Gangguan Abu Vulkanik, 449 Jemaah Umrah Berhasil Berangkat, Ribuan Lainnya Tertahan di Bandara
- account_circle Muhammad Fadli
- calendar_month Selasa, 8 Sep 2026
- visibility 7
- print Cetak

HAMRANEWS.ID – Sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau berdampak pada operasional penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang.
Kondisi tersebut turut mengganggu perjalanan ribuan jemaah umrah yang hendak bertolak ke Arab Saudi maupun kembali ke Indonesia.
Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) memastikan penanganan terhadap jemaah terdampak terus dilakukan dengan berkoordinasi bersama pengelola bandara, maskapai penerbangan, dan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU).
Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenhaj, Puji Raharjo, mengatakan keselamatan penerbangan menjadi prioritas di tengah sebaran abu vulkanik di kawasan Selat Sunda dan Banten.
“Sebaran abu vulkanik di kawasan Selat Sunda dan Banten menuntut otoritas navigasi udara memprioritaskan keselamatan penerbangan bagi calon penumpang, sehingga penyesuaian jadwal dan penahanan operasional tidak dapat dihindari,” kata Puji dalam keterangannya di Jakarta, Selasa 8 September 2026.
Berdasarkan data otoritas bandara per 6 September 2026 pukul 21.00 WIB, terdapat 55 rencana penerbangan internasional dan umrah pada Senin (7/9/2026), dengan total sekitar 13.549 pergerakan penumpang.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 3.450 orang merupakan jemaah umrah. Sebanyak 1.859 jemaah dijadwalkan berangkat melalui 28 penerbangan, sedangkan 1.591 jemaah lainnya dijadwalkan tiba melalui 27 penerbangan.
Namun, sebaran abu vulkanik menyebabkan sebagian besar penerbangan mengalami penundaan atau berstatus hold. Sejumlah maskapai yang terdampak antara lain Saudia Airlines, Qatar Airways, Malaysia Airlines, Scoot, Emirates, dan Oman Air.
Di tengah kondisi tersebut, sebagian jemaah tetap berhasil diberangkatkan. Sehari sebelumnya, Minggu (6/9/2026), hanya dua penerbangan umrah yang terealisasi dengan total 749 penumpang, termasuk 449 jemaah umrah.
Jumlah tersebut merosot tajam dibandingkan aktivitas penerbangan umrah dalam kondisi normal.
Sebagai gambaran, sepanjang 1 Juli hingga 6 September 2026, Bandara Soekarno-Hatta melayani 1.538 penerbangan umrah melalui Terminal 2F dan Terminal 3. Rinciannya, 758 penerbangan keberangkatan dan 780 penerbangan kedatangan.
Total mobilitas penumpang dalam periode tersebut mencapai 486.629 orang. Dari angka itu, sebanyak 180.726 merupakan jemaah umrah atau sekitar 37,14 persen dari keseluruhan lalu lintas penumpang internasional.
Kepadatan jemaah umrah tertinggi tercatat pada 15 Juli 2026 dengan 4.542 jemaah. Sementara frekuensi penerbangan umrah tertinggi terjadi pada 7 Agustus 2026, yakni mencapai 39 penerbangan dalam satu hari.
Tiga penerbangan Saudia dengan nomor SV817, SV826, dan SV821 tercatat menjadi penerbangan yang paling dominan melayani mobilitas jemaah umrah selama periode tersebut.
Kemenhaj mengimbau jemaah yang terdampak gangguan penerbangan untuk tetap tenang dan mengikuti informasi terbaru dari maskapai maupun PPIU.
Pemerintah juga terus melakukan koordinasi agar penanganan terhadap jemaah dapat dilakukan dengan mengutamakan keselamatan dan perlindungan mereka.
- Penulis: Muhammad Fadli
- Editor: Fitriani Heli
