Mengenal Program Haji Arbain Tazkiyah Tour, Jemaah Diajak Berlama-lama di Kota Nabi Sebelum Puncak Ibadah
- account_circle Muhammad Fadli
- calendar_month 0 menit yang lalu
- visibility 1
- print Cetak

Jemaah Haji Khusus Tazkiyah Tour
HAMRANEWS.ID – Jemaah haji khusus Tazkiyah Tour mendapatkan pengalaman ibadah yang lebih lama di Madinah yang dijuluki Kota Nabi, dan mendapat banyak bekal spiritual sebelum melanjutkan perjalanan ke Makkah: tempat yang menjadi lokasi puncak ibadah haji.
Pada musim Haji 2026, sejumlah jemaah haji Tazkiyah Tour menghabiskan ibadah Arba’in, yakni salat 40 waktu di Masjid Nabawi.
Di sela-sela ibadah di Masjid Nabawi, mereka mendapat banyak pelajaran tentang akhlakul karimah Nabi Muhammad SAW, ajaran kasih sayang hingga sifat istiqamah Rasulullah, melalui pengajian-pengajian yang dihadirkan Biro Perjalanan Haji dari Sulawesi Selatan tersebut.
Untuk mengoptimalkan program Ibadah Arbain itu, Tazkiyah Tour menghadirkan pembimbing haji yang tepat. di antaranya Direktur Sekolah Haji Tazkiyah, Dr KH Abdul Wahid Haddade Lc MA dan Ustaz Dr. H. Baso Pallagawau, Lc., MA,
Tazkiyah Tour selalu mendahulukan jemaah Jemaah haji khusus-nya beribadah di Madinah, untuk menyelesaikan salat 40 waktu.
Dengan membuat jemaah bisa berlama-lama di Madinah, mereka bukan cuma mengikuti pengajian-pengajian pembekalan kalbu, namun juga menuntaskan rindu dengan memasuki Raudah, tempat makam Rasulullah berada.
Durasi yang panjang di Madinah didukung oleh fasilitas yang premium. Hotel bintang lima dengan kamar yang lapang, makanan yang berlimpah.
“Setiap musim haji, Tazkiyah Tour selalu mengambil rute Madinah terlebih dahulu karena ingin jemaah memuaskan diri di kota Nabi sebelum memasuki puncak ibadah haji di Makkah,” jelas Managing Director Tazkiyah Tour, Adnan Syahruddin.
Istimewanya lagi, Tazkiyah Tour memberikan juga uang saku kepada setiap jemaah. Jumlahnya antara Rp10 juta hingga Rp15 juta per orang. Sangat lumayan untuk belanja dan ngopi-ngopi di tanah suci. Salah satu fasilitas yang tidak banyak disediakan oleh biro travel Haji Khusus.
- Penulis: Muhammad Fadli
- Editor: Fitriani Heli
