saudi yang telah bekerja sama dan memberikan layanan optimal, mulai dari Kementerian Haji dan Umrah, Kementerian Kesehatan, hingga petugas imigrasi. “Ini adalah pelaksanaan haji terbaik dari sisi manajemen Arab Saudi,” katanya.
Isu Pemotongan Kuota Tidak
Menanggapi isu yang beredar mengenai kemungkinan pemotongan kuota haji Indonesia akibat sejumlah kekurangan, Nasaruddin mengungkapkan tidak pernah mendengar ada pembahasan pemotongan kuota dalam evaluasi resmi.
“Justru Arab Saudi sedang menyiapkan peningkatan kapasitas. Area sekitar Ka’bah sedang dikembangkan, bahkan di Mina nanti akan dibangun apartemen sebagai pengganti tenda,” jelasnya.
Dorong Anak Muda Daftar Haji Lebih Dini
Dalam kesempatan tersebut Nasaruddin juga mengungkapkan kekhawatirannya terhadap tren menurunnya minat anak muda untuk mendaftar haji. Padahal, menurutnya, masa tunggu yang panjang justru menjadi alasan penting agar generasi muda mulai mendaftar sejak dini.
“Kami melihat ada penurunan drastis dari kalangan muda dalam pendaftaran haji. Ini menjadi pekerjaan rumah bagi kita semua untuk membangkitkan semangat mereka dalam menunaikan rukun Islam kelima ini,” jelasnya.
Tidak Ada Jemaah yang Terabaikan
Menteri Agama juga memastikan bahwa seluruh jemaah, termasuk yang dalam kondisi sakit atau lanjut usia, tetap difasilitasi untuk menunaikan ibadah haji.
“Kalau ada yang sakit atau tidak bisa bergerak, kita badalkan. Yang tidak mampu secara fisik, kita safarikan. Tidak ada satu pun jemaah yang ditinggalkan,” tegasnya.
Dengan sejumlah evaluasi dan catatan kecil yang telah dicatat, Nasaruddin optimistis bahwa pelaksanaan haji Indonesia ke depan akan terus membaik. Ia pun mengajak semua pihak untuk terus mendukung dan mempersiapkan diri sejak awal agar pelayanan kepada jemaah haji bisa semakin maksimal dari tahun ke tahun.
- Penulis: REDAKSI
