Berita Terkini
light_mode
Trending Tags
Beranda » Haji » Data Antrean Haji Mulai Disisir, Kemenhaj Samakan Siskohat dengan Dukcapil

Data Antrean Haji Mulai Disisir, Kemenhaj Samakan Siskohat dengan Dukcapil

  • account_circle Muhammad Fadli
  • calendar_month Kamis, 1 Okt 2026
  • visibility 54
  • print Cetak

HAMRANEWS.ID — Antrean panjang jemaah haji Indonesia tidak hanya membutuhkan penataan dari sisi kuota dan keberangkatan. Pemerintah kini mulai membenahi fondasi lainnya: akurasi data jemaah yang berada dalam daftar tunggu.

Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) bersama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) sepakat memperkuat sinkronisasi data jemaah haji melalui pemadanan sistem informasi haji dengan basis data kependudukan.

Kesepakatan itu dibahas Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf bersama Wakil Menteri Haji dan Umrah dalam pertemuan dengan Menteri Dalam Negeri di Kantor Kemendagri, Jakarta, Kamis (1/10/2026).

Fokusnya adalah mempertemukan data dalam Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) dengan data kependudukan yang dikelola Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil).

Dengan pemadanan tersebut, pemerintah ingin memastikan identitas jemaah dalam daftar tunggu tetap sesuai dengan kondisi kependudukan terkini. Data seperti Nomor Induk Kependudukan (NIK), domisili, status kependudukan hingga informasi ahli waris akan diselaraskan.

Langkah ini menjadi penting karena daftar tunggu haji bukan sekadar deretan nomor porsi. Di dalamnya terdapat data jutaan calon jemaah yang menjadi dasar pemerintah dalam menyusun pelayanan dan proses penyelenggaraan ibadah haji.

Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf mengatakan pemadanan data diperlukan untuk melindungi hak jemaah sekaligus menutup celah terjadinya perubahan atau manipulasi data.

“Pemadanan data antara Siskohat dan Dukcapil ini merupakan langkah tegas kami untuk melindungi hak-hak jemaah sekaligus mencegah terjadinya manipulasi, perubahan, atau permainan data yang pernah ditemukan di masa lalu,” kata Irfan.

Menurut dia, penyelenggaraan haji ke depan harus bertumpu pada data yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.

Nomor Porsi Tidak Berubah

Di tengah proses pemadanan data, pemerintah memastikan jemaah tidak perlu khawatir antreannya akan berubah.

Kemenhaj menegaskan sinkronisasi Siskohat dan Dukcapil bersifat administratif. Proses tersebut tidak dimaksudkan untuk mengubah nomor porsi maupun menggeser estimasi tahun keberangkatan jemaah.

Sebagian besar proses juga dilakukan melalui sistem sehingga jemaah tidak perlu datang untuk mengurus pembaruan data secara langsung.

Apabila ditemukan ketidaksesuaian data yang signifikan, kementerian atau instansi terkait di daerah akan menghubungi jemaah secara resmi.

Kemenhaj sekaligus mengingatkan jemaah agar tidak mudah percaya kepada pihak yang mengaku dapat membantu proses pemadanan data.

Jemaah tidak dikenakan biaya untuk proses tersebut. Karena itu, permintaan uang, dokumen asli, maupun kata sandi dengan alasan pembaruan data perlu diwaspadai.

Tak Hanya Data, Pemeriksaan Kesehatan Juga Diseragamkan

Kerja sama Kemenhaj dan Kemendagri tidak berhenti pada urusan data kependudukan.

Kedua kementerian juga membahas penguatan pelayanan pemeriksaan kesehatan calon jemaah haji di daerah.

Pemerintah ingin memastikan pemeriksaan kesehatan dilakukan dengan standar medis yang seragam. Di saat yang sama, tarif pemeriksaan juga akan diarahkan agar lebih wajar dan tidak berbeda jauh antarwilayah.

“Kami menaruh perhatian serius agar pelaksanaannya berjalan sebaik-baiknya dan memenuhi standar medis yang ada. Selain kualitas, kami bersama Kemendagri juga akan memastikan adanya standarisasi tarif pemeriksaan,” ujar Irfan.

Dukungan pemerintah daerah dibutuhkan karena proses pemeriksaan kesehatan menjadi salah satu tahapan penting sebelum jemaah diberangkatkan ke Tanah Suci.

Dengan demikian, agenda sinkronisasi data dan penataan pemeriksaan kesehatan berjalan dalam satu kerangka: membenahi pelayanan haji sejak jemaah masih berada dalam masa tunggu hingga memasuki tahapan keberangkatan.

Kemenhaj dan Kemendagri selanjutnya akan memperkuat koordinasi teknis untuk merealisasikan integrasi Siskohat-Dukcapil sekaligus merumuskan mekanisme pemeriksaan kesehatan yang memenuhi standar dan tetap terjangkau.

Bagikan Berita:
  • Penulis: Muhammad Fadli
  • Editor: Fitriani Heli

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kemenkes Keluarkan Peringatan Waspada Wabah MERS-CoV untuk Jemaah Haji 2025, Ada Apa?

