Berita Terkini
light_mode
Trending Tags
Beranda » Lainnya » Pernah Salahkan Jemaah, Owner Annisa Ahmada Kini Menghilang Setelah 1.100 Orang Minta Refund

Pernah Salahkan Jemaah, Owner Annisa Ahmada Kini Menghilang Setelah 1.100 Orang Minta Refund

  • account_circle Muhammad Fadli
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 4
  • print Cetak

HAMRANEWS.ID – Gelombang calon jemaah umrah (CJU) yang memilih mundur dari PT Annisa Ahmada semakin besar. Setelah berkali-kali mengalami ketidakpastian keberangkatan, sekitar 1.100 jemaah kini mengajukan refund, sekaligus mengambil paspor dan sertifikat vaksinasi mereka.

Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mencatat, hampir 4.000 orang sebelumnya telah terdaftar di PT Annisa Ahmada. Namun, kondisi berubah setelah travel tersebut mendapat sanksi akibat persoalan keberangkatan jemaah.

Ironisnya, ketika para jemaah mendatangi kantor untuk mengurus refund dan mengambil dokumen, pemilik perusahaan disebut sudah tidak dapat dihubungi. Kantor cabang PT Annisa Ahmada juga dilaporkan tutup.

Petinggi perusahaan tersebut diketahui merupakan ibu dan anak, yakni Direktur Utama Erny Khoirun Nisa (44) dan Komisaris Zulfa Rizki Maulana (24), warga Suronatan III, Kelurahan/Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto.

Para CJU kemudian diarahkan ke posko pengaduan yang dibuka di kantor firma hukum Rif’an Hanum & Nawacita di Dusun Losari, Desa Sidoharjo, Kecamatan Gedeg, Mojokerto. Rif’an Hanum merupakan kuasa hukum PT Annisa Ahmada.

Kemenhaj sebelumnya memblokir akses PT Annisa Ahmada terhadap Sistem Komputerisasi Pengelolaan Terpadu Umrah dan Haji Khusus (SISKOPATUH). Sanksi tersebut membuat perusahaan tidak dapat menerima calon jemaah baru, dengan tujuan mencegah bertambahnya korban.

Langkah itu diambil setelah PT Annisa Ahmada dinilai melakukan pelanggaran berat, termasuk menelantarkan 82 jemaah umrah di Arab Saudi dan gagal memberangkatkan 282 CJU pada September 2026.

Berulang Kali Ditunda

Salah satu CJU yang mengalami penundaan adalah Novi Atriani (25), warga Mojoanyar, Mojokerto. Ia mendaftar paket Milad seharga Rp33,8 juta untuk perjalanan umrah selama 12 hari.

Novi membayar uang muka Rp15 juta pada 17 Mei 2026 dan melunasi biaya perjalanan pada 27 Juni. Ia kemudian dikenai tambahan Rp3 juta dengan alasan kenaikan harga avtur. Pembayaran tambahan dilakukan pada 7 Agustus sehingga total uang yang telah disetorkan mencapai Rp36,8 juta.

Novi dijadwalkan berangkat pada 30 Agustus 2026. Namun, keberangkatan kembali ditunda beberapa kali.

“Dijanjikan berangkat 30 Agustus kemarin, jam 3 disuruh kumpul di bandara, saya sudah siap-siap, tiba-tiba jam setengah 11 malam dikabari kalau ada miss komunikasi dengan pihak tiket,” kata Novi, Jumat (4/9/2026).

Keberangkatan kemudian dijanjikan pada 1 September, lalu 2 September, hingga 5 September. Semuanya kembali gagal.

Kecewa dengan ketidakjelasan tersebut, Novi bersama 14 jemaah lainnya mendatangi kantor PT Annisa Ahmada Cabang Mojokerto pada 3 September. Mereka memilih membatalkan keberangkatan dan meminta pengembalian dana.

Sempat Salahkan Jemaah

Sebelumnya, manajemen PT Annisa Ahmada memberikan penjelasan berbeda terkait gagalnya keberangkatan sejumlah jemaah.

Direktur/CEO PT Annisa Ahmada, Erny Khairunnisa, menyebut ada jemaah yang menolak diberangkatkan secara terpisah dari anggota keluarganya. Menurut pihak perusahaan, tiket maskapai memang diterbitkan secara bertahap menyesuaikan alokasi kloter.

Manajemen juga membantah tudingan bahwa dana jemaah telah digelapkan atau dibawa kabur. Pihak perusahaan menyatakan persiapan dokumen, termasuk visa dan paspor, telah dilakukan. Mereka pun menyalahkan jemaah karena memilih tidak mau berangkat saat itu hanya karena berangkat bertahap dan terpisah dari keluarga lainnya.

Kini, persoalan tersebut memasuki babak baru. Ketika ribuan CJU memilih menarik diri dan meminta refund, keberadaan pemilik perusahaan justru menjadi pertanyaan para jemaah yang tengah menunggu kepastian nasib uang dan dokumen mereka.

