Ini Orang Pertama di Indonesia yang Berangkat Haji
- account_circle Imam Dzulkifli
- calendar_month 4 jam yang lalu
- visibility 2

illustrasi hijir ismail
HAMRANEWS – Sejarah mencatat, orang pertama dari Nusantara yang menunaikan ibadah haji ternyata bukan berasal dari kalangan ulama. Sosok tersebut justru seorang bangsawan sekaligus saudagar dari tanah Sunda yang hidup pada masa kerajaan.
Kisah ini menjadi bagian penting dalam jejak awal perjalanan haji masyarakat Indonesia ke Tanah Suci.
Mengacu pada sejumlah sumber sejarah, tokoh yang disebut sebagai orang pertama dari Indonesia yang berhaji adalah Haji Purwa, atau dikenal juga sebagai Bratalegawa.
Ia merupakan putra dari Prabu Bunisora dan berasal dari Kerajaan Galuh di wilayah Ciamis, Jawa Barat. Bratalegawa lahir pada 1272 Saka (1350 M) dan masih memiliki hubungan keluarga dengan Prabu Niskala Wastu Kancana, kakek dari Prabu Siliwangi.
Meski terlahir sebagai bangsawan, Bratalegawa tidak menempuh jalan sebagai pemimpin kerajaan. Ia justru dikenal sebagai saudagar kaya yang aktif berdagang hingga ke berbagai wilayah.
Dalam aktivitas perdagangannya, ia berlayar ke Sumatera, Malaka, China, India, Persia, hingga Semenanjung Arab. Dari perjalanan inilah ia membangun relasi luas lintas wilayah dan budaya.
Awal Perjalanan ke Tanah Suci
Perjalanan hidup Bratalegawa berubah ketika ia bertemu perempuan asal Gujarat, India, bernama Farhana, yang beragama Islam. Keduanya kemudian menikah.
Setelah itu, Bratalegawa bersama istrinya berlayar ke wilayah Arab dan sempat singgah di Arab Saudi. Dalam sejumlah catatan, ia disebut pernah menunaikan ibadah haji di Makkah.
Selama berada di Tanah Suci, ia juga mempelajari berbagai ilmu. Dalam beberapa sumber, Bratalegawa kemudian dikenal dengan nama Haji Baharuddin al-Jawi.
Sekembalinya ke tanah Sunda, ia mendapat sebutan Haji Purwa Galuh dan dikenal sebagai sosok pelopor.
Tercatat dalam Naskah Kuno
Kisah Bratalegawa tidak hanya beredar secara lisan, tetapi juga tercatat dalam naskah kuno Sunda seperti Carita Parahiyangan dan Naskah Pangeran Wangsakerta.
Catatan ini memperkuat posisinya sebagai salah satu tokoh awal dalam sejarah haji Nusantara.
Meski demikian, sejumlah sumber lain menyebut ada tokoh berbeda yang juga diduga sebagai orang pertama dari Indonesia yang berhaji.
Dalam buku Naik Haji di Masa Silam Jilid II, disebutkan Laksamana Malaka kemungkinan telah berhaji sekitar tahun 1482.
Selain itu, ada pula nama Pangeran Abdul Dohhar, putra Sultan Tirtayasa, yang disebut berangkat haji sekitar tahun 1630 M bersama rombongan pedagang dan ulama Nusantara.
Bahkan, ada dugaan bahwa masyarakat Nusantara sudah lebih dulu menunaikan ibadah haji jauh sebelum itu. Salah satunya dikaitkan dengan hubungan antara Raja Sriwijaya, Sri Indravarman, dengan Khalifah Umar bin Abdul Aziz pada abad ke-8.
Pada masa itu, perjalanan haji bukanlah hal mudah. Jemaah harus menempuh perjalanan laut yang bisa memakan waktu hingga dua tahun.
Meski penuh risiko dan tantangan, perjalanan tersebut menjadi awal terbukanya akses bagi masyarakat Nusantara untuk menunaikan ibadah haji di Makkah.
- Penulis: Imam Dzulkifli



