Banyak Jemaah Haji-Umrah Belum Sadar, Risiko Pneumonia Menghantui Paru-paru Mereka
- account_circle Muhammad Fadli
- calendar_month 16 jam yang lalu
- visibility 10
- print Cetak

Illustrasi jemaah haji melakukan pengurusan di Imigrasi
HAMRANEWS.ID – Risiko pneumonia masih belum banyak disadari masyarakat yang berencana menunaikan ibadah haji dan umrah. Padahal, perjalanan ibadah tersebut identik dengan kerumunan besar, cuaca panas, aktivitas fisik tinggi dan waktu istirahat yang terbatas.
Survei YouGov menunjukkan hanya 11 persen responden yang mengetahui bahwa berada di tengah kerumunan dapat meningkatkan risiko mengalami pneumonia serius.
Temuan ini menjadi perhatian karena 43 persen responden Muslim dalam survei yang sama mengaku berencana menunaikan haji atau umrah dalam dua tahun ke depan.
Kesadaran terhadap risiko kesehatan lainnya justru lebih tinggi. Sebanyak 69 persen responden mengantisipasi cuaca panas, 65 persen mewaspadai dehidrasi dan 57 persen memperkirakan risiko penyakit pernapasan selama perjalanan.
Namun, pneumonia belum menjadi perhatian utama.
Dokter Spesialis Penyakit Dalam, Penyakit Tropik dan Infeksi, dr. Joyce Bratanata, mengatakan kondisi selama haji dan umrah membuat jamaah, terutama lanjut usia dan mereka yang memiliki penyakit penyerta, perlu lebih memperhatikan kesehatan pernapasan.
“Haji dan umrah mempertemukan jutaan orang dari seluruh penjuru dunia, dalam cuaca panas, ruang yang padat dan sering kali dengan waktu istirahat yang sangat terbatas,” ujar Joyce di Jakarta, Kamis (24/9/2026).
Menurut Joyce, persiapan kesehatan sebaiknya dilakukan sebelum keberangkatan. Jamaah dapat berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui kondisi kesehatan masing-masing sekaligus memahami risiko penyakit pernapasan yang mungkin muncul selama perjalanan.
Niat Konsultasi Tinggi, Praktiknya Masih Rendah
Survei juga menemukan kesenjangan antara kesadaran dan tindakan. Sebanyak 77 persen responden menyatakan kemungkinan besar akan berkonsultasi dengan dokter mengenai cara melindungi diri dari penyakit pernapasan serius.
Namun, hanya 24 persen yang mengaku pernah melakukan konsultasi tersebut.
Artinya, kesadaran mengenai pentingnya menjaga kesehatan sebelum perjalanan sudah muncul, tetapi belum sepenuhnya diterapkan dalam persiapan keberangkatan.
Pneumonia Jadi Diagnosis Terbanyak Jemaah Rawat Inap
Risiko tersebut juga tercermin dalam evaluasi kesehatan haji 2025. Infeksi saluran pernapasan tercatat sebagai keluhan rawat jalan terbanyak.
Sementara itu, pneumonia menjadi diagnosis terbanyak di antara jemaah yang menjalani rawat inap. Lebih dari delapan dari 10 jemaah yang dirawat juga memiliki sedikitnya satu penyakit kronis, seperti hipertensi atau diabetes.
Data tersebut menunjukkan gangguan pernapasan, termasuk pneumonia, masih menjadi persoalan kesehatan yang perlu diwaspadai jemaah selama menjalankan ibadah haji.
Survei YouGov Indonesia dilakukan terhadap 1.000 responden berusia 18 tahun ke atas. Khusus pertanyaan mengenai rencana menunaikan haji atau umrah, survei menggunakan basis 860 responden Muslim.
- Penulis: Muhammad Fadli
- Editor: Fitriani Heli
