Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Lainnya » Makna Ramadan Diulas dalam Sekolah Haji Tazkiyah: Bulan Pembakaran Dosa dan Madrasah Penyucian Jiwa

Makna Ramadan Diulas dalam Sekolah Haji Tazkiyah: Bulan Pembakaran Dosa dan Madrasah Penyucian Jiwa

  • account_circle Muhammad Fadli
  • calendar_month Sen, 29 Des 2025
  • visibility 218

HAMRANEWS – Menjelang datangnya bulan suci Ramadan, umat Islam dianjurkan mempersiapkan diri, baik itu secara fisik maupun spiritual.

Lewat tausiyah program Sekolah Haji Tazkiyah, Kiyai Dr. H. Abdul Wahid Hadade, Lc., MA menjelaskan bahwa Ramadan bukan cuma bulan ibadah ritual, tetapi juga sebagai bulan penyucian jiwa dan pembentukan karakter.

Kiyai Abdul Wahid mengawali tausiyah dengan mengingatkan sebuah doa yang diajarkan Rasulullah SAW ketika memasuki bulan Rajab, sebagai persiapan menuju Ramadan:

“Allahumma barik lana fi Rajaba wa Sya‘bana wa ballighna Ramadan.”

“Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya‘ban, dan panjangkanlah umur kami hingga bertemu bulan Ramadan.”

Doa ini menjadi ikhtiar spiritual agar Allah SWT memberi keberkahan usia dan kesempatan untuk kembali beribadah di bulan suci.

“Bapak Ibu sekalian, ini doa yang diajarkan oleh Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam kepada kita semua,bahwa ketika kita berada di bulan Rajab, maka selalulah kita membaca doa ini,” ucap Kiyai Abdul Wahid.

Secara bahasa, lanjut Abdul Wahid, kata Ramadan berasal dari bahasa Arab ramida–yarmudu yang berarti panas yang sangat menyengat. Dalam kamus-kamus Arab klasik, Ramadan juga dimaknai sebagai tanah atau batu yang terbakar terik matahari.

Makna kebahasaan ini, menurut Kiyai Abdul Wahid, memiliki hubungan erat dengan makna filosofis Ramadan. Panas yang membakar itu menjadi simbol bahwa Ramadan adalah bulan yang membakar dosa-dosa manusia dan membersihkan jiwa dari noda maksiat.

Ramadan sebagai Bulan Pembakaran Dosa dan Pengendalian Nafsu

Secara filosofis, Ramadan dimaknai sebagai bulan yang membakar dosa-dosa yang melekat pada diri manusia, mengendalikan hawa nafsu yang berpotensi menjerumuskan dan memurnikan jiwa dari karat maksiat.

Puasa bukan berarti menghilangkan hawa nafsu sepenuhnya, melainkan mengendalikan dan menertibkannya agar manusia tidak diperbudak oleh dorongan duniawi.

Rasulullah SAW bersabda:

“Barang siapa berpuasa Ramadan dengan iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Bahkan, orang yang menunaikan puasa dan salat malam di bulan Ramadan dengan baik akan kembali suci seperti bayi yang baru dilahirkan.

Ramadan sebagai Madrasah Rohaniah

Ulama menyebut Ramadan sebagai madrasah rohaniah, sekolah jiwa dan ruh manusia. Selama satu bulan penuh, manusia digembleng untuk:

Membersihkan hati

Mengendalikan diri

Menguatkan hubungan dengan Allah SWT

Jiwa yang kotor akan melahirkan kegelisahan dan kehidupan yang sempit. Sebaliknya, jiwa yang bersih akan menghadirkan kebahagiaan, ketenangan, dan ketenteraman batin.

Ramadan sebagai Bulan Al-Qur’an

Ramadan juga dikenal sebagai Syahrul Qur’an, bulan diturunkannya Al-Qur’an, sebagaimana firman Allah SWT:

“Syahrur Ramadân alladzî unzila fîhil Qur’ân…”
(QS. Al-Baqarah: 185)

Karena itu, Kiyai Abdul Wahid menganjurkan agar umat Islam tidak hanya membaca Al-Qur’an, tetapi juga membaca terjemahannya dan mentadaburinya. Banyak orang merasa mengantuk saat membaca Al-Qur’an bukan karena gangguan setan, melainkan karena tidak memahami maknanya.

Al-Qur’an, menurut Rasulullah SAW, adalah jamuan Allah di muka bumi. Rugi orang yang tidak menghadirinya, dan lebih rugi lagi orang yang menghadiri jamuan itu tetapi tidak menyantap isinya.

Bulan Pengendalian Diri dan Kejujuran

Puasa mengajarkan manusia tentang pengendalian diri dan kejujuran. Meski makanan, minuman, dan pasangan halal tersedia, seseorang menahan diri semata-mata karena ketaatan kepada Allah SWT.

Kejujuran sejati terlihat saat seseorang berpuasa, ketika tidak ada yang melihat kecuali Allah. Nilai ini kemudian berdampak langsung pada kehidupan sosial dan moral seseorang.

Bulan Solidaritas dan Kepedulian Sosial

Rasa lapar dan haus selama puasa menumbuhkan empati terhadap kaum lemah. Ramadan mengajarkan kepedulian kepada fakir miskin, dhuafa, dan mereka yang hidup serba kekurangan.

