Berita Terkini
light_mode
Trending Tags
Beranda » Lainnya » Usulan HIMPUH Terkait Opsi Pembatalan Dalam Skenario Haji 2026

Usulan HIMPUH Terkait Opsi Pembatalan Dalam Skenario Haji 2026

  • account_circle Muhammad Fadli
  • calendar_month Minggu, 15 Mar 2026
  • visibility 375
  • print Cetak

HANRANEWS – Penyelenggaraan ibadah haji tahun ini sangat bergantung pada perkembangan eskalasi konflik antara Iran vs Israel dan Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.

Situasi geopolitik tersebut berpotensi memengaruhi mobilitas penerbangan internasional dan keamanan perjalanan jemaah.

Dalam pernyataan tertulisnya pada Senin 16 Maret 2026, Himpunan Penyelenggara Umrah dan Haji (HIMPUH) menilai setidaknya ada tiga kemungkinan skenario yang dapat terjadi.

Pertama, skenario dengan kemungkinan terbesar adalah ibadah haji tetap diselenggarakan, namun dengan penerapan protokol keamanan yang jauh lebih ketat.

Kedua, pemerintah Indonesia dapat mengambil keputusan untuk membatalkan keberangkatan haji secara sepihak dengan pertimbangan keselamatan warganya.

Ketiga, pembatalan dapat dilakukan oleh pemerintah Arab Saudi apabila situasi keamanan dinilai berpotensi membahayakan keselamatan jemaah haji dari seluruh dunia.

Apabila skenario pertama yang terjadi—yakni haji tetap diselenggarakan—maka terdapat sejumlah kemungkinan situasi yang perlu diantisipasi sejak awal. Setidaknya ada empat kondisi yang berpotensi dialami jemaah:

Jemaah tertahan keberangkatannya saat masih berada di Indonesia.

Jemaah tertahan di negara transit dalam perjalanan menuju Arab Saudi.

Jemaah tertahan di Arab Saudi saat hendak kembali ke Indonesia.

Jemaah tertahan di negara transit ketika perjalanan pulang menuju Indonesia.

HIMPUH berharap pemerintah telah mengantisipasi seluruh kemungkinan tersebut sejak dini. Sebab selain menyangkut aspek keselamatan, kondisi tersebut juga berpotensi menimbulkan beban biaya tambahan yang dalam banyak kasus dapat berujung pada tanggungan jemaah.

Langkah diplomasi juga dinilai penting untuk segera dilakukan kepada pemerintah Arab Saudi. Diplomasi tersebut dapat berupa permintaan kebijakan khusus apabila ibadah haji harus ditunda atau jika pemerintah Indonesia memutuskan membatalkan keberangkatan secara sepihak.

Dalam situasi tersebut, pemerintah Indonesia dapat meminta jaminan pengembalian dana secara penuh atau skema pengalihan dana menjadi deposit untuk penyelenggaraan haji di masa mendatang.

Di sisi lain, melalui Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, pemerintah juga diharapkan dapat mendorong maskapai penerbangan agar tetap mengedepankan hak-hak penumpang apabila terjadi pembatalan atau perubahan jadwal penerbangan terkait situasi ini.

Edukasi kepada masyarakat juga perlu segera dimulai. Pemerintah dan penyelenggara haji perlu memberikan pemahaman kepada calon jemaah mengenai berbagai kemungkinan yang dapat terjadi, termasuk langkah-langkah antisipasi yang perlu dilakukan jemaah dalam menghadapi situasi darurat.

HIMPUH juga menilai pemerintah dapat mengusulkan penggunaan bandara alternatif di Arab Saudi sebagai basis operasional sementara penerbangan haji. Bandara Taif International Airport serta bandara lama King Abdulaziz International Airport Old Terminal dapat dipertimbangkan menjadi homebase sementara bagi pesawat haji yang biasanya transit di sejumlah negara Teluk seperti maskapai Emirates, Etihad Airways, Qatar Airways, dan Kuwait Airways.

