Berita Terkini
light_mode
Trending Tags
Beranda » Lainnya » Makna Ramadan Diulas dalam Sekolah Haji Tazkiyah: Bulan Pembakaran Dosa dan Madrasah Penyucian Jiwa

Makna Ramadan Diulas dalam Sekolah Haji Tazkiyah: Bulan Pembakaran Dosa dan Madrasah Penyucian Jiwa

  • account_circle Muhammad Fadli
  • calendar_month Senin, 29 Des 2025
  • visibility 349
  • print Cetak

HAMRANEWS – Menjelang datangnya bulan suci Ramadan, umat Islam dianjurkan mempersiapkan diri, baik itu secara fisik maupun spiritual.

Lewat tausiyah program Sekolah Haji Tazkiyah, Kiyai Dr. H. Abdul Wahid Hadade, Lc., MA menjelaskan bahwa Ramadan bukan cuma bulan ibadah ritual, tetapi juga sebagai bulan penyucian jiwa dan pembentukan karakter.

Kiyai Abdul Wahid mengawali tausiyah dengan mengingatkan sebuah doa yang diajarkan Rasulullah SAW ketika memasuki bulan Rajab, sebagai persiapan menuju Ramadan:

“Allahumma barik lana fi Rajaba wa Sya‘bana wa ballighna Ramadan.”

“Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya‘ban, dan panjangkanlah umur kami hingga bertemu bulan Ramadan.”

Doa ini menjadi ikhtiar spiritual agar Allah SWT memberi keberkahan usia dan kesempatan untuk kembali beribadah di bulan suci.

“Bapak Ibu sekalian, ini doa yang diajarkan oleh Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam kepada kita semua,bahwa ketika kita berada di bulan Rajab, maka selalulah kita membaca doa ini,” ucap Kiyai Abdul Wahid.

Secara bahasa, lanjut Abdul Wahid, kata Ramadan berasal dari bahasa Arab ramida–yarmudu yang berarti panas yang sangat menyengat. Dalam kamus-kamus Arab klasik, Ramadan juga dimaknai sebagai tanah atau batu yang terbakar terik matahari.

Makna kebahasaan ini, menurut Kiyai Abdul Wahid, memiliki hubungan erat dengan makna filosofis Ramadan. Panas yang membakar itu menjadi simbol bahwa Ramadan adalah bulan yang membakar dosa-dosa manusia dan membersihkan jiwa dari noda maksiat.

Ramadan sebagai Bulan Pembakaran Dosa dan Pengendalian Nafsu

Secara filosofis, Ramadan dimaknai sebagai bulan yang membakar dosa-dosa yang melekat pada diri manusia, mengendalikan hawa nafsu yang berpotensi menjerumuskan dan memurnikan jiwa dari karat maksiat.

Puasa bukan berarti menghilangkan hawa nafsu sepenuhnya, melainkan mengendalikan dan menertibkannya agar manusia tidak diperbudak oleh dorongan duniawi.

Rasulullah SAW bersabda:

“Barang siapa berpuasa Ramadan dengan iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Bahkan, orang yang menunaikan puasa dan salat malam di bulan Ramadan dengan baik akan kembali suci seperti bayi yang baru dilahirkan.

Ramadan sebagai Madrasah Rohaniah

Ulama menyebut Ramadan sebagai madrasah rohaniah, sekolah jiwa dan ruh manusia. Selama satu bulan penuh, manusia digembleng untuk:

Membersihkan hati

Mengendalikan diri

Menguatkan hubungan dengan Allah SWT

Jiwa yang kotor akan melahirkan kegelisahan dan kehidupan yang sempit. Sebaliknya, jiwa yang bersih akan menghadirkan kebahagiaan, ketenangan, dan ketenteraman batin.

Ramadan sebagai Bulan Al-Qur’an

Ramadan juga dikenal sebagai Syahrul Qur’an, bulan diturunkannya Al-Qur’an, sebagaimana firman Allah SWT:

“Syahrur Ramadân alladzî unzila fîhil Qur’ân…”
(QS. Al-Baqarah: 185)

Karena itu, Kiyai Abdul Wahid menganjurkan agar umat Islam tidak hanya membaca Al-Qur’an, tetapi juga membaca terjemahannya dan mentadaburinya. Banyak orang merasa mengantuk saat membaca Al-Qur’an bukan karena gangguan setan, melainkan karena tidak memahami maknanya.

Al-Qur’an, menurut Rasulullah SAW, adalah jamuan Allah di muka bumi. Rugi orang yang tidak menghadirinya, dan lebih rugi lagi orang yang menghadiri jamuan itu tetapi tidak menyantap isinya.

Bulan Pengendalian Diri dan Kejujuran

Puasa mengajarkan manusia tentang pengendalian diri dan kejujuran. Meski makanan, minuman, dan pasangan halal tersedia, seseorang menahan diri semata-mata karena ketaatan kepada Allah SWT.

Kejujuran sejati terlihat saat seseorang berpuasa, ketika tidak ada yang melihat kecuali Allah. Nilai ini kemudian berdampak langsung pada kehidupan sosial dan moral seseorang.

