Berita Terkini
light_mode
Trending Tags
Beranda » Haji » Sekolah Tazkiyah: Implementasi Tauhid Uluhiyah Dalam Kehidupan, Tidak Sekadar Mengucap Talbiyah

Sekolah Tazkiyah: Implementasi Tauhid Uluhiyah Dalam Kehidupan, Tidak Sekadar Mengucap Talbiyah

  • account_circle Muhammad Fadli
  • calendar_month Senin, 17 Agt 2026
  • visibility 84
  • print Cetak

HAMRANEWS.ID – Tauhid uluhiyah tidak cukup hanya dipahami sebagai konsep keagamaan atau diucapkan dalam rangkaian ibadah. Tauhid harus diwujudkan dalam seluruh aktivitas kehidupan dengan mengesakan Allah SWT dalam setiap bentuk ibadah.

Hal tersebut disampaikan Ustaz Dr. H. Abdul Wahid Haddade, Lc., M.H.I., Direktur Sekolah Haji Tazkiyah, dalam pengajian daring Sekolah Haji Tazkiyah, pada 23 Juli 2026 lalu.

Abdul Wahid menjelaskan, dalam ajaran Islam setidaknya terdapat tiga bentuk tauhid, yakni tauhid uluhiyah, tauhid rububiyah, serta tauhid asma wa sifat.

Menurut dia, tauhid uluhiyah merupakan pengesaan Allah SWT dalam seluruh bentuk ibadah. Salat, doa, puasa, zakat, haji, tawakal, nazar hingga penyembelihan harus ditujukan semata-mata kepada Allah SWT.

“Tauhid uluhiyah itu adalah mengesakan Allah dalam seluruh bentuk ibadah,” ujar Abdul Wahid.

Ia mengatakan, konsep tersebut sesungguhnya telah tercermin dalam bacaan salat. Dalam doa iftitah terdapat pernyataan bahwa salat, ibadah, hidup dan mati seorang muslim dipersembahkan hanya kepada Allah, Tuhan seluruh alam.

Karena itu, menurut Abdul Wahid, tauhid uluhiyah harus tercermin dalam kehidupan sehari-hari, termasuk ketika seseorang menjalankan ibadah sosial.

Ia mencontohkan sedekah dan zakat. Menurutnya, amal tersebut dapat kehilangan kemurnian niat apabila dilakukan demi mendapatkan pujian atau perhatian manusia.

“Terkadang ada orang yang tidak bersedekah kalau tidak disorot kamera. Terkadang ada orang tidak mau memberikan hartanya kalau tidak diviralkan,” katanya.

Abdul Wahid kemudian menjelaskan sejumlah bentuk implementasi tauhid uluhiyah. Salah satunya adalah menjadikan Allah sebagai satu-satunya tempat meminta dalam doa.

Ia mengingatkan agar seorang muslim tidak menggantungkan permohonan ibadah kepada selain Allah. Selain itu, umat juga diajarkan untuk meminta pertolongan kepada Allah sebagaimana terkandung dalam Surah Al-Fatihah, iyyaka na’budu wa iyyaka nasta’in.

Menurut dia, ketika menghadapi persoalan hidup, kegelisahan dan tekanan batin, seorang muslim semestinya kembali kepada Allah. Zikir dan peningkatan kualitas ibadah menjadi salah satu jalan untuk memperoleh ketenangan.

Ia mengutip ayat, Ala bizikrillahi tatmainul qulub, yang bermakna bahwa dengan mengingat Allah, hati menjadi tenteram.

Abdul Wahid juga mengingatkan agar persoalan kehidupan tidak diselesaikan dengan pelarian yang justru merusak diri, seperti narkotika maupun minuman keras. Sebaliknya, seseorang perlu memperbaiki hubungan dengan Allah melalui peningkatan ibadah, seperti tahajud, duha, membaca Al-Qur’an dan memperbaiki amal kehidupan.

