Bayar Pakai QRIS di Arab Saudi Nanti Bisa dengan Kartu Nusuk, BI Siapkan Sistemnya
- account_circle Muhammad Fadli
- calendar_month Kam, 6 Nov 2025
- visibility 95

HAMRANEWS — Transaksi menggunakan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) kini sudah mendunia. Setelah sukses digunakan di Malaysia, Singapura, Thailand, dan Jepang, kini Bank Indonesia (BI) tengah menyiapkan langkah besar berikutnya: memperluas penggunaan QRIS ke China, India dan Arab Saudi.
Menariknya, untuk Arab Saudi, BI menyiapkan model QRIS yang berbeda. Bukan melalui aplikasi mobile banking di ponsel seperti biasanya, melainkan menggunakan kartu Nusuk –kartu identitas dan akses resmi bagi jemaah umrah dan haji di Tanah Suci.
Dua model yang memang telah digunakan dalam QRIS, yakni berupa scan barcode dan QRIS Tap dengan cara menempelkan ponsel pada alat pembayaran.
Namun untuk di Arab Saudi, menurut Perry, akan menggunakan kartu nusuk terlebih dahulu. Karena untuk mengaktifkan QRIS di mobile banking, butuh waktu integrasi dengan sistem perbankan Indonesia.
Menurut Gubernur BI Perry Warjiyo, pihaknya tengah mengembangkan sistem agar kartu Nusuk nantinya bisa langsung digunakan untuk transaksi berbasis QRIS, termasuk pembelian kebutuhan harian jemaah.
“Kalau jemaah umrah nanti akan dapat kartu Nusuk, dan kartu itu disambungkan ke QRIS. Jadi bisa untuk belanja di mana saja di Arab Saudi, lalu bisa di-top up kalau saldonya kurang,” jelas Perry dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI, 22 Agustus 2025.
Ia menambahkan, tahap awal akan menggunakan versi QRIS Tap atau sistem uang elektronik, sebelum nantinya tersambung ke sistem perbankan penuh antara Indonesia dan Arab Saudi.
Perry menjelaskan, kerja sama antara BI dan otoritas keuangan Arab Saudi kini dalam tahap penyelesaian. Bila terealisasi, hal ini akan sangat membantu jutaan jemaah haji dan umrah asal Indonesia agar lebih mudah melakukan transaksi tanpa perlu menukar uang tunai.
“Setelah Malaysia, Singapura, dan Thailand, sekarang QRIS sudah bisa dipakai di Jepang. Kami juga akan mencoba kerja sama dengan China dan Saudi Arabia mendukung QRIS untuk jemaah umrah dan haji,” ujarnya.
Saat ini, menurut data BI, QRIS telah digunakan oleh 57 juta pengguna dan 40 juta merchant, sebagian besar di sektor UMKM. BI memastikan akan terus memperluas kerja sama internasional dan mendukung stabilitas ekonomi nasional. “Kami akan terus mendukung program-program pemerintah menjaga stabilitas, mendorong pertumbuhan ekonomi, serta memperkuat koordinasi fiskal dan moneter,” tutup Perry.
- Penulis: Muhammad Fadli
- Editor: Fitriani Heli



