Berita Terkini
light_mode
Trending Tags
Beranda » Haji » Haru, Penjual Bakso 73 Tahun Asal Maros Berangkat Haji Pakai Kursi Roda Pulang Jalan Kaki

Haru, Penjual Bakso 73 Tahun Asal Maros Berangkat Haji Pakai Kursi Roda Pulang Jalan Kaki

  • account_circle Muhammad Fadli
  • calendar_month Minggu, 21 Jun 2026
  • visibility 167
  • print Cetak

HAMRANEWS.ID – Di antara jutaan tamu Allah yang menunaikan ibadah haji setiap tahun, selalu ada kisah-kisah yang meninggalkan jejak haru dan pelajaran tentang kekuasaan-Nya. Salah satunya datang dari Supanto, seorang penjual bakso berusia 73 tahun asal Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan.

Saat berangkat menuju Tanah Suci, Supanto harus menggunakan kursi roda. Kondisi fisiknya yang mengalami kelumpuhan membuat aktivitas sehari-hari tidak lagi mudah dijalani. Namun keterbatasan itu tidak menghalangi tekadnya untuk memenuhi panggilan Allah SWT ke Baitullah.

Tidak ada yang menyangka, lelaki sederhana yang mengumpulkan biaya haji dari hasil berjualan bakso itu akan pulang dengan cerita yang membuat banyak orang terharu.

Ia kembali ke Indonesia dengan berjalan kaki.

Perjalanan Seorang Penjual Bakso Menuju Baitullah

Kisah Supanto pertama kali menarik perhatian Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Sulawesi Selatan, Ikbal Ismail.

Ikbal mengaku bertemu langsung dengan Supanto dan istrinya saat mengantar rombongan jemaah haji khusus dari PT An-Nur Ma’arif pada 14 Mei 2026.

“Pada saat itu kami melihat ada jemaah atas nama Supanto dan istrinya menggunakan kursi roda. Ternyata beliau adalah penjual bakso di Kabupaten Bone,” ujar Iqbal Ismail kepada wartawan, Kamis (18/6/2026).

Di tengah banyaknya kisah tentang perjalanan haji, sosok Supanto meninggalkan kesan tersendiri. Bukan hanya karena kondisi fisiknya, tetapi juga karena perjuangannya mewujudkan impian berhaji dari hasil usaha sederhana yang digelutinya selama bertahun-tahun.

“Jadi dengan menjual bakso bisa melaksanakan ibadah haji melalui haji khusus. Ini luar biasa karena semangatnya luar biasa,” katanya.

Bagi banyak orang, kisah Supanto menjadi pengingat bahwa panggilan ke Tanah Suci tidak mengenal batas profesi maupun keadaan. Allah membuka jalan bagi siapa saja yang bersungguh-sungguh berikhtiar.

Doa di Hadapan Kakbah

Sebelum berpisah, Iqbal mengaku sempat memberikan semangat kepada Supanto.

Ia menyarankan agar jemaah lansia tersebut memperbanyak doa saat berada di depan Ka’bah, memohon kesehatan dan kemudahan kepada Allah SWT.

“Di saat itu saya berikan semangat, saya berikan motivasi, berdoa di saat sudah di depan Ka’bah agar dapat diberikan oleh Allah untuk bisa jalan kembali,” tuturnya.

Bagi setiap Muslim, Ka’bah bukan sekadar bangunan suci yang menjadi kiblat salat. Di tempat itulah jutaan doa dipanjatkan dengan penuh harap, air mata ditumpahkan, dan harapan-harapan diserahkan sepenuhnya kepada Allah SWT.

Tak ada yang tahu doa mana yang akan dikabulkan. Namun setiap hamba diperintahkan untuk terus berikhtiar dan berharap kepada-Nya.

Pulang Tanpa Kursi Roda

Beberapa waktu kemudian, kabar yang tak terduga sampai ke telinga Iqbal.

Ia mendengar bahwa Supanto sudah tidak lagi menggunakan kursi roda dan mampu berjalan sendiri.

