Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Lainnya » Makna Ramadan Diulas dalam Sekolah Haji Tazkiyah: Bulan Pembakaran Dosa dan Madrasah Penyucian Jiwa

Makna Ramadan Diulas dalam Sekolah Haji Tazkiyah: Bulan Pembakaran Dosa dan Madrasah Penyucian Jiwa

  • account_circle Muhammad Fadli
  • calendar_month Sen, 29 Des 2025
  • visibility 295

HAMRANEWS – Menjelang datangnya bulan suci Ramadan, umat Islam dianjurkan mempersiapkan diri, baik itu secara fisik maupun spiritual.

Lewat tausiyah program Sekolah Haji Tazkiyah, Kiyai Dr. H. Abdul Wahid Hadade, Lc., MA menjelaskan bahwa Ramadan bukan cuma bulan ibadah ritual, tetapi juga sebagai bulan penyucian jiwa dan pembentukan karakter.

Kiyai Abdul Wahid mengawali tausiyah dengan mengingatkan sebuah doa yang diajarkan Rasulullah SAW ketika memasuki bulan Rajab, sebagai persiapan menuju Ramadan:

“Allahumma barik lana fi Rajaba wa Sya‘bana wa ballighna Ramadan.”

“Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya‘ban, dan panjangkanlah umur kami hingga bertemu bulan Ramadan.”

Doa ini menjadi ikhtiar spiritual agar Allah SWT memberi keberkahan usia dan kesempatan untuk kembali beribadah di bulan suci.

“Bapak Ibu sekalian, ini doa yang diajarkan oleh Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam kepada kita semua,bahwa ketika kita berada di bulan Rajab, maka selalulah kita membaca doa ini,” ucap Kiyai Abdul Wahid.

Secara bahasa, lanjut Abdul Wahid, kata Ramadan berasal dari bahasa Arab ramida–yarmudu yang berarti panas yang sangat menyengat. Dalam kamus-kamus Arab klasik, Ramadan juga dimaknai sebagai tanah atau batu yang terbakar terik matahari.

Makna kebahasaan ini, menurut Kiyai Abdul Wahid, memiliki hubungan erat dengan makna filosofis Ramadan. Panas yang membakar itu menjadi simbol bahwa Ramadan adalah bulan yang membakar dosa-dosa manusia dan membersihkan jiwa dari noda maksiat.

Ramadan sebagai Bulan Pembakaran Dosa dan Pengendalian Nafsu

Secara filosofis, Ramadan dimaknai sebagai bulan yang membakar dosa-dosa yang melekat pada diri manusia, mengendalikan hawa nafsu yang berpotensi menjerumuskan dan memurnikan jiwa dari karat maksiat.

Puasa bukan berarti menghilangkan hawa nafsu sepenuhnya, melainkan mengendalikan dan menertibkannya agar manusia tidak diperbudak oleh dorongan duniawi.

Rasulullah SAW bersabda:

“Barang siapa berpuasa Ramadan dengan iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Bahkan, orang yang menunaikan puasa dan salat malam di bulan Ramadan dengan baik akan kembali suci seperti bayi yang baru dilahirkan.

Ramadan sebagai Madrasah Rohaniah

Ulama menyebut Ramadan sebagai madrasah rohaniah, sekolah jiwa dan ruh manusia. Selama satu bulan penuh, manusia digembleng untuk:

Membersihkan hati

Mengendalikan diri

Menguatkan hubungan dengan Allah SWT

Jiwa yang kotor akan melahirkan kegelisahan dan kehidupan yang sempit. Sebaliknya, jiwa yang bersih akan menghadirkan kebahagiaan, ketenangan, dan ketenteraman batin.

Ramadan sebagai Bulan Al-Qur’an

Ramadan juga dikenal sebagai Syahrul Qur’an, bulan diturunkannya Al-Qur’an, sebagaimana firman Allah SWT:

“Syahrur Ramadân alladzî unzila fîhil Qur’ân…”
(QS. Al-Baqarah: 185)

Karena itu, Kiyai Abdul Wahid menganjurkan agar umat Islam tidak hanya membaca Al-Qur’an, tetapi juga membaca terjemahannya dan mentadaburinya. Banyak orang merasa mengantuk saat membaca Al-Qur’an bukan karena gangguan setan, melainkan karena tidak memahami maknanya.

Al-Qur’an, menurut Rasulullah SAW, adalah jamuan Allah di muka bumi. Rugi orang yang tidak menghadirinya, dan lebih rugi lagi orang yang menghadiri jamuan itu tetapi tidak menyantap isinya.

Bulan Pengendalian Diri dan Kejujuran

Puasa mengajarkan manusia tentang pengendalian diri dan kejujuran. Meski makanan, minuman, dan pasangan halal tersedia, seseorang menahan diri semata-mata karena ketaatan kepada Allah SWT.

Kejujuran sejati terlihat saat seseorang berpuasa, ketika tidak ada yang melihat kecuali Allah. Nilai ini kemudian berdampak langsung pada kehidupan sosial dan moral seseorang.

Bulan Solidaritas dan Kepedulian Sosial

Rasa lapar dan haus selama puasa menumbuhkan empati terhadap kaum lemah. Ramadan mengajarkan kepedulian kepada fakir miskin, dhuafa, dan mereka yang hidup serba kekurangan.

