Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Haji » Dahnil: War Ticket Haji Bukan Rebutan Tiket, Tapi Upaya Hadirkan Keadilan dan Kepastian

Dahnil: War Ticket Haji Bukan Rebutan Tiket, Tapi Upaya Hadirkan Keadilan dan Kepastian

  • account_circle Muhammad Fadli
  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • visibility 6

HAMRANEWS – Wacana ‘war ticket haji’ belakangan ramai memicu pro kontra di tengah publik publik. Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak pun harus menjelaskan dengan rinci ide tersebut lewat media sosialnya.

Dahnil mengungkapkan, istilah tersebut hanyalah perumpamaan komunikasi, bukan konsep kebijakan yang berdiri sendiri.

Menurut Dahnil, ada persoalan mendasar yang selama ini dianggap wajar dalam penyelenggaraan haji di Indonesia, yakni lamanya antrean keberangkatan yang bisa mencapai puluhan tahun. Dengan jumlah daftar tunggu lebih dari 5,7 juta orang, banyak calon jemaah yang baru bisa berangkat setelah menunggu hingga dua hingga tiga dekade.

Kondisi ini bahkan membuat seseorang yang mendaftar di usia muda berpotensi baru berangkat saat usia lanjut. Padahal, ibadah haji mensyaratkan ‘istitha’ah’ atau kemampuan, baik secara fisik, finansial, maupun mental—yang sifatnya aktual, bukan di masa depan.

Antrean Panjang Dinilai Menggeser Makna Istitha’ah

Dahnil menilai, sistem antrean panjang secara tidak langsung telah menggeser makna ‘istitha’ah’. Saat ini, kesiapan seringkali direduksi hanya menjadi kemampuan menyetor dana awal demi mendapatkan nomor porsi.

Akibatnya, banyak jemaah tetap berangkat meski kondisi kesehatan sudah tidak ideal, karena takut kehilangan giliran yang telah ditunggu lama. Dalam praktiknya, sistem ini justru mendorong pola pikir “yang penting daftar dulu, urusan siap atau tidak belakangan”.

Padahal dalam fikih, *istitha’ah* mencakup kesiapan menyeluruh—fisik, mental, keamanan, hingga finansial—yang seharusnya relevan pada saat keberangkatan.

“War Ticket” Hanya Perumpamaan

Dahnil menjelaskan, istilah “war ticket” muncul sebagai bentuk penyederhanaan komunikasi publik atas gagasan yang lebih substansial, yakni bagaimana memastikan kuota haji diisi oleh mereka yang benar-benar siap berangkat pada tahun berjalan.

Gagasan ini juga sejalan dengan arahan Prabowo Subianto yang mendorong perbaikan tata kelola haji, termasuk upaya memperpendek antrean dan menghadirkan kepastian bagi jemaah.

Dalam konteks tersebut, pemerintah melalui Kementerian Haji dan Umrah RI membuka ruang diskusi untuk mengevaluasi sistem yang ada, bukan mengambil keputusan tergesa-gesa.

Peluang Kuota Tambahan dari Arab Saudi

Wacana ini juga tidak lepas dari dinamika global, khususnya kebijakan Saudi Vision 2030 yang menargetkan peningkatan kapasitas jemaah haji dunia hingga sekitar 5 juta orang.

Jika kuota Indonesia meningkat signifikan—bahkan hingga 150 persen dari kuota saat ini—maka jumlah jemaah bisa mencapai sekitar 500.000 orang per tahun. Dalam skenario ini, konsep seperti “war ticket” bisa menjadi salah satu opsi pengelolaan untuk kuota tambahan, tanpa mengganggu kuota reguler yang tetap menggunakan sistem antrean.

Sorotan pada Tata Kelola Keuangan Haji

Selain antrean, Dahnil juga menyoroti isu besar lainnya, yakni pengelolaan dana haji. Pada 2024, dana kelolaan haji tercatat mencapai sekitar Rp152,95 triliun dan diproyeksikan meningkat menjadi Rp180,72 triliun pada 2025.

Sebagian besar dana tersebut ditempatkan pada instrumen konservatif seperti SBSN dan deposito syariah, yang dinilai stabil namun belum optimal dalam memberikan nilai manfaat maksimal.

Ia mengingatkan adanya potensi risiko struktural jika sistem terlalu bergantung pada aliran dana dari pendaftar baru. Bahkan, dalam diskursus resmi, sempat muncul peringatan bahwa pola tersebut bisa menyerupai skema tidak sehat jika tidak dikelola dengan hati-hati.

Momentum Evaluasi Sistem Haji

Dahnil menegaskan, wacana yang berkembang saat ini seharusnya dipandang sebagai momentum evaluasi dan transformasi. Pemerintah ingin memastikan penyelenggaraan haji ke depan lebih adil, transparan, dan berbasis kesiapan nyata jemaah.

Transformasi tersebut mencakup perbaikan sistem antrean, penguatan prinsip istitha’ah, serta pengelolaan keuangan haji yang berkelanjutan. Selain itu, negara juga harus memastikan adanya mekanisme transisi yang adil bagi jutaan jemaah yang sudah berada dalam sistem saat ini.

“Ini bukan sekadar soal antrean atau mekanisme baru, tetapi bagaimana menghadirkan keadilan, kepastian, dan integritas dalam penyelenggaraan haji,” tegasnya.

