Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Lainnya » Makna Ramadan Diulas dalam Sekolah Haji Tazkiyah: Bulan Pembakaran Dosa dan Madrasah Penyucian Jiwa

Makna Ramadan Diulas dalam Sekolah Haji Tazkiyah: Bulan Pembakaran Dosa dan Madrasah Penyucian Jiwa

  • account_circle Muhammad Fadli
  • calendar_month Sen, 29 Des 2025
  • visibility 219

HAMRANEWS – Menjelang datangnya bulan suci Ramadan, umat Islam dianjurkan mempersiapkan diri, baik itu secara fisik maupun spiritual.

Lewat tausiyah program Sekolah Haji Tazkiyah, Kiyai Dr. H. Abdul Wahid Hadade, Lc., MA menjelaskan bahwa Ramadan bukan cuma bulan ibadah ritual, tetapi juga sebagai bulan penyucian jiwa dan pembentukan karakter.

Kiyai Abdul Wahid mengawali tausiyah dengan mengingatkan sebuah doa yang diajarkan Rasulullah SAW ketika memasuki bulan Rajab, sebagai persiapan menuju Ramadan:

“Allahumma barik lana fi Rajaba wa Sya‘bana wa ballighna Ramadan.”

“Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya‘ban, dan panjangkanlah umur kami hingga bertemu bulan Ramadan.”

Doa ini menjadi ikhtiar spiritual agar Allah SWT memberi keberkahan usia dan kesempatan untuk kembali beribadah di bulan suci.

“Bapak Ibu sekalian, ini doa yang diajarkan oleh Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam kepada kita semua,bahwa ketika kita berada di bulan Rajab, maka selalulah kita membaca doa ini,” ucap Kiyai Abdul Wahid.

Secara bahasa, lanjut Abdul Wahid, kata Ramadan berasal dari bahasa Arab ramida–yarmudu yang berarti panas yang sangat menyengat. Dalam kamus-kamus Arab klasik, Ramadan juga dimaknai sebagai tanah atau batu yang terbakar terik matahari.

Makna kebahasaan ini, menurut Kiyai Abdul Wahid, memiliki hubungan erat dengan makna filosofis Ramadan. Panas yang membakar itu menjadi simbol bahwa Ramadan adalah bulan yang membakar dosa-dosa manusia dan membersihkan jiwa dari noda maksiat.

Ramadan sebagai Bulan Pembakaran Dosa dan Pengendalian Nafsu

Secara filosofis, Ramadan dimaknai sebagai bulan yang membakar dosa-dosa yang melekat pada diri manusia, mengendalikan hawa nafsu yang berpotensi menjerumuskan dan memurnikan jiwa dari karat maksiat.

Puasa bukan berarti menghilangkan hawa nafsu sepenuhnya, melainkan mengendalikan dan menertibkannya agar manusia tidak diperbudak oleh dorongan duniawi.

Rasulullah SAW bersabda:

“Barang siapa berpuasa Ramadan dengan iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Bahkan, orang yang menunaikan puasa dan salat malam di bulan Ramadan dengan baik akan kembali suci seperti bayi yang baru dilahirkan.

Ramadan sebagai Madrasah Rohaniah

Ulama menyebut Ramadan sebagai madrasah rohaniah, sekolah jiwa dan ruh manusia. Selama satu bulan penuh, manusia digembleng untuk:

Membersihkan hati

Mengendalikan diri

Menguatkan hubungan dengan Allah SWT

Jiwa yang kotor akan melahirkan kegelisahan dan kehidupan yang sempit. Sebaliknya, jiwa yang bersih akan menghadirkan kebahagiaan, ketenangan, dan ketenteraman batin.

Ramadan sebagai Bulan Al-Qur’an

Ramadan juga dikenal sebagai Syahrul Qur’an, bulan diturunkannya Al-Qur’an, sebagaimana firman Allah SWT:

“Syahrur Ramadân alladzî unzila fîhil Qur’ân…”
(QS. Al-Baqarah: 185)

Karena itu, Kiyai Abdul Wahid menganjurkan agar umat Islam tidak hanya membaca Al-Qur’an, tetapi juga membaca terjemahannya dan mentadaburinya. Banyak orang merasa mengantuk saat membaca Al-Qur’an bukan karena gangguan setan, melainkan karena tidak memahami maknanya.

Al-Qur’an, menurut Rasulullah SAW, adalah jamuan Allah di muka bumi. Rugi orang yang tidak menghadirinya, dan lebih rugi lagi orang yang menghadiri jamuan itu tetapi tidak menyantap isinya.

Bulan Pengendalian Diri dan Kejujuran

Puasa mengajarkan manusia tentang pengendalian diri dan kejujuran. Meski makanan, minuman, dan pasangan halal tersedia, seseorang menahan diri semata-mata karena ketaatan kepada Allah SWT.

Kejujuran sejati terlihat saat seseorang berpuasa, ketika tidak ada yang melihat kecuali Allah. Nilai ini kemudian berdampak langsung pada kehidupan sosial dan moral seseorang.

Bulan Solidaritas dan Kepedulian Sosial

Rasa lapar dan haus selama puasa menumbuhkan empati terhadap kaum lemah. Ramadan mengajarkan kepedulian kepada fakir miskin, dhuafa, dan mereka yang hidup serba kekurangan.

Dengan merasakan apa yang dirasakan orang lain, tumbuhlah solidaritas sosial dan kesadaran untuk berbagi, baik melalui sedekah, zakat, maupun kepedulian sosial lainnya.

