Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Haji » Penjelasan Menteri Agama Soal 3 Jemaah RI Masih Hilang karena Demensia

Penjelasan Menteri Agama Soal 3 Jemaah RI Masih Hilang karena Demensia

  • account_circle REDAKSI
  • calendar_month Sel, 29 Jul 2025
  • visibility 304

TANGERANG – Tiga jemaah RI yang dinyatakan hilang belum juga ditemukan, hingga saat ini. Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar menyebut salah satu kendala sulitnya pencarian adalah mereka adalah lansia yang mengalami demensia.

Nasaruddin Umar mengatakan, karena demensia, bahkan nama mereka pun kerap kali dilupa.

“Namanya sendiri juga tidak tahu. Nama keluarga juga tidak tahu, nama anaknya nggak tahu. Jadi sudah lupa semuanya,” ucap Nasaruddin di Tangerang, Banten, Selasa 29 Juli 2025.

Nasaruddin menyebutkan tiga anggota jemaah yang hilang itu secara fisik masih dalam kondisi sehat sehingga bisa berjalan sendiri keluar hotel dan berujung hilang. Dia mengatakan proses pencarian masih terus dilakukan.

“Namanya sendiri ditanya kadang-kadang hari ini lain, besoknya juga dia lupa. Ini kan tingkat kesulitannya sangat berat. Tapi kita tetap ada upaya untuk mencari,” ujarnya.

Dia mengatakan ada sejumlah mayat di rumah sakit di Madinah dan Makkah yang ditemukan tanpa identitas jelas. Dia mengatakan Kemenag berupaya untuk menyerahkan sampel DNA keluarga jemaah yang menghilang untuk dicocokkan di RS Saudi.

“Ada sejumlah mayat terbaring di rumah sakit di Saudi Arabia itu, di Madinah atau di Makkah, kita mencari DNA keluarganya siapa tahu di antara mereka itu ada di sana. Tapi saat bersamaan polisi Saudi Arabia kita ada kerja sama, tetap mencari,” ucapnya.

Dia mengatakan ada juga sejumlah jemaah haji Indonesia yang masih di rawat di Arab Saudi. Salah satunya jemaah haji yang dirawat di Saudi sejak 2024.

“Selama masih ada denyut jantung, walaupun itu dengan alat, selama itu juga tidak boleh diapa-apain. Dia terbaring di rumah sakit dengan konsekuensinya, asuransinya jalan terus. Tapi bagi Indonesia juga tidak ada masalah karena nyawa orang tidak bisa diukur dengan uang,” tuturnya.

Adapun identitas jemaah yang hilang di Saudi:

1. Nurimah (80) asal kloter PLM 19. Dilaporkan pergi dari hotel 614 dan tak kembali lagi sejak 28 Mei atau 2 hari setelah tiba di Makkah.

2. Sukardi (67) asal kloter SUB 79. Dilaporkan pergi dari hotel 813 dan tak kembali lagi sejak 29 Mei atau 2 hari setelah tiba di Makkah.

3. Hasbulah (73) asal kloter BDJ 07. Dilaporkan meninggalkan hotel 709 pada Selasa (17/6) dini hari.

Kemenag menyebutkan petugas haji telah melakukan badal haji terhadap Nurimah dan Sukardi. Sementara Hasbullah menghilang setelah proses puncak haji.

Bagikan Berita:
  • Penulis: REDAKSI

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemerintah Saudi Pakai Teknologi Penyemaian Awan Demi Tingkatkan Curah Hujan

    Pemerintah Saudi Pakai Teknologi Penyemaian Awan Demi Tingkatkan Curah Hujan

    • calendar_month Ming, 10 Agu 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 349
    • 0Komentar

    SAUDI – Pemerintah Kerajaan Arab Saudi terus memprioritaskan kenyamanan jemaah, salah satunya demi membuat Kawasan Makkah tetap sejuk dengan memanfaatkan teknologi hujan buatan. Program Regional Penyemaian Awan Saudi mengumumkan rencana untuk memanfaatkan teknologi terbaru demi meningkatkan kondisi cuaca agar lebih sejuk dan teduh di wilayah Kerajaan, khususnya di Makkah dan Masya’ir Muqoddasah seperti Mina, Arafah, […]