Bulan Solidaritas dan Kepedulian Sosial

Rasa lapar dan haus selama puasa menumbuhkan empati terhadap kaum lemah. Ramadan mengajarkan kepedulian kepada fakir miskin, dhuafa, dan mereka yang hidup serba kekurangan.

Dengan merasakan apa yang dirasakan orang lain, tumbuhlah solidaritas sosial dan kesadaran untuk berbagi, baik melalui sedekah, zakat, maupun kepedulian sosial lainnya.

Bagikan Berita:
  • Penulis: Muhammad Fadli
  • Editor: Fitriani Heli

Rekomendasi Untuk Anda

  • Qori Nasional, Dr. Khairuddin M.Hum

    Sekolah Haji Tazkiyah, Qori Nasional Ajak Umat Tingkatkan Interaksi dengan Al-Qur’an di Bulan Ramadan

    • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 201
    • 0Komentar

    HAMRANEWS — Qori Nasional, Dr. Khairuddin M.Hum mengingatkan umat Islam tentang kemuliaan bulan Ramadan yang tidak terlepas dari peristiwa turunnya Al-Qur’an. Karena itu, momentum Ramadan harus dimanfaatkan untuk semakin mendekatkan diri dengan kitab suci tersebut. Pesan itu disampaikan Dr. Khairuddin saat mengisi hari keenam program Tahsin Al-Qur’an Sekolah Tazkiyah yang digelar secara daring melalui Zoom […]

    Bagikan Berita:
  • Kepadatan di Masjidilharam

    Ekonomi Daerah Juga Harus Terdampak Aktivitas Haji, Bukan Cuma Untungkan Arab

    • calendar_month Minggu, 8 Mar 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 229
    • 0Komentar

    HAMRANEWS — Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah (Ditjen PE2HU) saat ini sedang mendorong penguatan ekosistem ekonomi haji di daerah agar mampu memberikan dampak yang lebih luas bagi perekonomian nasional. Ini dilakukan agar perputaran ekonomi dari aktivitas haji tidak cuma menguntungkan Arab Saudi. Direktur Jenderal PE2HU, […]

    Bagikan Berita:
  • Kabar Baik, Presiden Iran Pastikan Tidak Akan Lagi Menyerang Negara Tetangga

    Kabar Baik, Presiden Iran Pastikan Tidak Akan Lagi Menyerang Negara Tetangga

    • calendar_month Minggu, 8 Mar 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 222
    • 0Komentar

    HAMRANEWS – Kabar baik untuk warga yang melakukan perjalanan ke Kawasan Timur Tengah, khususnya perjalanan ibadah umrah ke Arab Saudi. Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan pada Sabtu 7 Maret 2026 bahwa negaranya tidak akan pernah menyerah kepada Israel dan Amerika Serikat, saat perang Timur Tengah memasuki minggu kedua. Keputusan itu sesuai kesepakatan tiga anggota dewan […]

    Bagikan Berita:
  • Pelunasan Haji untuk CJH yang Terdampak Bencana di Sumatera-Aceh Kemungkinan Diperpanjang

    Pelunasan Haji untuk CJH yang Terdampak Bencana di Sumatera-Aceh Kemungkinan Diperpanjang

    • calendar_month Sabtu, 27 Des 2025
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 293
    • 0Komentar

    Bagikan Berita:

    Bagikan Berita:
  • Guru Pemenang Undian Umrah Berangkat Bersama Sint Travel

    Guru Pemenang Undian Umrah Berangkat Bersama Sint Travel

    • calendar_month Rabu, 9 Jul 2025
    • account_circle REDAKSI
    • visibility 371
    • 0Komentar

    MAKASSAR — Senyum terus terpancar dari wajah Muliaty. Di lobi Hotel Dalton, Rabu, 9 Juli 2025, dia yang mengenakan kemeja biru menyapa dengan ramah banyak orang. Di hotel itulah Muliaty akan menginap malam ini. Bagian dari fasilitas yang dinikmatinya sebagai pemenang undian umrah Sint Travel, anak usaha Tazkiyah Group. Kamis, 10 Juli 2025, Muliaty akan terbang […]

    Bagikan Berita:
  • Wahai Calon Jemaah yang Masih Coba-coba Haji Jalur Ilegal, Anda Bisa Dicekal 10 Tahun!

    Wahai Calon Jemaah yang Masih Coba-coba Haji Jalur Ilegal, Anda Bisa Dicekal 10 Tahun!

    • calendar_month Minggu, 5 Apr 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 172
    • 0Komentar

    HAMRANEWS – Keinginan untuk segera menunaikan ibadah haji memang sangat kuat bagi banyak umat Muslim khususnya di Indonesia. Namun, bagi Anda yang masih tergoda mencoba ‘jalan pintas’ lewat jalur ilegal, ada satu hal yang perlu dipahami dengan serius, dan sudah berkali-kali diwanti-wanti oleh pemerintah: Anda akan dicekal masuk Arab Saudi hingga 10 tahun. Peringatan keras […]

    Bagikan Berita:
expand_less