Bagikan Berita:
  • Penulis: Muhammad Fadli
  • Editor: HANRANEWS - Penyelenggaraan ibadah haji tahun ini sangat bergantung pada perkembangan eskalasi konflik antara Iran vs Israel dan Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah. Situasi geopolitik tersebut berpotensi memengaruhi mobilitas penerbangan internasional dan keamanan perjalanan jemaah. Dalam pernyataan tertulisnya pada Senin 16 Maret 2026, Himpunan Penyelenggara Umrah dan Haji (HIMPUH) menilai setidaknya ada tiga kemungkinan skenario yang dapat terjadi. Pertama, skenario dengan kemungkinan terbesar adalah ibadah haji tetap diselenggarakan, namun dengan penerapan protokol keamanan yang jauh lebih ketat. Kedua, pemerintah Indonesia dapat mengambil keputusan untuk membatalkan keberangkatan haji secara sepihak dengan pertimbangan keselamatan warganya. Ketiga, pembatalan dapat dilakukan oleh pemerintah Arab Saudi apabila situasi keamanan dinilai berpotensi membahayakan keselamatan jemaah haji dari seluruh dunia. Apabila skenario pertama yang terjadi—yakni haji tetap diselenggarakan—maka terdapat sejumlah kemungkinan situasi yang perlu diantisipasi sejak awal. Setidaknya ada empat kondisi yang berpotensi dialami jemaah: Jemaah tertahan keberangkatannya saat masih berada di Indonesia. Jemaah tertahan di negara transit dalam perjalanan menuju Arab Saudi. Jemaah tertahan di Arab Saudi saat hendak kembali ke Indonesia. Jemaah tertahan di negara transit ketika perjalanan pulang menuju Indonesia. HIMPUH berharap pemerintah telah mengantisipasi seluruh kemungkinan tersebut sejak dini. Sebab selain menyangkut aspek keselamatan, kondisi tersebut juga berpotensi menimbulkan beban biaya tambahan yang dalam banyak kasus dapat berujung pada tanggungan jemaah. Langkah diplomasi juga dinilai penting untuk segera dilakukan kepada pemerintah Arab Saudi. Diplomasi tersebut dapat berupa permintaan kebijakan khusus apabila ibadah haji harus ditunda atau jika pemerintah Indonesia memutuskan membatalkan keberangkatan secara sepihak. Dalam situasi tersebut, pemerintah Indonesia dapat meminta jaminan pengembalian dana secara penuh atau skema pengalihan dana menjadi deposit untuk penyelenggaraan haji di masa mendatang. Di sisi lain, melalui Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, pemerintah juga diharapkan dapat mendorong maskapai penerbangan agar tetap mengedepankan hak-hak penumpang apabila terjadi pembatalan atau perubahan jadwal penerbangan terkait situasi ini. Edukasi kepada masyarakat juga perlu segera dimulai. Pemerintah dan penyelenggara haji perlu memberikan pemahaman kepada calon jemaah mengenai berbagai kemungkinan yang dapat terjadi, termasuk langkah-langkah antisipasi yang perlu dilakukan jemaah dalam menghadapi situasi darurat. HIMPUH juga menilai pemerintah dapat mengusulkan penggunaan bandara alternatif di Arab Saudi sebagai basis operasional sementara penerbangan haji. Bandara Taif International Airport serta bandara lama King Abdulaziz International Airport Old Terminal dapat dipertimbangkan menjadi homebase sementara bagi pesawat haji yang biasanya transit di sejumlah negara Teluk seperti maskapai Emirates, Etihad Airways, Qatar Airways, dan Kuwait Airways.

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hadiya Castle, Kastil di Utara Kota Madinah yang Jadi Bukti Sejarah Peradaban Jalur Haji dan Perdagangan

    Hadiya Castle, Kastil di Utara Kota Madinah yang Jadi Bukti Sejarah Peradaban Jalur Haji dan Perdagangan

    • calendar_month Senin, 16 Jun 2025
    • account_circle REDAKSI
    • visibility 680
    • 0Komentar

    MADINAH – Di bagian utara Kota Madinah, Kastel Hadiya berdiri megah di ketinggian antara dua oasis: ‘Wadi al-Tabaq’ dan ‘Wadi Khaybar’. Situs arkeologi ini merupakan saksi bisu perjalanan berabad-abad para jemaah haji dan kafilah dagang yang melintasi jalur dari kawasan Syam menuju Makkah. Kastel Hadiya menjadi salah satu titik strategis paling menonjol di Rute Haji […]

    Bagikan Berita:
  • Daftar Tunggu Haji Se-Indonesia Disamaratakan, Sulsel 40 Tahun Bisa Turun Jadi 26,4 Tahun

    Daftar Tunggu Haji Se-Indonesia Disamaratakan, Sulsel 40 Tahun Bisa Turun Jadi 26,4 Tahun