Dengan merasakan apa yang dirasakan orang lain, tumbuhlah solidaritas sosial dan kesadaran untuk berbagi, baik melalui sedekah, zakat, maupun kepedulian sosial lainnya.

Bagikan Berita:
  • Penulis: Muhammad Fadli
  • Editor: Fitriani Heli

Rekomendasi Untuk Anda

  • Lebih Prioritas ke Mekkah atau Madinah Dulu Saat Umrah? Ini Pertimbangannya

    Lebih Prioritas ke Mekkah atau Madinah Dulu Saat Umrah? Ini Pertimbangannya

    • calendar_month Sen, 29 Des 2025
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 177
    • 0Komentar

    HAMRANEWS – Pertanyaan klasik yang hampir selalu muncul menjelang keberangkatan umrah adalah: lebih baik ke Mekkah dulu atau Madinah dulu? Tidak sedikit calon jemaah yang kebingungan menentukan pilihan, apalagi masing-masing travel menawarkan skema perjalanan berbeda. Influencer dan pemerhati perjalanan umrah, Ahmad Alimuddin, membagikan pandangannya berdasarkan pengalaman pribadi yang baru saja ia rasakan. Menurutnya, urutan perjalanan […]

    Bagikan Berita:
  • Cuma Arab Saudi dan Muhammadiyah yang Berpuasa Mulai 18 Februari

    Cuma Arab Saudi dan Muhammadiyah yang Berpuasa Mulai 18 Februari

    • calendar_month Rab, 18 Feb 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 111
    • 0Komentar

    HAMRANEWS – Penetapan awal Ramadan 1447 Hijriah kembali memunculkan perbedaan di kalangan umat Islam dunia. Tahun ini, bisa disebut hanya Arab Saudi dan Muhammadiyah yang menetapkan 1 Ramadan jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026, sementara banyak negara dan otoritas keagamaan lainnya memulai puasa sehari setelahnya. Kanal yang membahas astronomi, moonsightingphd, menyoroti keputusan Arab Saudi mengumumkan […]

    Bagikan Berita:
  • BMKG Arab Saudi Peringatkan Potensi Banjir Hingga Hujan Es di Makkah dan Madinah

    BMKG Arab Saudi Peringatkan Potensi Banjir Hingga Hujan Es di Makkah dan Madinah

    • calendar_month Sab, 6 Des 2025
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 320
    • 0Komentar

    HAMRANEWS – Pusat Meteorologi Nasional (NCM) Arab Saudi memperingatkan badai petir dan hujan lebat di sebagian besar wilayah negara itu selama sepekan mendatang, terhitung sejak hari ini, Sabtu 6 Desember 2026 hingga 11 Desember mendatang. Badan Meteorologi Arab Saudi ini memperkirakan badai petir akan mengakibatkan beberapa wilayah mengalami hujan lebat serta kondisi cuaca berbahaya lainnya. […]

    Bagikan Berita:
  • Tazkiyah Tour Gelar Manasik Haji Khusus Batch 2, Berlangsung di Asrama Haji Sudiang

    Tazkiyah Tour Gelar Manasik Haji Khusus Batch 2, Berlangsung di Asrama Haji Sudiang

    • calendar_month Sen, 6 Apr 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 32
    • 0Komentar

    HAMRANEWS – Tazkiyah Tour kembali menggelar manasik jemaah haji musim 1447 Hijriah atau 2026 Masehi. Setelah sebelumnya di Hotel Myko, terbaru untuk Batch 2 di Asrama Haji Sudiang, 2-5 April 2026. Selama tiga hari, para calon jemaah mengikuti berbagai kegiatan di dalam maupun luar kelas. Termasuk senam bersama untuk menambah kebugaran. Tahun ini, kata Direktur […]

    Bagikan Berita:
  • Jemaah Haji yang Membawa Aset Senilai Lebih dari Rp250 Juta Wajib Lapor Bea Cukai Saudi

    Jemaah Haji yang Membawa Aset Senilai Lebih dari Rp250 Juta Wajib Lapor Bea Cukai Saudi

    • calendar_month Sen, 13 Apr 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 20
    • 0Komentar

    HAMRANEWS – Jemaah haji 2026 diimbau untuk memperhatikan aturan yang dikeluarkan pemerintah Arab Saudi terkait pembawaan uang tunai dan barang berharga ke Tanah Suci. Otoritas Zakat, Pajak, dan Bea Cukai Saudi mewajibkan siapa pun yang membawa lebih dari SAR 60.000 (sekitar Rp250 juta) atau setara dalam bentuk lain untuk mendeklarasikan kepemilikan tersebut saat tiba atau […]

    Bagikan Berita:
  • Berangkat Tanpa Visa Haji Pasti Tidak Tenang

    Berangkat Tanpa Visa Haji Pasti Tidak Tenang

    • calendar_month Rab, 14 Mei 2025
    • account_circle REDAKSI
    • visibility 590
    • 0Komentar

    MAKASSAR — Kerajaan Arab Saudi makin ketat soal legalitas jemaah haji. Petugas memeriksa di perbatasan, menyisir lorong-lorong kota, bahkan memasuki kamar-kamar hotel untuk memastikan ada tidaknya visa haji pada seseorang. Namun, tetap saja ada yang nekat. Tetap berupaya masuk Madinah atau Makkah dengan visa selain visa haji. Ada yang visa ziarah, visa kerja, dan jenis lainnya. […]

    Bagikan Berita:
expand_less