Gantikan Ibunya yang Wafat, Anak Polisi Jadi Calon Haji Termuda Bone
- account_circle Muhammad Fadli
- calendar_month 0 menit yang lalu
- visibility 0

HAMRANEWS – Muhammad Fadhel Anugrah, remaja asal Kabupaten Bone, menjadi salah satu calon jemaah haji (CJH) termuda yang akan diberangkatkan tahun ini.
Siswa MTs kelas II di MTs Watampone itu berangkat menunaikan ibadah haji menggantikan mendiang ibunya.
Ayah Fadhel, Iptu Bahri, menceritakan bahwa dirinya bersama sang istri telah mendaftar haji sejak tahun 2011.
Namun takdir berkata lain, sang istri meninggal dunia satu tahun lalu sebelum sempat berangkat.
“Awalnya saya mendaftar dengan mamanya, istri saya. Tapi satu tahun yang lalu beliau meninggal. Jadi anaknyalah saya usulkan ke Departemen Agama untuk menggantikan mamanya,” kata Iptu Bahri dikutip dari Tribun Timur, Rabu 11 Februari 2026.
Fadhel adalah anak kedua dari tiga bersaudara.
Sang kakak yang merupakan anak pertama juga dijadwalkan ikut berangkat haji pada musim haji tahun ini.
Rekomendasi Untuk Anda
Total ada empat anggota keluarga yang akan berangkat bersama, termasuk ibu dari Iptu Bahri.
Meski masih berstatus pelajar, Fadhel tetap bersiap dengan matang.
Menurut Bahri, persiapan yang dilakukan lebih kepada menjaga kondisi fisik dan mengikuti seluruh kegiatan pembinaan dari Kementerian Agama.
“Persiapannya menjaga kesehatan, mengikuti manasik dan kegiatan-kegiatan yang sifatnya petunjuk dari Departemen Agama,” ujarnya.
Hingga kini, Iptu Bahri mengaku belum sempat menyampaikan keberangkatan Fadhel kepada pihak sekolah, baik guru maupun kepala sekolah.
“Sebenarnya belum, belum saya sempat ke sekolah untuk menyampaikan ke gurunya termasuk kepala sekolahnya,” tambahnya.
Di tengah kesibukan mempersiapkan keberangkatan haji, Bahri tetap menjalankan tugasnya sebagai anggota Polri.
Ia sehari-hari bertugas di Polsek Tanete Riattang dan kini menjabat sebagai Wakapolsek Tanete Riattang.
Sebelumnya, kabar menggembirakan datang bagi masyarakat Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan.
Kuota haji untuk tahun 2026 resmi mengalami peningkatan signifikan.
Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bone, Muh. Rafi As’ad, mengungkapkan bahwa kuota haji Bone tahun 2026 mencapai 1.818 orang.
Naik tajam dibanding tahun 2025 yang hanya 709 orang.
“Alhamdulillah, tahun depan kuota haji Bone meningkat menjadi 1.818 orang. Ini hasil penerapan sistem penggabungan kuota yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2025,” ujarnya saat dikonfirmasi Tribun-timur.com, Minggu (9/11/2025).
Ia menjelaskan, dalam regulasi baru tersebut, penentuan kuota haji didasarkan pada tiga kategori, yakni jumlah waiting list (daftar tunggu), jumlah umat Islam, dan penggabungan kuota antarprovinsi.
“Pemerintah memilih skema penggabungan berdasarkan daftar tunggu tiap provinsi. Untuk Sulawesi Selatan sendiri ada tambahan lebih dari dua ribu kuota, dan Bone juga kecipratan peningkatan hingga 1.818 orang,” jelasnya.
Selain peningkatan kuota, Rafi juga mengungkapkan bahwa biaya perjalanan ibadah haji (Bipih) tahun 2026 diperkirakan sekitar Rp54 juta lebih.
Namun setelah dikurangi nilai manfaat subsidi sebesar Rp25 juta, jamaah hanya perlu membayar sekitar Rp29 juta.
“Biaya yang dibayarkan jamaah sekitar Rp29 juta,” tambahnya.
Dirinya berharap, dengan tambahan kuota ini, ribuan calon jamaah haji Bone kini semakin dekat dengan kesempatan menunaikan rukun Islam kelima di Tanah Suci Makkah.
Kabar ini disambut penuh syukur oleh warga Bone yang sudah lama menunggu giliran berangkat ke Tanah Suci.
Warga Kecamatan Tanete Riattang, Abdul Karim (60) mengaku terharu mendengar adanya penambahan kuota.
“Saya sudah daftar sejak 2013. Alhamdulillah kalau kuotanya bertambah, berarti peluang saya untuk berangkat semakin besar,” ucapnya haru.
Dirinya menilai kebijakan baru ini memberi harapan besar bagi calon jamaah.
“Sudah lama menunggu. Semoga kebijakan ini terus berjalan agar antrean makin cepat,” tandasnya.
- Penulis: Muhammad Fadli
- Editor: Fitriani Heli