Pada akhirnya, Dahnil menekankan bahwa haji bukan sekadar layanan publik, melainkan amanah besar umat dan negara yang harus terus dijaga dengan keberanian untuk mengevaluasi dan memperbaiki sistem secara menyeluruh.

Bagikan Berita:
  • Penulis: Muhammad Fadli
  • Editor: Fitriani Heli

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jemaah Haji Asal Polman Wafat 30 Menit Sebelum Pesawat Mendarat di Makassar

    Jemaah Haji Asal Polman Wafat 30 Menit Sebelum Pesawat Mendarat di Makassar

    • calendar_month Jum, 20 Jun 2025
    • account_circle Imam Dzulkifli
    • visibility 245
    • 0Komentar

    POLMAN – Duka menyelimuti kepulangan jemaah haji Kloter 11 Embarkasi Makassar. Salah seorang jemaah, Kanjama Supa (77), asal Desa Kurma, Kecamatan Mapilli, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, meninggal dunia di atas pesawat, hanya sekitar 30 menit sebelum mendarat di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Kamis 19 Juni 2025 dini hari. Kanjama sempat mengalami gangguan kesehatan jelang […]

    Bagikan Berita:
  • Rahasia Marmer Masjidilharam di Makkah Tetap Sejuk Meski Suhu Panas Tembus 50 Derajat

    Rahasia Marmer Masjidilharam di Makkah Tetap Sejuk Meski Suhu Panas Tembus 50 Derajat

    • calendar_month Sel, 22 Jul 2025
    • account_circle REDAKSI
    • visibility 403
    • 0Komentar

    SAUDI – Ada hal yang cukup unik dirasakan oleh jemaah khususnya saat berkunjung ke Masjidilharam di Makkah. Hal unik itu adalah lantai Masjidilharam yang terbuat dari marmer terasa sejuk meski cuaca cukup terik. Kenapa? Padahal, suhu musim panas bisa menyentuh hingga 50 derajat celsius tentu sangat bisa mempengaruhi panasnya lantai. Tidak sedikit jemaah ketika di […]

    Bagikan Berita:
  • Kasus Haji 2024, KPK Akan Periksa Lagi Mantan Menteri Agama Gus Yaqut

    Kasus Haji 2024, KPK Akan Periksa Lagi Mantan Menteri Agama Gus Yaqut

    • calendar_month Sab, 6 Des 2025
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 148
    • 0Komentar

    HAMRANEWS – Kasus dugaan korupsi kuota haji tahun 2024 belum juga sampai pada level penetapan tersangka. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) malah baru-baru ini mengagendakan lagi pemeriksaan terhadap Mantan Menteri Agama RI, Yaqut Cholil Qoumas. KPK sebelumnya telah mencegah tiga orang untuk berpergian ke luar negeri dalam pengusutan dugaan korupsi kuota haji 2024. Salah satunya adalah […]

    Bagikan Berita:
  • Banyak yang Belum Tahu, Kurma Harus Dicuci Sebelum Dikonsumsi Menurut BPOM Saudi

    Banyak yang Belum Tahu, Kurma Harus Dicuci Sebelum Dikonsumsi Menurut BPOM Saudi

    • calendar_month Sab, 21 Feb 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 103
    • 0Komentar

    HAMRANEWS – Bulan Ramadan identik dengan kehadiran kurma di meja makan. Selain mengikuti sunnah Nabi Muhammad SAW untuk berbuka dengan yang manis, kurma juga praktis, mudah dibawa, dan langsung bisa dikonsumsi tanpa perlu diolah. Akan tetapi, di balik kepraktisannya, ternyata ada satu hal penting yang masih sering terlewat: kurma sebaiknya dicuci terlebih dahulu sebelum dimakan. […]

    Bagikan Berita:
  • Dahnil Anzar Simanjuntak

    Pendaftaran Petugas Haji Non Muslim Dibuka, Akan Bekerja di Luar Area Makkah-Madinah

    • calendar_month Sen, 1 Sep 2025
    • account_circle REDAKSI
    • visibility 456
    • 0Komentar

    JAKARTA – Wakil Kepala Badan Penyelenggara Haji, Dahnil Azhar Simanjuntak, menegaskan bahwa keterlibatan petugas haji non-Muslim tidak menjadi persoalan sepanjang tidak melanggar atau bersinggungan dengan syariat. “Kalau sampai Jeddah juga enggak ada masalah, selama itu tidak melanggar syariat. Prinsipnya, selama tidak melanggar syariat, itu tidak masalah,” kata Dahnil di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (25/8/2025). […]

    Bagikan Berita:
  • Yes, Aplikasi Nusuk dan Siskohat Milik RI Kini Terintegrasi

    Yes, Aplikasi Nusuk dan Siskohat Milik RI Kini Terintegrasi

    • calendar_month Sel, 17 Feb 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 86
    • 0Komentar

    HAMRANEWS – Pemerintah Indonesia resmi mengintegrasikan Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) dengan platform Nusuk) milik Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi). Integrasi ini bertujuan mempermudah pengurusan visa serta meningkatkan akurasi dan keamanan data jemaah haji Indonesia. Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Haji Republik Indonesia), Farosa, mengatakan integrasi tersebut memungkinkan data jemaah haji Indonesia […]

    Bagikan Berita:
expand_less