Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Haji » Cerita Jemaah Haji Jalur Furodah Bayar Rp945 Juta Nginap di Dormi yang Sesak dan Tenda yang Panas

Cerita Jemaah Haji Jalur Furodah Bayar Rp945 Juta Nginap di Dormi yang Sesak dan Tenda yang Panas

  • account_circle REDAKSI
  • calendar_month Jum, 6 Jun 2025
  • visibility 312

MAKASSAR – Bukannya mendapat fasilitas yang memuaskan, seorang jamaah haji yang pernah berangkat dengan jalur furodah pada tahun lalu menceritakan pengalamannya yang penuh cobaan.

Warga Indonesia, pemilik akun Catur Gunandi tersebut, menceritakan, dia awalnya memilih haji Furodah dan membayar mahal karena tidak mau berdesak-desakan dan ingin nyaman.

Namun, hasilnya jauh dari ekspektasi. Dia mengalami berbagai cobaan sejak di bandara, menginap di Madinah, hingga saat di Arafah. Berikut selengkapnya kisah Catur Gunandi yang diabadikan di media sosial:

Haji terakhir yang saya jalani, tahun lalu, menjadi perjalanan paling istimewa dalam hidup saya. Bukan karena kemewahan fasilitasnya, tapi justru karena semua rencana saya… gagal total.

Awalnya, saya memilih paket haji paling lengkap dan mahal. Bukan untuk pamer, tapi karena saya ingin menjalani ibadah ini dengan penuh kenyamanan dan ketenangan. Saya tak mau repot antre kamar mandi, berebut makan, atau tidur berhimpitan. Saya ingin fokus ibadah dengan kepala tenang dan badan nyaman. Maka saya pilih hotel bintang lima, penerbangan first class, kendaraan pribadi antar-jemput Makkah–Madinah—semuanya demi sebuah ibadah yang saya anggap “terbaik”.

Dalam hati saya, “Allah itu Maha Baik. Masa saya tidak boleh menikmati kebaikan-Nya lewat fasilitas yang memudahkan ibadah?”

Namun, Allah ternyata punya skenario yang lebih dalam dari sekadar “kenyamanan”.

Gagalnya Semua Rencana
Lima jam sebelum boarding, saya diberitahu bahwa nama saya dikeluarkan dari manifest penerbangan. Bagasi saya dikembalikan. Tidak ada alasan yang jelas. Saya diminta bersabar.

Travel mencoba mencarikan solusi. Saya akhirnya berangkat, tapi bukan dengan first class, dan harus transit lebih dulu di Riyadh. Hati saya masih mencoba tenang. “Mungkin ini ujian kecil,” pikir saya.

Sampai di Madinah, waktu sangat mepet. Saya hanya sempat mandi kilat, makan jeruk seadanya di lobi hotel, lalu langsung naik kereta cepat ke Makkah. Belum sempat rebahan, belum sempat buka koper. Tapi saya masih menenangkan diri. “Nanti di hotel Makkah pasti bisa istirahat.”

Ternyata tidak.

Di hotel Makkah, nama saya tidak ditemukan. Tidak ada kamar. Tidak ada catatan pemesanan. Saya akhirnya diarahkan ke sebuah dorm. Panas, penuh jamaah dari berbagai negara, koper berantakan, udara campur aduk. Saya duduk lemas, dengan satu pikiran yang terus mengiang:
“Ya Allah, ini bukan yang saya bayangkan.”

Titik Balik di Arafah
Saya datang dengan niat beribadah secara eksklusif, tapi Allah menempatkan saya dalam kondisi sebaliknya. Bukan di tempat istirahat yang mewah, tapi di tengah keramaian dan kekacauan kecil yang terus mengikis ekspektasi saya.

Puncaknya adalah di Arafah.

Tenda yang dijanjikan ber-AC dan tenang, ternyata panas dan ramai. Lebih mirip kamp mahasiswa daripada akomodasi premium. Saya hanya bisa tertawa kecil, karena mulai sadar:
Saya terlalu keras kepala. Terlalu yakin bisa mengatur semuanya. Saya pikir, ibadah bisa saya beli dengan harga.

Tapi Allah hanya butuh beberapa kejadian sederhana untuk menyadarkan:
Haji bukan tentang apa yang saya bayar, tapi tentang apa yang saya lepaskan.

Saya buka mushaf kecil, berharap mendapat ketenangan. Jari saya berhenti di Surat Al-Isra ayat 25:

“Tuhanmu lebih mengetahui apa yang ada dalam hatimu. Jika kamu orang yang baik, maka sungguh Dia Maha Pengampun bagi orang-orang yang bertobat.”

Saya tak kuasa menahan tangis. Karena saya sadar, saya datang tidak sepenuhnya bersih. Ada ego. Ada keinginan untuk terlihat istimewa. Ada niat yang ingin ibadah—tapi tetap dimanjakan dunia.

Dan Allah tahu itu. Bahkan sebelum saya sendiri menyadarinya.

Qurban yang Sebenarnya
Kini menjelang Idul Adha, saya kembali menyiapkan qurban seperti tahun-tahun sebelumnya. Tapi kali ini dengan pemahaman yang jauh lebih dalam.
Qurban bukan sekadar tentang sapi atau kambing. Qurban paling berat justru adalah menyembelih ego. Rasa ingin dianggap. Ingin tampil lebih. Ingin ibadah tapi tetap nyaman.

