Peralihan Musim Dingin ke Musim Panas, Jemaah Jangan Lupa Bawa Sunscreen Hingga Payung karena Cuaca yang Terik
- account_circle Muhammad Fadli
- calendar_month Kam, 14 Mei 2026
- visibility 19

Illustrasi Jemaah Haji Indonesia
HAMRANEWS.ID – Cuaca panas mulai dirasakan jemaah haji Indonesia di Mekkah seiring peralihan musim dingin menuju musim panas di Tanah Suci. Kondisi ini membuat para jemaah diimbau untuk lebih memperhatikan kesehatan dan perlindungan diri saat menjalani rangkaian ibadah di luar ruangan.
Pembimbing haji, Abdulhakim, mengingatkan jemaah agar mempersiapkan perlengkapan pelindung diri untuk menghadapi suhu yang semakin terik, terutama pada siang hingga sore hari.
Pesan itu disampaikannya saat mendampingi sekaligus mendorong kursi roda salah satu jemaah disabilitas di kawasan Tanah Suci. Dalam keterangannya, ia menggambarkan suhu di Mekkah yang mulai meningkat cukup signifikan.
“Buat seluruh jemaah haji, jangan lupa bawa sunscreen, bawa payung buat penangkal panas, topi, kacamata, apapun. Karena ini sedang perpindahan musim dingin menuju musim panas. Cuacanya menuju siang sampai sore, masyaallah suhunya…” ujar Abdulhakim, lewat akun media sosialnya, dikutip awal Mei 2026.
Kondisi cuaca panas di Mekkah memang menjadi tantangan tersendiri bagi jemaah haji, khususnya lansia dan penyandang disabilitas. Aktivitas ibadah seperti umrah wajib, salat berjamaah di masjid, hingga perjalanan menuju hotel kerap mengharuskan jemaah berjalan kaki di bawah paparan sinar matahari.
Karena itu, sejumlah langkah pencegahan penting dilakukan agar tubuh tetap fit selama menjalankan ibadah haji.
Beberapa tips yang dapat diterapkan jemaah saat menghadapi cuaca panas di Mekkah antara lain:
1. Gunakan sunscreen atau tabir surya
Paparan matahari yang tinggi dapat menyebabkan kulit terbakar. Penggunaan sunscreen membantu melindungi kulit, terutama saat beraktivitas di luar ruangan.
2. Bawa payung, topi, dan kacamata hitam
Perlengkapan ini dapat membantu mengurangi paparan langsung sinar matahari ke tubuh dan mata.
3. Perbanyak minum air putih
Jemaah dianjurkan tidak menunggu haus untuk minum. Dehidrasi menjadi salah satu risiko utama akibat suhu tinggi.
4. Hindari aktivitas berlebihan saat puncak panas
Jika memungkinkan, kurangi aktivitas luar ruangan pada waktu siang hingga sore ketika suhu sedang tinggi.
5. Istirahat yang cukup
Padatnya jadwal ibadah perlu diimbangi dengan waktu istirahat agar kondisi fisik tetap prima.
Dengan persiapan yang baik, jemaah diharapkan tetap dapat menjalankan ibadah secara khusyuk dan aman meski harus menghadapi cuaca panas ekstrem di Tanah Suci. Pesan sederhana seperti membawa payung dan sunscreen pun menjadi hal penting yang tak boleh diabaikan selama berhaji.
- Penulis: Muhammad Fadli
- Editor: Fitriani Heli