Kabar itu membuatnya tergerak untuk menyambut langsung kepulangan Supanto di Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar, pada 17 Juni 2026.

“Di saat mau balik saya dengar beliau sudah bisa jalan, makanya saya termotivasi untuk menjemput beliau. Saya lihat langsung pada saat beliau kembali sudah tidak menggunakan kursi roda,” ungkapnya.

Pemandangan yang dilihat Iqbal saat itu sangat berbeda dibanding ketika keberangkatan beberapa pekan sebelumnya.

Lelaki yang dulu didorong menggunakan kursi roda kini telah berdiri dan berjalan dengan kakinya sendiri.

Ada satu kisah lain yang tak kalah menyentuh.

Saat bertemu kembali dengan Supanto, Iqbal sempat menanyakan keberadaan kursi roda yang sebelumnya digunakan selama berada di Tanah Suci.

Jawaban yang diterimanya membuatnya semakin terharu.

“Saya tanya mana kursi rodanya, ternyata dia sudah sumbangkan di Masjidil Haram untuk jemaah-jemaah di sana,” bebernya.

Di saat banyak orang mungkin ingin menyimpan barang tersebut sebagai kenang-kenangan, Supanto justru memilih meninggalkannya untuk membantu orang lain yang membutuhkan.

Sebuah tindakan sederhana yang mencerminkan nilai kepedulian dan keikhlasan yang sering kali tumbuh selama perjalanan spiritual di Tanah Suci.

Ikhtiar, Doa, dan Kehendak Allah

Apa yang dialami Supanto menjadi pelajaran tentang hubungan antara ikhtiar manusia dan kehendak Allah SWT.

Sebagai seorang Muslim, ia telah melakukan apa yang bisa dilakukan: bekerja keras mencari nafkah, menabung untuk berhaji, berangkat ke Tanah Suci meski dalam kondisi terbatas, serta memanjatkan doa dengan penuh harap.

Pada akhirnya, segala sesuatu kembali kepada kehendak Allah.

“Artinya di saat Allah ingin pak Supanto jalan, jalan. Kalau Allah menghendaki, insyaallah. Itu menjadi motivasi bagi pak Supanto dan akhirnya alhamdulillah bisa berjalan kembali,” imbuhnya.

Bagi banyak orang, kisah Supanto mungkin akan dikenang sebagai cerita tentang kesembuhan. Namun lebih dari itu, kisah ini adalah tentang keyakinan yang tidak pernah padam, tentang seorang penjual bakso yang tetap percaya pada pertolongan Allah meski tubuhnya tak lagi sekuat dulu.

Dan di Tanah Suci, tempat jutaan doa bertemu dengan harapan, Supanto menemukan hadiah yang tidak pernah ia duga sebelumnya: kesempatan untuk kembali melangkah.

Bagikan Berita:
  • Penulis: Muhammad Fadli
  • Editor: Fitriani Heli

Rekomendasi Untuk Anda

  • Klarifikasi Rombongan JCH Bulukumba yang Viral Disebut Demensia: Cuma Tersesat

    Klarifikasi Rombongan JCH Bulukumba yang Viral Disebut Demensia: Cuma Tersesat

    • calendar_month Selasa, 13 Mei 2025
    • account_circle REDAKSI
    • visibility 644
    • 0Komentar

    MAKASSAR – Ketua kloter jemaah calon haji (JCH) asal Bulukumba, P Tamma, yang sebelumnya viral karena disebut menderita demensia di media sosial, menyampaikan klarifikasi. Ketua kloter, Ardiansyah, menyampaikan tidak benar bahwa P Tamma mengalami gangguan psikologis seperti demensia, seperti caption postingan yang beredar. Menurut Ardiansyah, P Tamma cuma tersesat. Adapun dalam video yang menunjukkan pria […]

    Bagikan Berita:
  • Dijamin Tidak Kesasar Lagi, Peta Interaktif Ini Akurat Bantu Menuntun Jemaah saat di Dua Masjid Suci

    Dijamin Tidak Kesasar Lagi, Peta Interaktif Ini Akurat Bantu Menuntun Jemaah saat di Dua Masjid Suci