Kalau dulu Allah mengoreksi niat saya saat berhaji, maka sekarang giliran saya menjaga niat saat berqurban. Sebab qurban yang diterima bukanlah darah dan dagingnya, tapi ketulusan dari hati yang rela disembelih—diam-diam—hanya untuk-Nya.

Bagikan Berita:
  • Penulis: REDAKSI

Rekomendasi Untuk Anda

  • KPK Sita Dua Rumah ASN Kemenag dalam Pengusutan Kasus Kuota Haji

    KPK Sita Dua Rumah ASN Kemenag dalam Pengusutan Kasus Kuota Haji

    • calendar_month Rab, 10 Sep 2025
    • account_circle REDAKSI
    • visibility 220
    • 0Komentar

    JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita aset dalam pengusutan kasus dugaan korupsi penyelenggaraan dan pembagian kuota haji di Kementerian Agama (Kemenag). Kali ini, dua rumah mewah di Jakarta Selatan yang diduga hasil jual beli kuota haji diamankan penyidik. Juru bicara KPK, Budi Prasetyo, mengungkap penyitaan dilakukan pada Senin, 8 September 2025. “Penyidik KPK telah […]

    Bagikan Berita:
  • Kasubag TU Kemenag Lutra Wafat Saat Hendak Salat Jumat di Makkah

    Kasubag TU Kemenag Lutra Wafat Saat Hendak Salat Jumat di Makkah

    • calendar_month Sab, 30 Agu 2025
    • account_circle REDAKSI
    • visibility 235
    • 0Komentar

    MAKKAH – Kabar duka menyelimuti keluarga besar Kementerian Agama Luwu Utara. H Abdul Khalik Siaman, S.Ag., M.MPd., yang menjabat sebagai Kepala Sub Bagian Tata Usaha (Kasubag TU) Kemenag Lutra, meninggal dunia di Tanah Suci Makkah pada Jumat, 29 Agustus 2025. Almarhum menghembuskan napas terakhir saat sedang dalam perjalanan menuju Salat Jumat. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam […]

    Bagikan Berita:
  • Kemenhaj Perkuat Tata Kelola Asuransi Haji dan Umrah, Tegaskan Tanpa Titipan dan Penunjukan Langsung

    Kemenhaj Perkuat Tata Kelola Asuransi Haji dan Umrah, Tegaskan Tanpa Titipan dan Penunjukan Langsung

    • calendar_month Ming, 11 Jan 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 119
    • 0Komentar

    HAMRANEWS – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI menegaskan langkah serius memperkuat tata kelola asuransi haji dan umrah di tengah percepatan persiapan penyelenggaraan haji 1447 H/2026 M. Pemerintah menekankan, skema perlindungan jemaah harus dikelola secara bersih, transparan, dan sepenuhnya berorientasi pada keselamatan serta kepastian manfaat bagi jemaah. Komitmen tersebut ditegaskan dalam forum diskusi antara Kemenhaj […]

    Bagikan Berita:
  • Penjelasan Kanwil Kemenhaj Sulsel Terkait Jemaah Makassar Wafat saat di Bandara

    Penjelasan Kanwil Kemenhaj Sulsel Terkait Jemaah Makassar Wafat saat di Bandara

    • calendar_month Rab, 11 Feb 2026
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 68
    • 0Komentar

    HAMRANEWS – Insiden meninggalnya seorang jemaah umrah asal Makassar di Arab Saudi memicu sorotan publik. Jemaah bernama Maemuna dilaporkan wafat saat menunggu keberangkatan di Bandara King Abdulaziz International Airport, setelah penerbangan yang akan membawanya pulang mengalami penundaan hingga dua hari. Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis 5 Februari 2026. Informasi awal menyebutkan, korban diduga meninggal akibat […]

    Bagikan Berita:
  • Datangi Daker Mekkah PPIH, Wakil Menteri Haji Saudi Terangkan Catatan Teknis Penyelenggaraan Haji RI

    Datangi Daker Mekkah PPIH, Wakil Menteri Haji Saudi Terangkan Catatan Teknis Penyelenggaraan Haji RI

    • calendar_month Ming, 29 Jun 2025
    • account_circle REDAKSI
    • visibility 236
    • 0Komentar

    SAUDI – Wakil Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi Abdul Fattah Mashat, pada Sabtu 28 Juni 2025 bersama rombongan mendatangi kantor Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Daerah Kerja (Daker) Makkah. Kepada jajaran PPIH Arab Saudi, Wamenhaj menyampaikan apresiasi atas sukses penyelenggaraan haji 2025. Kunjungan tersebut merupakan kali pertama dilakukan Wakil Menteri Haji dan Umrah sebagai […]

    Bagikan Berita:
  • HIMPUH Ingatkan Risiko Jemaah 2026 Gagal Berangkat karena Perbedaan Jadwal Pemberangkatan

    HIMPUH Ingatkan Risiko Jemaah 2026 Gagal Berangkat karena Perbedaan Jadwal Pemberangkatan

    • calendar_month Kam, 4 Des 2025
    • account_circle Muhammad Fadli
    • visibility 159
    • 0Komentar

    HAMRANEWS – Himpunan Penyelenggara Umrah dan Haji (HIMPUH) mengingatkan risiko banyaknya jemaah haji 2026 yang bisa gagal berangkat karena persoalan timeline pemberangkatan. Sekretaris Jenderal HIMPUH, Hilman Farikhi, menilai timeline haji yang diterbitkan oleh Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia tidak selaras dengan timeline yang diterbitkan Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi. Menurutnya, ketidaksinkronan ini dapat […]

    Bagikan Berita:
expand_less