Chiki Fawzi Akui Masuk Petugas Haji Lewat Penunjukan Langsung, Tawaran Datang Saat Diklat Akan Berlangsung
- account_circle Muhammad Fadli
- calendar_month Sab, 31 Jan 2026
- visibility 19

HAMRANEWS – Influencer yang juga aktivis kemanusiaan Chiki Fawzi, menyampaikan klarifikasi terkait banyaknya serangan dan tudingan di media sosial terkait pencopotan dirinya dari daftar petugas haji 2026 yang dianggap janggal.
Dalam sejumlah unggahan dan komentar warganet di media sosial, Chiki dituding tidak mengikuti tes Computer Assisted Test (CAT), tidak hadir penuh selama pendidikan dan pelatihan (diklat), hingga disebut tidak menginap di barak asrama haji. Chiki membantah tudingan tersebut dan menyebut banyak informasi yang beredar tidak sesuai fakta.
Melalui akun media sosialnya, @chikifawzi, ia mengungkapkan kronologi awal dirinya bisa masuk sebagai petugas haji. Chiki menyatakan dirinya direkrut melalui mekanisme penunjukan langsung sebagai bagian dari tim Media Center Haji (MCH).
“Tanggal 9 Januari 2026, aku dan beberapa influencer Islam diundang Kemenhaj untuk jadi petugas haji melalui jalur Penunjukan Langsung atau PL oleh tim Pak Wamen,” tulis Chiki, seraya melampirkan dokumentasi pertemuannya dengan Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak.
Menurut Chiki, pemberitahuan tersebut diterimanya hanya beberapa hari sebelum pelaksanaan diklat PPIH yang dimulai pada 11 Januari 2026. Ia dan peserta lain diminta menjalani pemeriksaan kesehatan (medical check up) terlebih dahulu sebelum mengikuti tahapan lanjutan.
Chiki mengakui dirinya tidak mengikuti tes CAT karena memang masuk melalui jalur penunjukan langsung. Ia menyebut mekanisme tersebut justru menjawab kebingungannya selama ini.
“Dari tiga tahun lalu aku pengin banget jadi petugas haji, tapi bingung karena harus ada surat rekomendasi eselon dan ormas. Aku enggak punya itu,” ungkapnya, seperti dikutip dari tayangan Rumpi, Jumat (30/1/2026).
Terkait keterlambatannya masuk barak, Chiki menjelaskan hal itu sudah dikomunikasikan sejak awal kepada pihak Kementerian Haji dan Umrah. Saat itu, ia telah memiliki agenda humanitarian trip ke Yordania, Palestina, dan Suriah.
“Pihak Kemenhaj meng-oke-kan. Aku landing 21 malam, tanggal 22 langsung ikut diklat di asrama haji,” tulisnya. Chiki menyebut dirinya tidur di barak, pleton G3 kamar 216, dan mengikuti seluruh rangkaian pelatihan semi-militer dari pukul 04.00 pagi hingga 21.30 malam setiap hari.
Ia juga membantah tudingan tidak disiplin selama pelatihan. Menurutnya, setiap keperluan administrasi seperti pengurusan BPJS, BSI, dan biovisa selalu dilakukan dengan izin komandan pleton dan langsung kembali ke barak.
Adapun soal aktivitas pembuatan konten selama diklat yang disebut-sebut menjadi alasan pencopotan, Chiki menegaskan konten tersebut justru mendapat respons positif.
“Engagement dan positifnya tinggi. Sampai TV-TV mau ngeliput dan nyamperin ke asrama haji,” tulisnya.
Chiki menjelaskan, video klarifikasi yang ia unggah dibuat karena situasi yang membingungkan setelah dirinya diminta pulang secara mendadak, sementara banyak media hendak mewawancarainya langsung di asrama haji.
“Aku bikin satu video biar semuanya tahu kondisi aku. Jadi enggak usah nyamperin ke asrama haji lagi untuk interview, langsung aja ke Kemenhaj,” ujarnya.
Ia menegaskan, video tersebut tidak dimaksudkan untuk menyerang pihak manapun, melainkan untuk meluruskan situasi. Meski dicopot, Chiki tetap menyampaikan apresiasi terhadap sistem pelatihan petugas haji yang ia nilai sudah sangat baik.
“Kita dipersiapkan dari segala tugas dan fungsi, dari layanan lansia, transportasi, sampai haji ramah perempuan,” katanya.
Di akhir pernyataannya, Chiki mengaku telah mengikhlaskan pencopotan tersebut dan menganggapnya sebagai bagian dari kehendak Tuhan.
- Penulis: Muhammad Fadli
- Editor: Fitriani Heli