    • calendar_month Senin, 6 Okt 2025
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 766
    • 0Komentar

    JAKARTA – Antrean keberangkatan haji di Indonesia ditargetkan rata-rata 26,4 tahun, dan Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf punya alasan kuat di balik kebijakan itu. Menurutnya, sistem antrean tersebut dibuat bukan tanpa pertimbangan, melainkan demi pemerataan dan rasa keadilan bagi calon jemaah dari seluruh provinsi. “Untuk pembagian kuota per provinsi seusai antrean, dengan begitu […]

    Bagikan Berita:
  • Fatwa Dewan Ulama Senior Arab Saudi: Berhaji dengan Visa Resmi Bagian dari Ketakwaan dan Membantu Maqasid Syariah

    Fatwa Dewan Ulama Senior Arab Saudi: Berhaji dengan Visa Resmi Bagian dari Ketakwaan dan Membantu Maqasid Syariah

    • calendar_month Sabtu, 24 Mei 2025
    • account_circle REDAKSI
    • visibility 542
    • 0Komentar

    SAUDI – Pemerintah Arab Saudi kembali menegaskan kewajiban memiliki visa resmi haji bagi umat Islam yang ingin berangkat haji. Melalui keterangan resminya, Kementerian Haji dan Umrah Kerajaan Arab Saudi bahkan menyampaikan fatwa Dewan Ulama Senior terkait kewajiban berhaji dengan visa resmi. Selain itu, Dewan Ulama Senior Arab Saudi juga menyampaikan, berangkat haji dengan mendapatkan visa […]

    Bagikan Berita:
  • Berangkat Haji Berdua Pulang Bertiga, Pasangan Jemaah Asal Lumajang Ini Dikaruniahi Buah Hati saat Tawaf

    Berangkat Haji Berdua Pulang Bertiga, Pasangan Jemaah Asal Lumajang Ini Dikaruniahi Buah Hati saat Tawaf

    • calendar_month Kamis, 18 Sep 2025
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 572
    • 0Komentar

    JAKARTA – Berangkat haji berdua, Tristy Erlinawati dan Fachrizal Rahmad, jemaah asal Lumajang, kini pulang bertiga pada Selasa 2 September 2025 lalu. Tristy melahirkan saat menjalankan ibadah haji pada Juni lalu, dan membuat mereka baru bisa pulang tiga bulan setelahnya, karena proses pemulihan yang panjang. Pasangan ini bersama anaknya, akhirnya tiba di Asrama Haji Surabaya […]

    Bagikan Berita:
  • Diskon 50 Persen Tiket Ekonomi dan Bisnis untuk Rute Umrah dari Saudia Airlines

    Diskon 50 Persen Tiket Ekonomi dan Bisnis untuk Rute Umrah dari Saudia Airlines

    • calendar_month Senin, 25 Agt 2025
    • account_circle REDAKSI
    • visibility 548
    • 0Komentar

    JAKARTA – Maskapai nasional Arab Saudi, Saudia Airlines, mengumumkan promo besar-besaran yakni diskon harga 50 persen untuk seluruh rute internasional. Program ini dinilai akan memberikan keuntungan besar bagi jemaah yang merencanakan perjalanan ke Tanah Suci untuk ibadah umrah. Promo berlaku untuk kelas Ekonomi maupun Bisnis, mencakup jalur penerbangan utama dari Amerika Utara, Eropa, Asia, hingga […]

    Bagikan Berita:
  • Tazkiyah Tour Buka Program Umrah 20 Hari Akhir Ramadan-Syawal 2026, Idul Fitri di Tanah Suci

    Tazkiyah Tour Buka Program Umrah 20 Hari Akhir Ramadan-Syawal 2026, Idul Fitri di Tanah Suci

    • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 476
    • 0Komentar

    HAMRANEWS – Perusahaan Biro Perjalanan Umrah dari Makassar, Tazkiyah Tour membuka Program Umrah Akhir Ramadan dan Syawal 2026 dengan durasi perjalanan hingga 20 hari. Program umrah tersebut diperuntukkan kepada jemaah yang ingin merasakan puncak keistimewaan ibadah di penghujung Ramadan sekaligus menyambut Syawal di Tanah Suci. Berdasarkan informasi dari akun resmi instagram Tazkiyah Tour, program umrah […]

    Bagikan Berita:
expand_less