Dengan merasakan apa yang dirasakan orang lain, tumbuhlah solidaritas sosial dan kesadaran untuk berbagi, baik melalui sedekah, zakat, maupun kepedulian sosial lainnya.

Bagikan Berita:
  • Penulis: Muhammad Fadli
  • Editor: Fitriani Heli

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ini Kapal Pesiar dari Arab Saudi untuk Tarik Wisatawan, Tidak Ada Alkohol dan Kasino

    Ini Kapal Pesiar dari Arab Saudi untuk Tarik Wisatawan, Tidak Ada Alkohol dan Kasino

    • calendar_month Sab, 16 Agu 2025
    • account_circle REDAKSI
    • visibility 386
    • 0Komentar

    SAUDI – Pemerintah Arab Saudi tengah mengibarkan layar baru dalam ambisi besarnya di sektor pariwisata global. Melalui Aroya Cruise, kapal pesiar mewah pertama yang dirancang dengan identitas Arab, Kerajaan ini ingin memposisikan diri sebagai pusat wisata maritim kelas dunia, sekaligus mengukuhkan komitmen dalam mencapai target Vision 2030. Aroya Cruise ini diluncurkan oleh Cruise Saudi, anak […]

    Bagikan Berita:
  • Perjuangan Hasnah Bahar Tabung Uang Hasil Pelihara Bebek untuk Berhaji

    Perjuangan Hasnah Bahar Tabung Uang Hasil Pelihara Bebek untuk Berhaji

    • calendar_month Sab, 17 Mei 2025
    • account_circle Imam Dzulkifli
    • visibility 492
    • 0Komentar

    MAKASSAR – Mengumpulkan uang untuk berhaji dari hasil usaha ternak bebek, adalah upaya yang tidak mudah bagi Hasnah Daeng Haya Bahar (62). Puluhan tahun lamanya, wanita asal Maros ini memelihara bebek di kolong rumahnya. Dia mendaftar haji pada 2011 silam dan baru pada tahun ini dia bisa berangkat. Itupun, sebenarnya dia masuk daftar cadangan untuk […]

    Bagikan Berita:
  • Cek Pengumuman Lulus Tes Petugas Haji 2026 di Sini

    Cek Pengumuman Lulus Tes Petugas Haji 2026 di Sini

    • calendar_month Ming, 21 Des 2025
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 257
    • 0Komentar

    HAMRANEWS – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI resmi mengumumkan hasil seleksi Petugas Penyelenggaraan Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi tingkat pusat tahun 1447 H/ 2026 M. Sesuai hasil seleksi tersebut, peserta dengan peringkat 1 hingga 40 dinyatakan lulus dan berhak melanjutkan ke tahapan pelatihan berikutnya. Peserta Lulus Seleksi PPIH Arab Saudi Tingkat Pusat Dalam pengumuman […]

    Bagikan Berita:
  • Umrah Mandiri Lagi-lagi Bermasalah, Jemaah Sudah Setor Rp700 Juta Tetiba Gagal Terbang

    Umrah Mandiri Lagi-lagi Bermasalah, Jemaah Sudah Setor Rp700 Juta Tetiba Gagal Terbang

    • calendar_month Sel, 10 Feb 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 202
    • 0Komentar

    HAMRANEWS – Peringatan bahaya umrah mandiri kini benar-benar terjadi. Seperti diketahui, iming-iming umrah secara mandiri tanpa melalui travel sebelumnya diprediksi akan memicu tingginya tingkat penipuan. Hal ini karena terjadi praktik ajakan umrah bersama-sama, tapi kenyataannya menghimpun uang, dikelola orang orang tertentu lalu berangkat secara kolektif, dan tentu saja ini adalah aktivitas yang ilegal. Baru-baru ini, […]

    Bagikan Berita:
  • Antrean Haji Tembus 26 Tahun, Pedagang Kelapa Tua Boyong 35 Anggota Keluarganya Daftar ke Tanah Suci

    Antrean Haji Tembus 26 Tahun, Pedagang Kelapa Tua Boyong 35 Anggota Keluarganya Daftar ke Tanah Suci

    • calendar_month Rab, 14 Jan 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 235
    • 0Komentar

    HAMRANEWS – Panjangnya masa tunggu haji yang kini mencapai sekitar 26 tahun mendorong kesadaran baru di tengah masyarakat untuk mendaftar sejak usia dini. Kesadaran ini mendorong seorang pedagang kelapa tua di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Haji M Ali, yang mendaftarkan puluhan anggota keluarganya sebagai calon jemaah haji. Suasana Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten […]

    Bagikan Berita:
  • Pemulangan Jemaah Haji Mulai 11 Juni, Ini Jadwal Pemulangan JH 2025

    Pemulangan Jemaah Haji Mulai 11 Juni, Ini Jadwal Pemulangan JH 2025

    • calendar_month Ming, 8 Jun 2025
    • account_circle REDAKSI
    • visibility 313
    • 0Komentar

    SAUDI – Fase Ibadah haji 1446 H/2025 M saat ini berada di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Setelah itu, jemaah bakal melanjutkan ibadah di Masjidil Haram, Makkah sebelum pulang ke Tanah Air. Hari ini, Sabtu 7 Juni 2025 jemaah haji tengah memasuki hari Tasyrik I. Jemaah akan melontar jumrah ke jamarat. Ritual ini berlanjut sampai […]

    Bagikan Berita:
expand_less