Bagikan Berita:
  • Penulis: Muhammad Fadli
  • Editor: Fitriani Heli

Rekomendasi Untuk Anda

  • ‘BMKG Saudi’ Prediksi Suhu Udara Tanah Suci Pada Agustus Lebih Panas dari Biasanya

    ‘BMKG Saudi’ Prediksi Suhu Udara Tanah Suci Pada Agustus Lebih Panas dari Biasanya

    • calendar_month Ming, 3 Agu 2025
    • account_circle REDAKSI
    • visibility 330
    • 0Komentar

    SAUDI – Pusat Meteorologi Nasional Arab Saudi mengingatkan bahwa awal bulan Agustus yang dimulai Jumat ini bakal ditandai dengan kenaikan suhu udara di atas rata-rata normal. Peningkatan suhu ini disebut cukup signifikan. Mengutip sadasaudi.net, suhu udara diperkirakan akan lebih tinggi sekitar 1,2 derajat Celsius. Kondisi ini paling terasa di wilayah Al-Jouf, Hail, Qassim, Tabuk, dan […]

    Bagikan Berita:
  • Undang-Undang Haji, Jemaah yang Pernah Berhaji Harus Menunggu 18 Tahun

    Undang-Undang Haji, Jemaah yang Pernah Berhaji Harus Menunggu 18 Tahun

    • calendar_month Sab, 20 Des 2025
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 173
    • 0Komentar

    HAMRANEWS – Banyak perubahan signifikan dalam pengaturan keberangkatan jemaah haji. Perubahan itu misalnya terkait dengan masa tunggu bagi jemaah yang sudah menunaikan ibadah haji. Menurut Kepala Kementerian Haji (Kemenhaj) Kabupaten Sumenep, Ahmad Halimy, berdasarkan Undang-Undang (UU) nomor 14 tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji yang terbaru, jarak waktu antara keberangkatan haji terakhir dengan keberangkatan berikutnya […]

    Bagikan Berita:
  • Demi Kenyamanan, Sint Travel Inapkan Jemaah 3 Hari di Tengah Penundaan Penerbangan

    Demi Kenyamanan, Sint Travel Inapkan Jemaah 3 Hari di Tengah Penundaan Penerbangan

    • calendar_month Rab, 4 Mar 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 89
    • 0Komentar

    HAMRANEWS – Eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah yang berdampak pada operasional penerbangan dari dan ke Arab Saudi memaksa sejumlah penyelenggara perjalanan umrah mengambil langkah cepat demi menjamin keselamatan dan kenyamanan jemaah. Salah satunya dilakukan SINT Travel, perusahaan travel umrah asal Makassar. Sejumlah jemaah SINT Travel yang dijadwalkan kembali ke Indonesia awal Maret 2026 terpaksa […]

    Bagikan Berita:
  • Mesir Hentikan Program Haji Gratis Mulai 2026, Jemaah yang Terpilih Berangkat Kini Wajib Bayar

    Mesir Hentikan Program Haji Gratis Mulai 2026, Jemaah yang Terpilih Berangkat Kini Wajib Bayar

    • calendar_month Kam, 15 Jan 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 178
    • 0Komentar

    HAMRANEWS – Pemerintah Mesir membuat keputusan besar menjelang musim haji 1447 Hijriah/2026 Masehi. Untuk pertama kalinya, Mesir secara resmi menghentikan program haji gratis yang dibiayai negara dan menggantinya dengan sistem undian elektronik (lottery) serta paket haji berbayar melalui operator resmi. Kebijakan tersebut diumumkan pemerintah Mesir sebagai bagian dari reformasi belanja publik dan penataan ulang tata […]

    Bagikan Berita:
  • Kemenag Wajo Daerah Terbaik di Susel Dalam Pembinaan Umrah dan Haji Khusus

    Kemenag Wajo Daerah Terbaik di Susel Dalam Pembinaan Umrah dan Haji Khusus

    • calendar_month Sen, 21 Jul 2025
    • account_circle REDAKSI
    • visibility 355
    • 0Komentar

    MAKASSAR – Kantor Kementerian Agama Sulawesi Selatan, memberi penghargaan kepada Kantor Kementerian Agama Kabupaten Wajo, karena menjadi daerah terbaik dalam pembinaan umrah dan haji khusus tahun 2025. Penghargaan tersebut diserahkan langsung Kepala Kanwil Kemenag Sulsel H. Ali Yafid, kepada Kepala Kemenag Wajo, H. Muhammad Subhan, pada Senin, 21 Juli 2026. Penghargaan tersebut diserahkan dalam rangkaian […]

    Bagikan Berita:
  • Rekrutmen Petugas Haji 2026 Dibuka Mulai November, Peserta Akan Dibina di Barak

    Rekrutmen Petugas Haji 2026 Dibuka Mulai November, Peserta Akan Dibina di Barak

    • calendar_month Rab, 1 Okt 2025
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 388
    • 0Komentar

    Terkini, Makassar – Persiapan penyelenggaraan haji 1447 H/2026 M segera berjalan. Pemerintah memastikan proses rekrutmen resmi petugas haji akan dimulai pada November 2025. Setelah dinyatakan lolos, para petugas tak langsung berangkat, melainkan wajib mengikuti pelatihan intensif selama sebulan penuh di barak. Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, menekankan seleksi dilakukan ketat agar hanya […]

    Bagikan Berita:
expand_less