    Bagikan Berita:
  • Kerugian Negara Akibat Kasus Kuota Haji Diperkirakan Rp1 Triliun

    Kerugian Negara Akibat Kasus Kuota Haji Diperkirakan Rp1 Triliun

    • calendar_month Sen, 11 Agu 2025
    • account_circle REDAKSI
    • visibility 398
    • 0Komentar

    JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkapkan hitung-hitung kerugian negara akibat dugaan rasuah terkait penyelenggaraan dan pembagian kuota haji di Kementerian Agama (Kemenag). “Dalam perkara ini, hitungan awal, dugaan kerugian negara lebih dari Rp1 triliun,” terang juru bicara KPK Budi Prasetyo di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Senin, 11 Agustus 2025. Budi menjelaskan, hitungan […]

    Bagikan Berita:
  • PIHK Jauh Hari Sudah Antisipasi Sistem Syarikah, Jemaah Haji Khusus Tak Ada yang Pisah Rombongan

    PIHK Jauh Hari Sudah Antisipasi Sistem Syarikah, Jemaah Haji Khusus Tak Ada yang Pisah Rombongan

    • calendar_month Rab, 21 Mei 2025
    • account_circle REDAKSI
    • visibility 293
    • 0Komentar

    SAUDI – Sistem Syarikah dalam proses perjalanan Ibadah Haji tahun ini memicu masalah pada rombongan haji reguler. Sistem syarikah ini juga berlaku untuk haji khusus, namun sejauh ini tidak ada kendala. Seperti diketahui, polemik jemaah haji reguler bermunculan karena saat tiba di Kota Makkah, terjadi perubahan penempatan pada rombongan. Sehingga ada pasangan suami-istri yang terpisah […]

    Bagikan Berita:
  • Kereta Mewah ‘Jelajah Gurun’ Arab Saudi Resmi Buka Reservasi untuk Perjalanan Pertama 2026

    Kereta Mewah ‘Jelajah Gurun’ Arab Saudi Resmi Buka Reservasi untuk Perjalanan Pertama 2026

    • calendar_month Sel, 9 Des 2025
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 185
    • 0Komentar

    HAMRANEWS – Pemerintah Arab Saudi menghadirkan pengalaman wisata mengarungi gurun pasir. Setelah sukses dengan berbagai proyek futuristik, kini giliran layanan kereta mewah Dream of the Desert yang resmi membuka pemesanan untuk perjalanan tahun 2026. Kereta tersebut menawarkan pengalaman menjelajahi gurun dengan sentuhan kemewahan yang setara hotel bintang lima—lengkap dengan butler hingga pertunjukan live di sepanjang […]

    Bagikan Berita:
  • Kemenhaj Lempar Wacana Skema Naik Haji Jalur ‘War Tiket’

    Kemenhaj Lempar Wacana Skema Naik Haji Jalur ‘War Tiket’

    • calendar_month Kam, 9 Apr 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 54
    • 0Komentar

    HAMRANEWS – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) melempar wacana naik haji dengan skema seperti sistem lama sebelum keberadaan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH). Wacana ini dilempar terkait dengan antrean keberangkatan haji yang kini mencapai 26 tahun. Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan menyebut, pemerintah tengah mengkaji berbagai opsi untuk mengatasi panjangnya daftar tunggu, termasuk skema baru […]

    Bagikan Berita:
  • Multi Syarikah Tetap Layak Diterapkan Tahun Depan, Wamenag: Pembagiannya Per Emberkasih

    Multi Syarikah Tetap Layak Diterapkan Tahun Depan, Wamenag: Pembagiannya Per Emberkasih

    • calendar_month Sel, 12 Agu 2025
    • account_circle REDAKSI
    • visibility 305
    • 0Komentar

    JAKARTA – Wakil Menteri Agama RI, Romo HR Muhammad Syafi’i, menilai sistem multi syarikah dalam layanan jamaah haji tetap layak dipertahankan, namun sebaiknya ditata ulang secara menyeluruh agar lebih efektif dan tepat sasaran. “Kita bekerja tanpa batas waktu. Penanganan sistem multi syarikah menjadi perhatian penting karena Presiden Prabowo tidak menginginkan adanya monopoli. Sistem ini akan […]

    Bagikan Berita:
expand_less