    • calendar_month Senin, 26 Okt 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 22
    • 0Komentar

    HAMRANEWS.ID – Jemaah haji dan umrah kini memiliki cara lebih mudah untuk menemukan lokasi tujuan di Masjidil Haram, Makkah, dan Masjid Nabawi, Madinah. Peta interaktif yang dikembangkan otoritas Arab Saudi menyediakan lebih dari 950 titik lokasi dan 100.000 kemungkinan rute untuk membantu pengunjung bernavigasi di dua masjid suci tersebut. Layanan digital besutan General Authority for […]

    Bagikan Berita:
  • Umrah Ramadan Menghidupkan Pengalaman Spiritual Berbeda, Ini Alasannya

    Umrah Ramadan Menghidupkan Pengalaman Spiritual Berbeda, Ini Alasannya

    • calendar_month Senin, 12 Jan 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 431
    • 0Komentar

    HAMRANEWS – Menunaikan ibadah umrah di bulan Ramadan diyakini menghidupkan pengalaman spiritual yang berbeda dibanding bulan-bulan lainnya. Keistimewaan ini tidak hanya terletak pada ritual umrah itu sendiri, tetapi juga pada limpahan pahala dan rangkaian ibadah tambahan yang menyertainya sepanjang bulan suci. CEO Tazkiyah Tour, Ahmad Yani Fachruddin, melalui media sosial resmi Tazkiyah Group menegaskan bahwa […]

    Bagikan Berita:
  • Plus Minus Penerbangan Umrah Transit di Negara Lain atau Langsung ke Saudi

    Plus Minus Penerbangan Umrah Transit di Negara Lain atau Langsung ke Saudi

    • calendar_month Minggu, 24 Agt 2025
    • account_circle REDAKSI
    • visibility 633
    • 0Komentar

    JAKARTA – Layanan penerbangan untuk perjalanan umrah disediakan biro travel dalam bentuk direct dan atau transit di negara lain. Ada travel yang memilih penerbangan transit karena lebih murah, tapi lebih repot dan menguras waktu serta tenaga. Ada pula yang memilih penerbangan langsung, karena minim risiko kehilangan barang, tidak rempong pindah pesawat, tetapi cenderung melelahkan karena […]

    Bagikan Berita:
  • Cerita Jemaah Haji Jalur Furodah Bayar Rp945 Juta Nginap di Dormi yang Sesak dan Tenda yang Panas

    Cerita Jemaah Haji Jalur Furodah Bayar Rp945 Juta Nginap di Dormi yang Sesak dan Tenda yang Panas

    • calendar_month Jumat, 6 Jun 2025
    • account_circle REDAKSI
    • visibility 569
    • 0Komentar

    MAKASSAR – Bukannya mendapat fasilitas yang memuaskan, seorang jamaah haji yang pernah berangkat dengan jalur furodah pada tahun lalu menceritakan pengalamannya yang penuh cobaan. Warga Indonesia, pemilik akun Catur Gunandi tersebut, menceritakan, dia awalnya memilih haji Furodah dan membayar mahal karena tidak mau berdesak-desakan dan ingin nyaman. Namun, hasilnya jauh dari ekspektasi. Dia mengalami berbagai […]

    Bagikan Berita:
  • Gantikan Ibunya yang Wafat, Anak Polisi Jadi Calon Haji Termuda Bone

    Gantikan Ibunya yang Wafat, Anak Polisi Jadi Calon Haji Termuda Bone

    • calendar_month Jumat, 27 Feb 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 357
    • 0Komentar

    HAMRANEWS – Muhammad Fadhel Anugrah, remaja asal Kabupaten Bone, menjadi salah satu calon jemaah haji (CJH) termuda yang akan diberangkatkan tahun ini. Siswa MTs kelas II di MTs Watampone itu berangkat menunaikan ibadah haji menggantikan mendiang ibunya. Ayah Fadhel, Iptu Bahri, menceritakan bahwa dirinya bersama sang istri telah mendaftar haji sejak tahun 2011. Namun takdir […]

    Bagikan Berita:
expand_less