Bagikan Berita:
  • Penulis: Muhammad Fadli
  • Editor: Fitriani Heli

Rekomendasi Untuk Anda

  • Penerbangan Direct RI-Saudi Tidak Terdampak Konflik Iran vs Israel, Ini Daftar Maskapai yang Reschedule

    Penerbangan Direct RI-Saudi Tidak Terdampak Konflik Iran vs Israel, Ini Daftar Maskapai yang Reschedule

    • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 333
    • 0Komentar

    HAMRANEWS – Konflik yang memanas di kawasan Timur Tengah akibat eskalasi Iran–Israel berdampak pada sejumlah rute penerbangan internasional. Akan tetapi, penerbangan langsung (direct flight) dari Indonesia menuju Arab Saudi dipastikan sejauh ini masih berjalan normal tanpa pengumuman pembatalan maupun perubahan jadwal. Maskapai yang Terdampak dan Ubah Jadwal Beberapa maskapai internasional mengumumkan perubahan jadwal (reschedule) maupun […]

    Bagikan Berita:
  • Arab Saudi Perpanjang Masa Tugas Imam dan Khatib Masjidilharam-Masjid Nabawi

    Arab Saudi Perpanjang Masa Tugas Imam dan Khatib Masjidilharam-Masjid Nabawi

    • calendar_month Sabtu, 19 Jul 2025
    • account_circle Imam Dzulkifli
    • visibility 675
    • 0Komentar

    SAUDI – Pemerintah Arab Saudi resmi memperpanjang masa tugas para Imam dan Khatib Masjidil Haram di Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah. Keputusan ini telah disetujui langsung oleh Penjaga Dua Masjid Suci, sebagaimana diumumkan oleh Presidensi Urusan Agama Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, Rabu 17 Juli 2025. Dalam pernyataan resminya, Sheikh Dr. Abdulrahman Al-Sudais, Presiden […]

    Bagikan Berita:
  • Jemaah Kini Harus Urus Sendiri Tasreh Masuk Raudah di Aplikasi Nusuk Ponsel, Tidak Lagi lewat Travel

    Jemaah Kini Harus Urus Sendiri Tasreh Masuk Raudah di Aplikasi Nusuk Ponsel, Tidak Lagi lewat Travel

    • calendar_month Jumat, 19 Jun 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 123
    • 0Komentar

    HAMRANEWS.ID – Calon jemaah umrah yang berencana berangkat ke Tanah Suci pada musim Umrah 1448 H/2026 perlu mencermati perubahan penting terkait akses masuk ke Raudhah di Masjid Nabawi, Madinah. Pemerintah Arab Saudi resmi menghentikan mekanisme pengurusan izin masuk Raudhah secara kolektif melalui sistem Tasreh oleh biro perjalanan umrah. Mulai musim ini, seluruh proses reservasi hanya […]

    Bagikan Berita:
  • Dirut Hanania Travel Ditahan, Imbas Ratusan Jemaah Gagal Berangkat dengan Kerugian Rp12,1 M

    Dirut Hanania Travel Ditahan, Imbas Ratusan Jemaah Gagal Berangkat dengan Kerugian Rp12,1 M

    • calendar_month Senin, 1 Jun 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 159
    • 0Komentar

    HAMRANEWS.ID – Kasus dugaan penipuan berkedok perjalanan ibadah umrah menjerat Direktur Utama PT Khazanah Tamma Internasional (Hanania Group), Ahmad Syah Farhan Rachman. Pengusaha muda travel umrah itu ditahan atas kasus dugaan penipuan dan penggelapan dana umrah yang merugikan ratusan calon jemaah. Kasus tersebut mulai terkuak setelah sejumlah jemaah yang telah melunasi pembayaran melapor ke pihak […]

    Bagikan Berita:
  • Apakah Injak Kotoran Merpati di Masjidilharam Membatalkan Wudhu? Berikut Hukumnya Menurut Empat Mazhab

    Apakah Injak Kotoran Merpati di Masjidilharam Membatalkan Wudhu? Berikut Hukumnya Menurut Empat Mazhab

    • calendar_month Kamis, 11 Sep 2025
    • account_circle REDAKSI
    • visibility 714
    • 0Komentar

    MAKASSAR – Burung merpati adalah hewan yang mudah ditemui saat berada di Makkah. Mereka terbang bebas, hinggap di lantai, dan dengan lincah datang berkerumun jika ada yang membagikan makanan. Akan tetapi, tidak sedikit di antaranya yang meninggalkan kotoran. Feses yang dihasilkan merpati dan pada umumnya semua hewan, dianggap najis menurut ajaran Islam. Kotoran kotoran yang […]

    Bagikan Berita:
  • Banyak yang Belum Tahu, Kurma Harus Dicuci Sebelum Dikonsumsi Menurut BPOM Saudi

    Banyak yang Belum Tahu, Kurma Harus Dicuci Sebelum Dikonsumsi Menurut BPOM Saudi

    • calendar_month Sabtu, 21 Feb 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 401
    • 0Komentar

    HAMRANEWS – Bulan Ramadan identik dengan kehadiran kurma di meja makan. Selain mengikuti sunnah Nabi Muhammad SAW untuk berbuka dengan yang manis, kurma juga praktis, mudah dibawa, dan langsung bisa dikonsumsi tanpa perlu diolah. Akan tetapi, di balik kepraktisannya, ternyata ada satu hal penting yang masih sering terlewat: kurma sebaiknya dicuci terlebih dahulu sebelum dimakan. […]

    Bagikan Berita:
expand_less