Izin Empty Leg Haji Jadi Strategi Tekan Triliunan Rupiah Uang RI Mengalir ke Luar Negeri
- account_circle Muhammad Fadli
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 5

Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak saat event Expo UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) pada 6–8 April 2026
HAMRANEWS.ID – Pemerintah Indonesia mulai mengambil langkah konkret untuk mengurangi derasnya arus dana masyarakat yang mengalir ke luar negeri melalui aktivitas haji dan umrah. Salah satu upaya terbaru adalah diperolehnya izin dari otoritas penerbangan Arab Saudi agar pesawat haji Indonesia tidak lagi pulang dalam kondisi kosong (empty leg).
Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengungkapkan bahwa General Authority of Civil Aviation (GACA) Arab Saudi telah memberikan izin kepada Garuda Indonesia untuk mengisi penerbangan pulang yang selama ini terbang tanpa penumpang setelah mengantar jamaah haji.
Menurut Dahnil, kebijakan ini merupakan hasil diplomasi pemerintah Indonesia dan menjadi bagian dari strategi Presiden Prabowo Subianto untuk mengurangi kebocoran devisa serta meningkatkan pemasukan ekonomi nasional.
“Selama ini pesawat haji kita yang berstatus charter selalu pulang dalam kondisi kosong. Kini sudah ada izin untuk memanfaatkan kapasitas tersebut,” ujar Dahnil dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (25/6/2026).
Pemerintah menilai sektor haji dan umrah menjadi salah satu sumber arus keluar dana yang sangat besar. Setiap tahun sekitar 3,2 juta warga Indonesia berangkat ke Arab Saudi, terdiri dari sekitar 3 juta jamaah umrah dan 221 ribu jamaah haji.
Nilai uang yang dibelanjakan masyarakat Indonesia untuk perjalanan ibadah tersebut diperkirakan mencapai Rp120 triliun hingga Rp180 triliun per tahun. Angka ini menjadi perhatian Presiden Prabowo karena sebagian besar dana tersebut berputar di luar negeri.
Karena itu, pemerintah membentuk tim khusus untuk mencari cara menekan cash outflow sekaligus menciptakan cash inflow bagi Indonesia. Salah satunya dengan memanfaatkan penerbangan kosong dari Arab Saudi ke Indonesia untuk membawa wisatawan Timur Tengah.
Kementerian Haji dan Umrah telah berkoordinasi dengan Kementerian Pariwisata guna mempromosikan destinasi wisata Indonesia kepada masyarakat Arab Saudi dan negara-negara Timur Tengah lainnya. Harapannya, pesawat yang sebelumnya pulang kosong dapat membawa wisatawan asing sehingga menghasilkan devisa bagi Indonesia.
Selain membantu menekan ketimpangan arus uang yang selama ini lebih banyak mengalir ke luar negeri, langkah tersebut juga diharapkan memperkuat ekosistem ekonomi haji dan umrah nasional serta meningkatkan utilisasi maskapai nasional, khususnya Garuda Indonesia.
Pemerintah optimistis kebijakan ini menjadi awal dari strategi yang lebih besar untuk mengubah aktivitas haji dan umrah yang selama ini didominasi arus keluar dana menjadi peluang mendatangkan pemasukan baru bagi perekonomian Indonesia.
- Penulis: Muhammad Fadli
- Editor: Fitriani Heli