Haji sebagai Puncak Ekspresi Tauhid

Sementara itu, Moderator Sekolah Haji Tazkiyah, Hj. Andi Mawaddah Hamzah, S.Pd., M.Pd., menjelaskan alasan tauhid uluhiyah ditempatkan sebagai materi awal dalam general class Sekolah Haji Tazkiyah.

Menurutnya, ibadah haji merupakan puncak ekspresi tauhid uluhiyah. Hal itu tercermin dalam talbiyah, Labbaik Allahumma labbaik, yang menjadi ikrar pengesaan Allah dan diucapkan berulang kali oleh jemaah umrah dan haji.

“Tanpa pemahaman tauhid yang benar, talbiyah itu hanyalah hafalan lisan dan bukan merupakan seruan hati,” jelas Andi Mawaddah.

Ia menambahkan, berbagai rangkaian ibadah haji seperti tawaf, sai dan wukuf di Arafah hanya akan memiliki makna apabila dilakukan dengan niat yang murni karena Allah. Ibadah tersebut tidak semestinya dilakukan karena gengsi sosial, keinginan memamerkan status, atau sekadar mengikuti tren.

Menurut Andi Mawaddah, jemaah juga akan menghadapi berbagai ujian kesabaran selama berada di Tanah Suci. Karena itu, pemahaman terhadap tauhid rububiyah juga diperlukan agar jemaah mampu menjaga hati tetap tenang dan ridha dalam menghadapi berbagai kondisi.

Ia mengatakan, penguatan pemahaman tauhid sejak sebelum keberangkatan diharapkan dapat mencegah calon jemaah melakukan tindakan yang dapat mengurangi kemurnian ibadah, termasuk praktik-praktik yang tidak sesuai dengan prinsip tauhid.

“Di Sekolah Haji Tazkiyah kami berinisiatif untuk memberikan materi ini terlebih dahulu sebagai persiapan Bapak Ibu dalam beribadah haji nantinya,” ujarnya.

Dia juga menambahkan, Tauhid Uluhiyah membuat jemaah tidak berbuat syirik saat beribadah. “Tidak membuat kita bisa mengurangi kemurnian dari ibadah kita. Seperti misalkan meminta berkah dari ini ya, Ustaz. Biasanya adayang membawa jimat-jimat begitu atau ritual agar tetap sehat mungkin di tanah suci. Jadi biar tidak terjadi hal seperti itu, maka kita di sekolah Haji Tazkia kita berinisiatif untuk memberikan materi ini,” ungkapnya.

Dengan demikian, pembelajaran tauhid di Sekolah Haji Tazkiyah tidak hanya diarahkan untuk mempersiapkan jemaah menjalankan rangkaian ritual haji. Lebih dari itu, pemahaman tauhid diharapkan menjadi fondasi agar seluruh ibadah dan aktivitas kehidupan dilakukan dengan niat yang benar serta berorientasi kepada Allah SWT.

Bagikan Berita:
  • Penulis: Muhammad Fadli
  • Editor: Fitriani Heli

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menteri Haji dan Umrah Ungkap Kebocoran Dana Berpotensi Tembus Rp5 T Per Tahun

    Menteri Haji dan Umrah Ungkap Kebocoran Dana Berpotensi Tembus Rp5 T Per Tahun

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 551
    • 0Komentar

    JAKARTA – Anggaran penyelenggaraan ibadah haji punya potensi kebocoran yang nilainya tidak main-main. Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf atau yang akrab disapa Gus Irfan, menjelaskan hitung-hitungannya terkait potensi kebocoran dana haji yang bisa mencapai Rp 5 triliun per tahun. Menurut Gus Irfan, angka tersebut bukan hasil dugaan sembarangan, melainkan berdasarkan kalkulasi para peneliti […]

    Bagikan Berita:
  • Gagal Berangkat Haji 2025, Warga Jeneponto Tuntut Uangnya Dikembalikan

    Gagal Berangkat Haji 2025, Warga Jeneponto Tuntut Uangnya Dikembalikan

    • calendar_month Jumat, 3 Okt 2025
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 441
    • 0Komentar