    Kemenkes Keluarkan Peringatan Waspada Wabah MERS-CoV untuk Jemaah Haji 2025, Ada Apa?

    • calendar_month Jumat, 16 Mei 2025
    • account_circle REDAKSI
    • visibility 619
    • 0Komentar

    MAKKAH – Kementerian Kesehatan mengeluarkan peringatan kepada jemaah haji Indonesia yang telah berada di Tanah Suci, untuk menjaga kesehatan, dan menghindari bersentuhan dengan hewan ternak khususnya unta. Diketahui, penyakit Middle East Respiratory Syndrome Coronavirus (MERS-CoV) tersebar di Tanah Suci, dan Kementerian Kesehatan Arab Saudi telah melaporkan penemuan sembilan kasus terkonfirmasi positif MERS-CoV selama 1 Maret […]

    Bagikan Berita:
  • QRIS Bakal Bisa Dipakai di Tanah Suci, Terhubung dengan Kartu Nusuk

    QRIS Bakal Bisa Dipakai di Tanah Suci, Terhubung dengan Kartu Nusuk

    • calendar_month Jumat, 8 Agt 2025
    • account_circle REDAKSI
    • visibility 871
    • 0Komentar

    JAKARTA – Inovasi sistem pembayaran digital buatan Indonesia akan segera hadir di Tanah Suci. Bank Indonesia (BI) sedang mengupayakan agar sistem pembayaran Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) itu digunakan oleh jemaah haji dan umrah di Arab Saudi. Gubernur BI Perry Warjiyo menyebutkan, QRIS nantinya bakal terhubung bahkan terintegrasi langsung dengan Kartu Nusuk, yakni kartu […]

    Bagikan Berita:
  • Direktur Sekolah Haji Tazkiyah, Dr. H. Abdul Wahid Hadade, Lc., MH.

    Sekolah Haji Tazkiyah, Calon Jemaah Umrah-Haji Dibekali Pemahaman tentang Makna Shalat

    • calendar_month Selasa, 19 Agt 2025
    • account_circle REDAKSI
    • visibility 502
    • 0Komentar

    MAKASSAR – Perusahaan biro perjalanan haji dan umrah di Makassar, Tazkiyah Tour punya cara unik untuk mengisi waktu bersama jemaah, khususnya para calon haji atau umrah yang sedang menunggu giliran pemberangkatan. Tazkiah Tour membuka program ‘Sekolah Haji’ yang berisi kajian-kajian seputar agama serta sarana untuk membekali spiritual para calon jemaah. Dalam sesi pengajian yang digelar […]

    Bagikan Berita:
  • Kepadatan di Masjidilharam

    Kemenhaj Catat 28.170 Jemah Umrah Telah Kembali Per 16 Maret 2026

    • calendar_month Sabtu, 21 Mar 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 306
    • 0Komentar

    HAMRANEWS – Kementerian Haji dan Umrah RI lewat Kantor Urusan Haji (KUH) KJRI Jeddah terus memperketat pengawasan dan pendampingan terhadap jemaah umrah Indonesia yang terdampak eskalasi konflik di Timur Tengah. Dalam pemantauan intensif selama dua hari terakhir (15-16 Maret 2026), tercatat 2.248 jemaah umrah telah difasilitasi proses kepulangannya melalui Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah, dan […]

    Bagikan Berita:
  • Dana Rekening Dormant dari Pendaftar Haji Invalid Capai Rp10 T, Dahnil: Mungkin Orangnya Meninggal Anaknya Tak Mau Gantikan

    Dana Rekening Dormant dari Pendaftar Haji Invalid Capai Rp10 T, Dahnil: Mungkin Orangnya Meninggal Anaknya Tak Mau Gantikan

    • calendar_month Rabu, 19 Agt 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 92
    • 0Komentar

    HAMRANEWS.ID — Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) tengah melakukan validasi ulang terhadap data calon jemaah yang masuk dalam daftar antrean haji nasional. Dari total sekitar 5,7 juta calon jemaah, pemerintah menemukan sementara sekitar 400 ribu data yang berisiko tidak valid. Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak mengungkapkan hal tersebut dalam rapat bersama […]

    Bagikan Berita:
  • Lebaran Haji 2026 Tersisa Berapa Bulan Lagi? Ini Jadwal Idul Fitri dan Idul Adha Tahun Depan

    Lebaran Haji 2026 Tersisa Berapa Bulan Lagi? Ini Jadwal Idul Fitri dan Idul Adha Tahun Depan

    • calendar_month Jumat, 10 Okt 2025
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 2.433
    • 0Komentar

    JAKARTA – Lebaran haji 2026 atau Idul Adha pada tahun depan akan jatuh pada tanggal 27 Mei 2026. Artinya, dengan menghitung dari sejak artikel ini diterbitkan, berarti lebaran haji 2026 tersisa 7 bulan 17 hari lagi. Adapun pemberangkatan jemaah haji, bisa berlangsung mulai sekitar 35 hari sebelum hari tersebut. Jika melihat timeline Ibadah Haji tahun […]

    Bagikan Berita:
expand_less