Saudi Konfirmasi Rencana Pembangunan Bandara Baru di Kota Makkah
- account_circle Muhammad Fadli
- calendar_month 7 jam yang lalu
- visibility 6

HAMRANEWS – Bayangkan, terbang ke Saudi tidak lagi mendarat di Madinah atau Jeddah padahal tujuan kunjungan pertama adalah Mekkah. Jemaah biasanya mendahulukan Mekkah karena ingin menunaikan lebih dahulu ibadah-ibadah wajib di kota haram tersebut, sebelum ke Madinah yang biasanya sekaligus berziarah dan berbelanja.
Kini, skenario itu bukan lagi sekadar wacana. Pemerintah Arab Saudi resmi mengonfirmasi rencana pembangunan bandara internasional langsung di Makkah, sebagai bagian dari transformasi besar-besaran kota suci tersebut.
Bandara Internasional Makkah Disiapkan
Kabar terbaru ini menandai langkah strategis besar dalam meningkatkan akses langsung ke Makkah. CEO Royal Commission for Makkah City and the Holy Sites, Saleh Al-Rasheed, menyebut bahwa arah investasi strategis dan ekonomi untuk pembangunan bandara telah disetujui.
Bandara ini dirancang dengan standar global dan ditargetkan mampu melayani jutaan jemaah dari seluruh dunia. Pengembangannya juga akan melibatkan sektor swasta dengan skema investasi yang matang, tanpa mengganggu operasional bandara di kota-kota sekitar seperti Jeddah dan Madinah.
Jika terealisasi, bandara ini berpotensi mengubah pola perjalanan jemaah haji dan umrah secara signifikan, terutama bagi mereka yang ingin langsung menuju Masjidil Haram tanpa transit.
Proyek Metro Makkah Masuk Tahap Awal
Selain bandara, proyek transportasi lain juga terus dikebut. Sistem Makkah Metro kini telah memasuki tahap studi kelayakan dan desain awal.
Metro ini dirancang untuk mempercepat mobilitas jemaah di dalam kota, terutama saat puncak musim haji ketika kepadatan meningkat drastis. Kehadiran metro diharapkan mampu mengurangi kemacetan sekaligus mempercepat akses ke titik-titik ibadah utama.
Transportasi Publik Sudah Melonjak Pesat
Pengembangan transportasi di Makkah sebenarnya sudah menunjukkan progres signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Saat ini:
- 400 bus aktif melayani 12 rute
- 430 halte tersebar di berbagai kawasan
- Lebih dari 185 juta penumpang sejak 2022
Selain itu, layanan “Makkah Taxi” juga telah diluncurkan dengan kendaraan modern yang dilengkapi sistem pelacakan serta pembayaran digital, termasuk opsi kendaraan listrik dan hybrid.
Smart Makkah: Teknologi AI untuk Jemaah
Transformasi tidak hanya terjadi di sektor fisik, tetapi juga digital. Program Smart Makkah mulai diterapkan dengan memanfaatkan kecerdasan buatan (AI).
Sistem ini digunakan untuk:
- Memantau pergerakan jemaah di sekitar Masjidil Haram
- Memprediksi kepadatan di area Jamarat
- Mengoptimalkan arus pergerakan agar lebih aman dan nyaman
Teknologi ini bahkan terintegrasi dengan pemantauan udara dan aplikasi layanan publik untuk meningkatkan pengalaman ibadah.
Infrastruktur Diperluas Secara Masif
Pengembangan Makkah juga mencakup peningkatan infrastruktur skala besar, di antaranya:
- Pelebaran area pejalan kaki hingga 127 persen
- Penambahan lebih dari 30.000 meter persegi area teduh
- Pengembangan fasilitas di Arafah dan Mina
Proyek di kawasan suci tersebut meliputi pembangunan tenda bertingkat, menara hunian untuk puluhan ribu jemaah, hingga rumah sakit darurat berkapasitas 200 tempat tidur di Mina.
Target Ambisius: Kepuasan Jemaah 90,5%
Seluruh proyek ini memiliki tujuan utama yang jelas: meningkatkan kenyamanan, keamanan, dan kualitas pengalaman ibadah bagi jemaah.
Pemerintah Saudi menargetkan tingkat kepuasan jemaah dan pengunjung mencapai 90,5 persen, seiring dengan transformasi besar yang sedang berlangsung di kota suci ini.
Dengan hadirnya bandara internasional di Makkah, didukung metro modern dan sistem kota pintar, masa depan perjalanan ibadah haji dan umrah diproyeksikan akan jauh lebih efisien—bahkan sejak langkah pertama jemaah menginjakkan kaki di Tanah Suci.
- Penulis: Muhammad Fadli
- Editor: Fitriani Heli