    JENEPONTO – Seorang jemaah calon haji khusus yang gagal berangkat saat mendaftar haji furoda menuntut uangnya dikembalikan. Jemaah tersebut, Abd Daud yang akrab disapa Daeng Ngondang pun menuntut NABA Tour & Travel dan agen travelnya, yakni H Rahim untuk mengembalikan duitnya yang disetor pada 2025. Abd Daud (65), Warga Ulugalung, Togo-togo, Kecamatan Batang, Jeneponto, awalnya […]

    Bagikan Berita:
  • Bisa Merugikan Jemaah, Asosiasi Travel Tolak Pembatasan Kuota Maksimal 8 Persen dalam RUU Haji Umrah

    Bisa Merugikan Jemaah, Asosiasi Travel Tolak Pembatasan Kuota Maksimal 8 Persen dalam RUU Haji Umrah

    • calendar_month Kamis, 14 Agt 2025
    • account_circle REDAKSI
    • visibility 702
    • 0Komentar

    JAKARTA – Belasan asosiasi penyelenggara perjalanan haji dan umrah tegas menolak ketentuan pembatasan kuota haji khusus maksimal 8 persen yang tercantum dalam draf Rancangan Undang-Undang (RUU) Haji dan Umrah. Para pelaku biro perjalanan umrah dan haji yang tergabung dalam 13 asosiasi, menganggap aturan kuota itu berpotensi merugikan jemaah dan mengganggu penjadwalan pemberangkatan, khususnya bagi yang […]

    Bagikan Berita:
  • Gegara Kasus Manipulasi Mahram Hingga Penyimpangan Lain, Wamenhaj Sidak Ke Kantor Kemenhaj Jaktim

    Gegara Kasus Manipulasi Mahram Hingga Penyimpangan Lain, Wamenhaj Sidak Ke Kantor Kemenhaj Jaktim

    • calendar_month Selasa, 11 Agt 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 78
    • 0Komentar

    HAMRANEWS.ID – Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak turun langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Jakarta Timur, Senin 10 Agustus 2026. Dahnil tidak cuma mengecek pelayanan. Ia membawa peringatan, bahwa praktik lama yang merugikan jemaah akan disapu bersih. Jakarta Timur menjadi salah satu wilayah dengan jumlah […]

    Bagikan Berita:
  • Warganya Lebih Pilih Haji Reguler, Pakistan Kekurangan 16 Ribu Jemaah untuk Kuota Haji Khusus

    Warganya Lebih Pilih Haji Reguler, Pakistan Kekurangan 16 Ribu Jemaah untuk Kuota Haji Khusus

    • calendar_month Selasa, 14 Okt 2025
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 449
    • 0Komentar

    PAKISTAN – Berbeda dengan Pemerintah Indonesia yang antrean haji khususnya bahkan sudah mencapai 5 hingga 7 tahun, Pakistan malah kekurangan jemaah untuk memenuhi kuota haji khusus. Menurut berita yang ditulis media Pakistan, negara itu masih mencatat kekosongan sekitar 16.000 kuota menjelang tenggat waktu pendaftaran pada 17 Oktober 2025. Pemerintah Pakistan pun mendesak calon jamaah haji […]

    Bagikan Berita:
  • Hati-hati Melewati ‘Garis Imam’ Ini saat Salat di Masjid Nabawi, Hukumnya Batal Menurut Tiga Mazhab

    Hati-hati Melewati ‘Garis Imam’ Ini saat Salat di Masjid Nabawi, Hukumnya Batal Menurut Tiga Mazhab

    • calendar_month Sabtu, 18 Okt 2025
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 715
    • 0Komentar

    SAUDI – Pendakwah Imam Djauhari menjelaskan pandangan empat mazhab fikih terkait hukum salat berjemaah ketika posisi makmum berdiri lebih di depan garis imam, atau mendahului posisi imam. Penjelasan itu disampaikan Imam Djauhari saat menunjukkan papan pengumuman bertuliskan “In Line With Imam” di Masjid Nabawi, Madinah. Papan tersebut menjadi penanda batas sejajar dengan imam, yang tidak […]

    Bagikan Berita:
expand_less