Ketegangan Arab Saudi vs Yaman, Jemaah Diminta Fokus Ibadah di Mekkah-Madinah dan Tak Perlu Wisata ke Taif
- account_circle Muhammad Fadli
- calendar_month 7 jam yang lalu
- visibility 4
- print Cetak

Salah satu destinasi wisata di Taif yang biasa dikunjungi jemaah.(ist)
HAMRANEWS.ID – Jemaah umrah asal Indonesia yang tengah berada di Arab Saudi diminta meningkatkan kewaspadaan menyusul meningkatnya ketegangan antara Arab Saudi dan kelompok Houthi di Yaman.
Salah satu imbauan datang dari pembimbing umrah, Muhammad Isya, melalui video yang diunggah di media sosial. Ia menyarankan jemaah untuk sementara tidak melakukan perjalanan wisata ke sejumlah daerah di luar Mekkah dan Madinah, khususnya Taif.
Menurut Isya, imbauan tersebut juga menjadi pertimbangan dalam perjalanan umrah salah satu wali kota di Indonesia bersama keluarganya yang sebelumnya berencana mengunjungi Taif dan Badar.
“Sekarang ada imbauan supaya tidak ke Thaif dan belum ada info lanjutan bahwa kondisinya sudah kembali seperti semula,” kata Isya dalam videonya.
Ia menilai situasi keamanan yang masih berkembang membuat perjalanan wisata di luar dua kota suci sebaiknya ditunda.
“Bagusnya Mekkah-Madinah saja. Jangan jalan-jalan dulu. Yang penting ibadahnya dapat, itu yang paling penting,” ujarnya.
Satu Orang Tewas dalam Insiden Drone di Taif
Menurut informasi terbaru, terjadi insiden drone di wilayah Taif pada Kamis, 17 September 2026.
Saudi Civil Defense seperti dikutip Saudi Press Agency (SPA), menginformasikan satu orang tewas dan dua lainnya terluka setelah serpihan drone yang telah dicegat dan dihancurkan jatuh di wilayah Taif.
Korban tewas merupakan warga Yaman yang tinggal di Arab Saudi. Dua korban luka masing-masing seorang perempuan Saudi dan seorang warga Pakistan yang dilaporkan dalam kondisi kritis. Serpihan drone juga menyebabkan kerusakan pada sejumlah bangunan dan kendaraan.
Laporan tersebut menjadi perhatian karena Taif berada di kawasan barat Arab Saudi dan relatif dekat dengan Mekkah. Sebelumnya, Arab Saudi juga melaporkan pencegatan drone yang diluncurkan kelompok Houthi di wilayah selatan Mekkah sebelum memasuki wilayah udara terlarang. Pihak Houthi membantah bahwa serangan tersebut menargetkan Mekkah.
Reuters melaporkan pada 17 September bahwa serangan lintas perbatasan antara Arab Saudi dan Houthi kembali meningkat. Insiden di Taif menjadi kematian sipil pertama yang diumumkan di Arab Saudi pada September sejak eskalasi serangan Houthi meningkat.
Kondisi tersebut membuat aspek keamanan menjadi perhatian bagi jemaah umrah yang hendak melakukan perjalanan tambahan di luar rangkaian ibadah utama.
Isya pun mengingatkan jemaah agar tidak mengambil risiko yang tidak perlu.
“Keamanan nomor satu. Karena seperti ini kita enggak tahu, bisa saja melebar. Mungkin sekarang seperti ini, tapi ke depannya bisa melebar,” katanya.
Sementara itu, konflik di Yaman juga berkembang di kawasan strategis Bab al-Mandab. Pemerintah Yaman yang didukung Saudi menyatakan tengah merespons eskalasi Houthi di wilayah pantai barat dan sekitar Selat Bab al-Mandab, yang juga berdampak pada keamanan pelayaran internasional.
Di tengah situasi tersebut, bagi jemaah yang sudah berada di Arab Saudi, pesan Isya pada dasarnya adalah mengurangi aktivitas yang tidak mendesak dan memusatkan perjalanan pada dua kota suci.
Mekkah dan Madinah tetap menjadi tujuan utama perjalanan umrah. Sementara perjalanan wisata seperti ke Taif dan Badar dapat ditunda sampai situasi keamanan dinyatakan lebih kondusif.
Bagi jemaah, menunda wisata bukan berarti mengurangi kualitas perjalanan umrah. Justru, dalam situasi yang masih berkembang, fokus pada ibadah sekaligus mengikuti arahan keamanan setempat menjadi bagian penting dari perjalanan.
- Penulis: Muhammad Fadli
- Editor: Fitriani Heli
